4 Hal yang Harus Dibenahi Alvaro Arbeloa Jelang Debutnya Bersama Real Madrid

4 Hal yang Harus Dibenahi Alvaro Arbeloa Jelang Debutnya Bersama Real Madrid
Alvaro Arbeloa ketika memimpin sesi latihan Real Madrid (c) Dok. Real Madrid/@realmadrid

Bola.net - Real Madrid memasuki fase transisi penting setelah memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Xabi Alonso dan menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala.

Keputusan itu diambil tak lama setelah kekalahan 2-3 dari Barcelona di final Supercopa de Espana, sebuah hasil yang menjadi pemicu evaluasi menyeluruh di internal klub.

Penunjukan Arbeloa menghadirkan nuansa berbeda. Ia bukan figur asing di Valdebebas, melainkan bagian dari struktur klub yang telah lama bekerja bersama tim muda.

Namun, transisi dari sepak bola akademi ke ruang ganti tim senior membawa tantangan yang sama sekali lain. Intensitas tekanan, ekspektasi publik, serta dinamika pemain bintang menuntut pendekatan yang lebih pragmatis dan tegas.

Laga debut Arbeloa bersama tim utama pun datang tanpa masa adaptasi yang ideal. Waktu persiapan singkat membuatnya harus memilih prioritas dengan cermat, bukan sekadar soal strategi di lapangan, tetapi juga bagaimana menata ulang fondasi tim yang sempat goyah.

Dalam situasi ini, setidaknya ada empat pekerjaan rumah mendesak yang perlu segera dibenahi agar Real Madrid kembali berada di jalur yang diharapkan.

1 dari 4 halaman

1. Menenangkan dan menyatukan ruang ganti

Ekspresi kecewa Kylian Mbappe setelah kalah dalam laga final Piala Super Spanyol, Barcelona vs Real Madrid di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, 12 Januari 2026 (c) AP Photo/Altaf Qadri

Ekspresi kecewa Kylian Mbappe setelah kalah dalam laga final Piala Super Spanyol, Barcelona vs Real Madrid di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, 12 Januari 2026 (c) AP Photo/Altaf Qadri

Tantangan pertama Arbeloa bukan papan taktik, melainkan atmosfer internal.

Pergantian pelatih di tengah musim hampir selalu meninggalkan residu emosional, terutama di ruang ganti yang dipenuhi pemain bintang dengan status dan pengaruh besar.

Arbeloa perlu segera membangun kepercayaan, memastikan para pemain senior merasa dilibatkan, sekaligus menegaskan otoritasnya sebagai pelatih utama Real Madrid.

Pendekatan personal dan komunikasi terbuka menjadi kunci agar transisi dari era Alonso tidak memunculkan kubu-kubu baru di dalam tim.

2 dari 4 halaman

2. Menyederhanakan pendekatan taktik

Penyerang Real Madrid, Rodrygo saat melawan Atletico Madrid di Piala Super Spanyol 2026. (c) AP Photo/Altaf Qadri

Penyerang Real Madrid, Rodrygo saat melawan Atletico Madrid di Piala Super Spanyol 2026. (c) AP Photo/Altaf Qadri

Dengan waktu persiapan terbatas, Arbeloa tidak berada dalam posisi ideal untuk melakukan revolusi permainan. Fokus utamanya adalah stabilitas.

Sistem yang terlalu kompleks justru berisiko menambah kebingungan. Pilihan paling realistis adalah menggunakan struktur permainan yang sudah familiar bagi skuad, dengan penekanan pada keseimbangan antarlini dan transisi cepat.

Dalam konteks debut, efektivitas lebih penting daripada identitas bermain yang rumit.

3 dari 4 halaman

3. Memperbaiki organisasi pertahanan

Selebrasi Jude Bellingham dkk. dalam laga La Liga antara Real Madrid vs Sevilla, Minggu (21/12/2025). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Selebrasi Jude Bellingham dkk. dalam laga La Liga antara Real Madrid vs Sevilla, Minggu (21/12/2025). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Kekalahan dari Barcelona di Supercopa kembali menyorot masalah lama Real Madrid, rapuhnya organisasi bertahan di momen krusial.

Arbeloa harus segera membenahi koordinasi lini belakang, terutama dalam situasi transisi dan bola mati. Faktanya, PR Madrid yang paling berat ada di tugas bertahan.

Perbaikan sederhana seperti jarak antarlini, komunikasi bek dengan kiper, serta disiplin posisi bisa memberi dampak langsung pada hasil pertandingan, bahkan tanpa perubahan besar pada komposisi pemain.

4 dari 4 halaman

4. Mengelola rotasi dan ego pemain bintang

Sebagai mantan pemain Real Madrid, Arbeloa memahami betul dinamika klub ini.

Namun, pengalaman melatih tim muda tidak sepenuhnya mempersiapkannya untuk mengelola ekspektasi pemain senior di level tertinggi.

Keputusan rotasi harus disampaikan secara transparan dan berbasis kebutuhan tim, bukan sekadar status individu.

Jika kebijakan menit bermain terasa adil dan logis, potensi gesekan bisa ditekan sejak awal masa kepemimpinannya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL