
Bola.net - Dean Huijsen baru saja menyelesaikan kepindahannya ke Real Madrid pada bursa transfer musim panas ini. Namun, waktu singkat ternyata cukup baginya untuk membuktikan kelayakan di Santiago Bernabeu dengan penampilan yang mencuri perhatian.
Sejak pertandingan pertamanya, bek berusia muda itu langsung menjadi perbincangan utama. Penampilannya yang memukau membuat banyak pihak terkejut dengan kecepatan adaptasinya.
Saat Real Madrid berhadapan dengan Osasuna dalam laga pembuka La Liga, tim menampilkan intensitas permainan yang sangat tinggi. Terutama dalam situasi tanpa bola, Los Blancos tampil dengan agresivitas yang mencolok.
Dalam pertandingan tersebut, Huijsen berhasil tampil paling menonjol di antara rekan-rekannya. Penampilannya bahkan mengalihkan perhatian penggemar yang sebelumnya lebih menanti-nanti aksi Franco Mastantuono.
Debut yang ditampilkan Huijsen bukan sekadar penampilan perdana biasa-biasa saja. Ia berhasil mencatatkan prestasi bersejarah yang membuatnya setara dengan legenda klub, menunjukkan betapa cepatnya penyesuaian diri dengan visi baru Xabi Alonso.
Huijsen Jadi Sorotan di Laga Perdana
Real Madrid memperlihatkan wajah baru ketika menghadapi Osasuna dalam laga tersebut. Tim tidak lagi mengandalkan operan-operan aman, melainkan bermain dengan pressing agresif dan menguasai pertandingan melalui perebutan bola.
Huijsen menjadi figur sentral dalam pendekatan taktik tersebut. Pemain muda itu memimpin barisan pertahanan dengan sangat tenang, sambil memberikan energi yang membuat Madrid terlihat lebih hidup.
Meskipun banyak suporter yang menunggu penampilan Mastantuono, justru Huijsen yang berhasil menarik seluruh perhatian di Santiago Bernabeu. Penampilannya menjadi kejutan yang paling berkesan dalam laga tersebut.
Rekor Umpan Panjang yang Mengagumkan

Aspek paling menonjol dari penampilan debut Huijsen adalah ketepatan dalam mengeksekusi umpan-umpannya. Ia tercatat sebagai bek kedua sepanjang sejarah Real Madrid yang sanggup melakukan lebih dari 15 umpan panjang dengan tingkat akurasi melebihi 85% dalam satu pertandingan La Liga.
Lebih dari itu, Huijsen bahkan mampu melampaui standar tersebut dengan akurasi fantastis mencapai 94%. Pencapaian ini berhasil memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang Sergio Ramos pada tahun 2018 dengan akurasi 88%.
Meski statistik tersebut terkesan sangat spesifik, namun hal ini penting untuk menggambarkan konsistensi dan visi bermain Huijsen. Kemampuannya sangat sesuai dengan kebutuhan taktik Real Madrid saat ini.
Peran Penting dalam Taktik Alonso
Xabi Alonso menerapkan filosofi permainan yang sangat menekankan transisi cepat dalam setiap serangan. Kemampuan mengubah arah serangan melalui umpan panjang menjadi kunci utama untuk menciptakan ruang bagi para penyerang seperti Vinicius Junior dan Kylian Mbappe.
Dalam sistem permainan seperti ini, keberadaan bek dengan kemampuan distribusi bola yang akurat menjadi sangat krusial. Huijsen langsung membuktikan bahwa dirinya mampu menjalankan peran tersebut dengan kesempurnaan yang luar biasa.
Bagi Real Madrid, kemampuan Huijsen dalam membangun serangan transisi memberikan harapan besar. Klub akhirnya kembali memiliki sosok bek dengan kualitas distribusi bola yang setara dengan Ramos pada masa keemasannya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Real Madrid Kejar 9 Poin Sempurna, Xabi Alonso Bangun Fondasi Kuat Sebelum Jeda
Liga Spanyol 22 Agustus 2025, 20:40
-
Prediksi Real Oviedo vs Real Madrid 25 Agustus 2025
Liga Spanyol 22 Agustus 2025, 18:24
-
Debut Alexander-Arnold di Real Madrid Dikritik Habis: Dia Bukan Trent yang Dulu
Liga Spanyol 22 Agustus 2025, 17:15
-
Real Madrid Menang, tapi Ada 3 PR yang Harus Segera Diperbaiki Xabi Alonso
Liga Spanyol 22 Agustus 2025, 16:50
-
Dean Huijsen Langsung Pecahkan Rekor Sergio Ramos dalam Debut Real Madrid
Liga Spanyol 22 Agustus 2025, 16:45
LATEST UPDATE
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
-
Michael Carrick Tidak Terkejut Dirinya Tidak Jadi Dipecat Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:58
-
Goncalo Ramos Kesulitan di AC Milan: Transfer 73 Juta Euro Belum Mampu jadi Mesin Gol
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:44
-
Michael Carrick Girang Kobbie Mainoo Sudah Pulih, Tapi Prihatin dengan Kondisi Sesko
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:40
-
Michael Carrick Benarkan Sudah Berdamai dengan Bruno Fernandes
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:30
-
Dianggurin Chelsea, PSG Siap Tampung Estevao
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:20
-
Reaksi Juventus Usai Kalah dari Genoa: Gelar 'Retreat' Selama 2 Hari!
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:15
-
Roy Keane Senang Michael Carrick Tidak Jadi Dipecat, Tapi....
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:07
-
Setelah Chelsea, Liverpool Bidik Arsenal Sebagai Korban Berikutnya!
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 20:58
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persijap 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:06
-
Prediksi BRI Super League: Java United vs Bhayangkara FC 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:02
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18























KOMENTAR