
Bola.net - Akhirnya, kisah Trent Alexander-Arnold mendekati babak penutup—bek kanan tersebut mengumumkan kepergiannya dari Liverpool dan bersiap bergabung dengan Real Madrid musim panas ini.
Hampir setahun setelah kedatangan Kylian Mbappe dan dua tahun pasca-transfer Jude Bellingham, Alexander-Arnold diprediksi akan menyusul rekan senegaranya ke Bernabeu sebagai galactico terbaru.
Menurut laporan The Athletic, Liverpool menolak pendekatan dari sang juara Eropa pada Desember lalu. Namun, kepindahan musim panas ini sudah lama diperkirakan, mengingat kontraknya di Anfield berakhir akhir Juni nanti.
Ini adalah jenis transfer yang menjadi ciri khas Presiden Madrid Florentino Perez—merayu Alexander-Arnold meninggalkan klub masa kecilnya dan salah satu raksasa sepak bola Inggris, sekaligus memperkuat nama besar klub dan menambah pemain kelas dunia ke dalam skuad.
Krisis Lini Pertahanan Real Madrid
Bagi banyak pihak di klub, Dani Carvajal dianggap sebagai bek kanan ideal berkat kemampuannya yang seimbang dalam menyerang dan bertahan, plus kepemimpinan serta pengalamannya.
Ia cepat, tangguh dalam duel satu lawan satu, dan masih memiliki stamina untuk menjelajah sisi lapangan—di mana umpan silang dan kerja samanya sangat solid. Meski tidak terlalu tinggi, ia juga kompetitif dalam duel udara, memungkinkannya bermain sebagai bek tengah darurat.
Namun, Carvajal harus absen hampir sepanjang musim 2024/2025 setelah mengalami cedera ligamen cruciatum anterior (ACL) pada Oktober lalu. Pemain berusia 33 tahun itu—yang baru memperpanjang kontrak hingga 2026—berharap bisa kembali untuk Piala Dunia Antarklub FIFA di AS (dimulai 14 Juni, dengan laga pertama Madrid melawan Al Hilal pada 18 Juni).
Lucas Vazquez kerap menjadi pengganti di posisi bek kanan beberapa musim terakhir. Meski dinilai kurang kuat dalam hal posisi dan duel, ia berusaha menutupinya dengan fisik yang prima. Kontribusinya dalam serangan juga dihargai, sementara profesionalisme dan kehadirannya di ruang ganti membantu menyatukan skuad.
Masa depan Vazquez—yang akan berusia 34 tahun pada 1 Juli dan kontraknya habis usai Piala Dunia Antarklub—masih belum pasti. Dengan mempertimbangkan usia kedua pemain ini, Madrid merasa perlu merencanakan regenerasi. Kehadiran Alexander-Arnold (26 tahun) akan menyegarkan lini yang mulai menua.
Fleksibilitas Alexander-Arnold
Tak mengherankan, pihak internal klub juga mengagumi kemampuan Alexander-Arnold dalam mengontrol bola.
Musim lalu, bek kanan ini berperan sebagai playmaker utama di masa akhir Jurgen Klopp di Anfield—sering turun ke antara bek tengah atau menyelinap ke lini tengah untuk mengatur alur serangan dari area sentral.
"Sebelum mengambil peran (baru) ini, saya hanya bisa memecah garis pertahanan lawan dari sisi kanan lapangan," kata Alexander-Arnold kepada The Athletic.
"Saya hampir tidak pernah melakukannya dari kiri. Jika pun ada umpan bagus, itu biasanya umpan lambung jauh, yang efektivitasnya terbatas. Posisi ini (sentral) membuka seluruh lapangan bagi saya."
Kecepatan dan akurasi umpan-umpan jarak jauh Alexander-Arnold tentu menarik minat Madrid, yang masih merindukan permainan distribusi ala Toni Kroos yang sudah pensiun.
Meski distribusinya tak selalu sempurna—dan terlihat lebih hati-hati dalam umpan lintas lapangan di bawah Arne Slot musim ini—kemudahannya dalam meluncurkan umpan terobosan bisa jadi senjata baru Madrid.
Menariknya, sejak kedatangan Slot, Alexander-Arnold justru kembali ke peran tradisional bek kanan—setidaknya menurut standarnya sendiri.
Transfer Top untuk Real Madrid
Carlo Ancelotti mengharapkan Alexander-Arnold bisa memberi fluiditas taktis, mampu berdampak baik sebagai gelandang maupun pemain sayap—di mana kemampuan umpan silangnya bisa dimaksimalkan. Sebuah aset yang pasti akan dimanfaatkan pelatih mana pun.
Namun, Ancelotti dan stafnya belum terlalu memikirkan rencana spesifik untuk Alexander-Arnold belakangan ini. Mereka telah diberi tahu soal transfer ini oleh manajemen setidaknya sejak awal Maret.
Terlebih, The Athletic melaporkan bahwa Xabi Alonso—mantan gelandang Madrid, Liverpool, dan Spanyol yang kini melatih Bayer Leverkusen—adalah kandidat utama pengganti Ancelotti. Jika Alonso benar datang, masih menjadi tanda tanya bagaimana ia akan memanfaatkan Alexander-Arnold dalam sistemnya.
Di Leverkusen, Alonso menunjukkan versatilitas formasi tim, tetapi ciri khas taktiknya musim lalu justru bergantung pada wing-back yang ganas menjelajah sisi lapangan—gaya yang jauh berbeda dari yang bisa mengoptimalkan bakat Alexander-Arnold.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Liga Italia 22 Februari 2026, 00:28
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09























KOMENTAR