
Bola.net - Ronald Koeman mempersilahkan Riqui Puig mencari klub baru awal musim 2020/2021 lalu. Namun, pemain 21 tahun memilih bertahan di Barcelona dan membuktikan dia punya kualitas untuk bersaing.
Ronald Koeman datang dengan banyak ide baru. Koeman tidak lagi memakai formasi 4-3-3 dan menggantinya dengan 4-2-3-1 yang dianggap lebih stabil ketika menyerang dan bertahan.
Perubahan Koeman memakan korban. Luis Suarez dan Arturo Vidal harus angkat kaki. Lalu, Riqui Puig pun diberi kebebasan untuk mencari klub baru karena tak ada posisi yang cocok untuknya.
Koeman hanya punya tempat untuk dua pivot di lini tengah. Riqui Puig tidak cocok untuk peran itu.
2 Momen Pembuktian Riqui Puig
Riqui Puig bertahan walau dia tahu Ronald Koeman memandang kehadirannya sebalah mata. Namun, belakangan Koeman menyerah dengan formasi 4-2-3-1 dan memakai formasi 4-3-3.
Walau hanya sebagai pelapis, Riqui Puig pun mulai mendapat tempat.
Sejauh ini, ada dua laga yang menjadi panggung pembuktian bagi Riqui Puig. Pertama, laga melawan Real Sociedad di Supercopa de Espana. Saat itu, Riqui Puig mengajukan diri sebagai penendang penalti kelima dan sukses.
Momen kedua terjadi pada laga kontra Elche (24/1/2021) di pekan ke-20 La Liga. Riqui Puig masuk lapangan pada menit ke-87. Namun, tak sampai dua menit berada di atas lapangan, Puig mampu mencetak gol dan membawa Barcelona menang 2-0 lawan Elche.
Momen yang Sukar Dipercaya
Riqui Puig mencetak gol ke gawang Elche dengan sundulan kepala. Pemain jebolan La Masia menerima umpan Frenkie de Jong dengan sempurna. Sebuah gol yang bahkan tidak dipercaya oleh Riqui Puig.
"Sukar dipercaya bahwa saya bisa mencetak gol dengan kepala. Saya tidak berpikir pernah mencetak gol itu sejak berada di tim Cadete A [U-16]," ucap Riqui Puig dikutip dari Marca.
Riqui Puig hanya bertinggi badan 1.69 meter. Jadi, cukup wajar jika duel udara menjadi titik lemah Riqui Puig. "Saya jarang cetak gol dan sekarang cetak gol dengan kepala," katanya.
Momen yang Sulit
Laga melawan Elche menjadi laga keempat yang dimainkan Riqui Puig di La Lliga musim 2020/2021. Semuanya sebagai pengganti. Dari empat laga itu, Riqui Puig baru mendapat kesempatan selama 25 menit di lapangan.
Riqui Puig hanya bermain empat dari 19 laga yang sudah dijalani Barcelona.
"Saya mengalami musim yang cukup sulit karena saya tidak terbiasa bermain terlalu sedikit. Tapi saya semakin kuat secara mental," kata Riqui Puig.
"Saya senang dengan kerja keras tim dan bagaimana rekan satu tim membantu saya," tutup Riqui Puig.
Reaksi Ronald Koeman
Ronald Koeman tentu senang dengan apa yang dilakukan Riqui Puig. Sang pelatih memujinya yang tetap tampil serius dan memanfaatkan setiap menit yang didapat walau tidak banyak.
"Riqui Puig datang dari bangku cadangan dengan baik dan juga melompat dengan sangat baik. Riqui Puig masuk ke dalam kotak, di mana kami ingin para gelandang kami berada," kata Koeman.
"Ketika pelatih memberi Anda menit bermain, Anda harus menunjukkan bahwa Anda punya masa depan di klub. Riqui Puig penting dalam laga ini," kata Koeman.
Sumber: Marca
Baca Ini Juga:
- Jujurnya Ronald Koeman: Barcelona Beruntung Punya Ter Stegen!
- 5 Pelajaran dari Kemenangan Barcelona: Lesu Tanpa Messi, Untung Ada De Jong
- Barcelona Menang Tanpa Lionel Messi, Suara Fans: Membosankan Sih, tapi Riqui Puig Oke!
- Man of the Match Elche vs Barcelona: Frenkie de Jong
- Hasil Pertandingan Elche vs Barcelona: Skor 0-2
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tanpa Messi, Barca Tetap Berjaya
Galeri 25 Januari 2021, 17:15
-
Leandro Paredes Benarkan PSG tengah Rayu Lionel Messi
Liga Spanyol 25 Januari 2021, 16:45
-
Highlights Elche vs Barcelona | La Liga 2020-2021
Open Play 25 Januari 2021, 16:15
-
Riqui Puig dan 2 Momen Pembuktian Bahwa Ronald Koeman Butuh Dirinya
Liga Spanyol 25 Januari 2021, 13:20
LATEST UPDATE
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR