
Bola.net - Pelatih sepak bola, Ramon Catala, yang kini sedang terlibat dengan akademi Dynamo Kiev, merupakan salah satu pelatih yang sangat mengenal Ernesto Valverde. Dia buka suara tentang tekanan yang dihadapi Valverde selama menangani Barcelona.
Beberapa tahun lalu, kala Valverde masih di Espanyol, Catala merupakan salah satu asistennya dalam bidang kebugaran pemain. Meski sekarang berjalan ke arah berbeda, keduanya tetap terhubung.
Pada sesi wawancara dengan Esports Cope baru-baru ini, Catala menjelaskan bagaimana Valverde mengatasi momen-momen sulit. Juga cara Valverde menghadapi kritik terhadap gaya sepak bolanya.
Kira-kira apa yang dirasakan pelatih Barcelona? Baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Musim Buruk
Kali ini, Catala bicara soal reaksi Valverde usai musim 2018/19 lalu. Musim itu tidak terlalu buruk. Barca sempat berada di posisi meraih treble winners, tapi peluang itu berubah menjadi mimpi buruk hanya dalam tiga pekan.
"Masa karier Valverde di Barcelona telah berjalan sulit. Saya berbicara dengan dia tahun lalu dan dia mengaku sedang menjalani masa-masa sulit," tutur Catala.
"Sejak awal musim, topik yang dibahas adalah tentang identitas Barca, itu saja sudah sulit. Sekarang, dia diragukan lagi dan menderita karena itu."
"Sejujurnya, dia adalah pria yang selalu santai tetapi saya juga melihat dia sediki khawatir," lanjutnya.
Pramusim Buruk
Lebih lanjut, Catala pun angkat bicara tentang pramusim Barca dewasa ini. Barca langsung menlaan kekalahan pada pekan pertama mereka di La Liga 2019/20 kontra Athletic Bilbao (0-1). Sebab itu, Catala merasa pramusim Barca berjalan buruk.
"Pramusim Barca juga berjalan rumit. Saya merasa tur pramusim itu lebih tentang memasarkan klub daripada mementingkan sisi keolahragaan," imbuh Catala.
"Tim Barca kesulitan menghadapi tim lawan yang lebih fit. Anda bisa melihat ini di laga melawan Bilbao, itu sangat sulit bagi Valverde. Meski punya pemain hebat, dia sulit membentuk tim," tutupnya
Sumber: Esports Cope
Baca ini juga ya!
- Jika Neymar Jadi ke Barcelona, Ini yang Akan Dilakukan Ousmane Dembele
- Nelangsa Neymar: Tidak Bisa Kembali ke PSG, Barcelona dan Real Madrid hanya Bisa Meminjam
- Pengakuan Ronaldo: Kagumi Messi dan Akui Membuatnya Lebih Baik
- Menurut Rivaldo, Coutinho Tinggalkan Barcelona karena Lionel Messi
- Mengenang Keajaiban Ronaldinho dari Kacamata Mantan Pemain Barcelona
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
3 Alasan Barcelona Melakukan Kesalahan Besar Lepas Coutinho
Editorial 22 Agustus 2019, 16:18
-
Terungkap! Coutinho Tinggalkan Liverpool karena Kurang Dihargai Jurgen Klopp?
Liga Inggris 22 Agustus 2019, 14:30
-
Riset Superkomputer! Siapa yang lebih baik, Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo?
Liga Champions 22 Agustus 2019, 14:00
-
Dalam Diam, Ernesto Valverde Ternyata Menderita Jadi Pelatih Barcelona
Liga Spanyol 22 Agustus 2019, 12:30
LATEST UPDATE
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
-
Prediksi Starting XI Tottenham vs Arsenal: Kesiapan Saka dan Trossard
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:50
-
Prediksi Starting XI Barcelona vs Levante: Perubahan di Belakang dan Depan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 19:36
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09




















KOMENTAR