
Bola.net - Xabi Alonso menyebut nama Pep Guardiola di balik keputusannya meninggalkan Real Madrid untuk Bayern Munchen beberapa tahun lalu. Jika tidak ada Pep, Alonso mungkin bakal bertahan di Madrid lebih lama.
Kala itu, Alonso sudah melewati lima tahun luar biasa di Santiago Bernabeu. Kemudian dia membuat keputusan kontroversial ketika mengajukan permintaan transfer ke Bayern pada tahun 2014.
Alonso meninggalkan Madrid hanya tiga bulan setelah menyumbangkan tenaganya pada perjalanan meraih trofi Liga Champions. Lalu dia menghabiskan tiga tahun di Jerman sebelum akhirnya memutuskan pensiun.
Tidak banyak pemain yang benar-benar mau meninggalkan klub sebesar Madrid untuk pindah ke klub lain, bahkan yang sebesar Bayern. Apa alasan Alonso? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Ada Guardiola!
Bagi Alonso, hanya ada satu alasan kuat untuk meninggalkan Madrid saat itu: Guardiola di Bayern. Dia mengaku sangat penasaran dengan cara kerja pelatih genius tersebut.
"Saya sangat penasaran untuk mencari tahu rahasianya [Guardiola]. Dia punya antusiasme natural yang tidak habis-habis. Musim sepak bola berjalan panjang, tapi Pep tampak tidak pernah lelah sampai akhir," kata Alonso kepada The Athletic via Goal internasional.
"Dia selalu waspada, selalu siap. Bagi para pemain, mungkin sikap itu memberi kami tenaga ekstra pada momen-momen yang paling penting."
Menderita
Uniknya, ternyata tidak hanya Guardiola yang mengajarkan sesuatu pada Alonso. Di sisi negara Jerman lainnya, ada tim bernama Borussia Dortmund yang juga luar biasa. Saat itu, Dortmund bermain di level tinggi di bawah Jurgen Klopp.
"Saya tidak bisa menikmati pertandingan melawan mereka [Dortmund] sebab mereka membuat segalanya begitu intens, Anda nyaris hancur," sambung Alonso.
"Seakan-akan mereka ingin mengurung Anda. Dia [Klopp] ingin menjebak Anda. Ada tekanan intens yang begitu rapi. Saya selalu tertekan sepanjang pertandingan."
"Namun, saya menikmati suasananya sebab pertandingan lawan mereka sangat penting. Tantangan mengalahkan Dortmund benar-benar besar," tutupnya.
Sumber: Goal
Baca ini juga ya!
- Kompak di Lapangan, 'Trio Firmansah' Ternyata Bicara Pakai Bahasa yang Berbeda
- Liverpool Berpotensi Kehilangan 4 Pemain Pasca Jeda Internasional
- Sadio Mane yang Rendah Hati, Bantu Petugas Timnas Senegal Angkat Air Mineral
- Casillas Anggap Tidak Logis Jika Ronaldo Raih Ballon d'Or
- Lawan Kosovo, Inggris Takkan Ditemani Henderson dan Joe Gomez
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bukan ke Juventus, MU Lepas Paul Pogba ke Real Madrid Demi Dapat Gareth Bale
Liga Inggris 17 November 2019, 11:05
-
Eden Hazard Beri Kabar Baik untuk Real Madrid
Piala Eropa 17 November 2019, 09:31
-
34 Hari jadi Pesakitan di Real Madrid, Gareth Bale Bersinar di Timnas Wales
Piala Eropa 17 November 2019, 09:08
-
Karim Benzema di Timnas Prancis: The End!
Piala Eropa 17 November 2019, 01:28
LATEST UPDATE
-
Meksiko, Azteca, dan Pemain Ke-12
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:27
-
Meksiko dan Misi Javier Aguirre Mengubah Tekanan Menjadi Kekuatan
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:20
-
Brahim Diaz, Sentuhannya Membuat Mimpi Maroko Terasa Semakin Nyata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:04
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir 7 Juli 2026
Piala Dunia 5 Juli 2026, 17:54
-
6 Duel Ikonik Portugal vs Spanyol
Piala Dunia 5 Juli 2026, 16:12
-
Tantang Norwegia, Brasil Tidak Siapkan Taktik 'Anti-Haaland'
Piala Dunia 5 Juli 2026, 15:00
-
Gagal ke Real Madrid, Enzo Fernandez Bakal Gabung Klub EPL Ini?
Piala Dunia 5 Juli 2026, 12:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR