Pertandingan berjalan dalam tempo dan intesitas tinggi. Setelah saling adu serangan selama nyaris 90 menit tanpa gol, Villarreal akhirnya sukses mencuri kemenangan performa individu cantik Luciano Vietto pada menit ke-84.
Pertandingan langsung dimulai dalam tempo tinggi. Kedua tim memang mengadopsi gaya serangan kilat dan bisa melakukan transisi dari bertahan ke menyerang dengan sangat cepat.
Alhasil, pertandingan pun berjalan end to end sejak awal. Jual beli serangan langsung terjadi dengan Atleti lebih banyak mengalirkan bola lewat sayap dan Villarreal menyerang lewat tengah.
Atleti mulai mengambil kendali permainan memasuki sepuluh menit awal laga. Dalam fase ini, Villarreal hanya menempatkan Luciano Vietto dan Kalu Uche di depan. Setelah sempat dikepung, Villarreal akhirnya bisa lepas dari tekanan memasuki menit ke-20.
Meski terus saling menyerang dan menciptakan berbagai peluang, kedua tim masih gagal memecah kebuntuan hingga babak pertama usai.
Pada babak kedua, Atleti bermain lebih agresif. Anak asuh Diego Simeone meningkatkan intensitas serangan mereka. Berkali-kali Mario Mandzukic dan kawan-kawan melepas tembakan yang semuanya belum bisa menaklukkan Sergio Asenjo.
Atleti sukses menjebol gawang Villarreal lewat Mandzukic pada menit ke-59. Umpan Arda Turan bisa disundul masuk oleh Mandzukic. Sayangnya, gol itu dianulir wasit karena Mandzukic dianggap melanggar defender lawan lebih dulu. Dalam tayangan ulang, terlihat bahwa Mandzukic sebenarnya tidak melanggar lawan.
Gagal memecah kebuntuan, kedua pelatih melakukan pergantian pemain. Sayangnya, berbagai pergantian yang dilakukan masih belum bisa meningkatkan efektivitas serangan. Baik Atleti maupun Villarreal tak bisa memanfaatkan peluang yang mereka ciptakan.
Villarreal akhirnya sukses membuat diam seisi Vicente Calderon enam menit sebelum pertandingan usai. Menerima umpan Moi Gomez, Vietto melewati dua defender lawan sebelum melepas tendangan keras yang gagal diantisipasi oleh Miguel Angel Moya.
Keunggulan Villarreal itu bertahan hingga pertandingan usai. Hasil ini membuat Atleti gagal mengejar Barcelona di posisi dua klasemen sementara. Kekalahan ini juga merupakan kandang pertama Atleti di La Liga sepanjang tahun 2014. Di sisi lain, Villarreal naik satu peringkat ke posisi enam klasemen sementara dengan koleksi 27 poin dari 15 pertandingan.
Statistik Atletico Madrid - Villarreal
Penguasaan bola: 57% - 43%
Shot (on goal): 11 (2) - 7 (4)
Corner: 7 - 2
Pelanggaran: 15 - 16
Kartu kuning: 4 - 3
Kartu merah: 0 - 0
Susunan pemain Atletico Madrid: Moya; Juanfran, Godin, Miranda, Siqueira; Tiago, Gabi (Cerci, 70'), Koke, Arda (Suarez, 76'); Raul Garcia (Griezmann, 63'), Mandzukic.
Susunan pemain Villarreal: Asenjo; Mario, Gabriel, Ruiz, J. Costa; Trigueros (Pina, 63'), Bruno, J. Dos Santos, Cheryshev; Uche (Gomez, 66'), Vietto. (bola/hsw)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jese: Wibawa Ancelotti Redam Ego Pemain Madrid
Liga Spanyol 15 Desember 2014, 16:00
-
Setelah Cedera, Jese Mengaku Makin Mencintai Musik
Bolatainment 15 Desember 2014, 15:34
-
Puyol: Saya Berharap Bisa Mengucap Selamat Tinggal di Camp Nou
Liga Spanyol 15 Desember 2014, 14:56
-
Asenjo, Villarreal Pertama 'Penakluk' Calderon
Liga Spanyol 15 Desember 2014, 14:26
-
Carlos Vela Senjata Utama Moyes di Sociedad
Liga Spanyol 15 Desember 2014, 13:26
LATEST UPDATE
-
Barcelona Siapkan Skenario Permanen untuk Joao Cancelo: Transfer Gratis Jadi Kunci?
Liga Spanyol 25 Februari 2026, 00:56
-
Ketenangan Senne Lammens Jadi Kunci Kemenangan Man United atas Everton
Liga Inggris 25 Februari 2026, 00:50
-
Benjamin Sesko Bongkar 'Rahasia' di Balik Ketajamannya Bersama Man United, Apa Itu?
Liga Inggris 25 Februari 2026, 00:17
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35





















KOMENTAR