Bola.net - CEO Barcelona Oscar Grau menuding Matthijs de Ligt memilih pindah ke Juventus ketimbang ke Camp Nou karena faktor uang.
De Ligt ramai diperebutkan oleh banyak klub top Eropa sejak musim lalu. Hal tersebut tak lepas dari performanya yang menawan, khususnya pada musim 2018-19 kemarin.
Ia membawa Ajax Amsterdam melaju hingga babak semifinal Liga Champions. Di liga domestik, bek berusia 20 tahun itu membawa Ajax jadi juara Eredivisie.
Ia juga tampil apik di level internasional. Ia ikut berperan membantu Timnas Belanda melaju ke final UEFA Nations League 2019, meski pada akhirnya kalah dari Portugal.
Rebutan
De Ligt kemudian menjadi rebutan Juventus dan Barcelona. Blaugrana sendiri disebut berpeluang besar merekrutnya karena mereka sebelumnya berhasil mendapatkan Frenkie De Jong, rekan satu timnya di Ajax dan skuat Oranje.
Akan tetapi pada akhirnya ia malah pindah ke Juventus. Ia direkrut dengan bandrol mencapai total 85 juta euro.
Di Juve, De Ligt mendapat gaji sekitar delapan juta euro per musimnya. Itu masih ditambah dengan bonus sekitar empat juta euro.
Mata Duitan
Barca sepertinya sangat kecewa atas kegagalannya mendapatkan De Ligt. Mereka akhirnya melampiaskan hal itu dengan menuding sang bek sebagai sosok pemain yang mata duitan.
Grau menjelaskan bahwa De Ligt memilih pindah ke Italia juga karena masalah pajak. Sebab di Spanyol, pajak yang dikenakan pemerintah lebih tinggi dari di negeri Spaghetti tersebut.
"Kami mengajukan tawaran kepadanya, tetapi ia lebih suka pergi ke Juve, tempat di mana perpajakan Italia memungkinkannya untuk mendapatkan gaji bersih yang lebih tinggi," ungkap CEO Oscar Grau seperti dilansir Football Italia.
Matthijs de Ligt dikontrak selama lima tahun oleh Juventus. Namun di skuat Bianconeri, ia kesulitan beradaptasi dan harus mendekam di bangku cadangan. Jika bukan karena Giorgio Chiellini yang cedera, ia tak akan mendapat kesempatan bermain di tim utama dengan cepat.
(Football Italia)
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Maurizio Sarri: Italia Terlalu Terobsesi dengan Rotasi
Liga Italia 20 September 2019, 23:03
-
Matuidi Ungkap Kelemahan Juventus dan Penyesalannya di Laga Atletico
Liga Champions 20 September 2019, 17:19
-
Matuidi Tidak Pernah Ingin Hengkang dari Juventus
Liga Italia 20 September 2019, 16:45
-
Data dan Fakta Serie A: Juventus vs Hellas Verona
Liga Italia 20 September 2019, 15:32
-
Prediksi Juventus vs Hellas Verona 21 September 2019
Liga Italia 20 September 2019, 15:31
LATEST UPDATE
-
Mandul Sejak Pergantian Tahun, Apa yang Terjadi dengan Christian Pulisic?
Liga Italia 24 Februari 2026, 03:04
-
Link Nonton Live Streaming Everton vs Man United di Vidio, 24 Februari 2026
Liga Inggris 24 Februari 2026, 01:15
-
Tempat Menonton Everton vs Man Utd: Live Streaming Premier League di Vidio
Liga Inggris 23 Februari 2026, 22:15
-
Permainan Mental Guardiola Bisa Jadi Petaka untuk Arsenal!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 21:58
-
Shayne Pattynama Siap Hadapi Laga Emosional Persija vs Malut United
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 21:19
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Semen Padang 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:47
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persija 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:42
-
Dua Sisi Koin di Balik Performa Gemilang Virgil van Dijk
Liga Inggris 23 Februari 2026, 20:26
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 19:59
-
9 Laga Tanpa Gol, Paceklik Mohamed Salah Warnai Kemenangan Tipis Liverpool
Liga Inggris 23 Februari 2026, 19:54
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR