Robert Lewandowski Akui Siap Gantung Sepatu, Barcelona Hadapi Babak Akhir Sang Mesin Gol

Robert Lewandowski Akui Siap Gantung Sepatu, Barcelona Hadapi Babak Akhir Sang Mesin Gol
Penyerang Barcelona, Robert Lewandowski, merayakan kemenangan timnya dalam pertandingan La Liga melawan Villarreal, Minggu (21/12/2025). (c) AP Photo/Alberto Saiz

Bola.net - Robert Lewandowski masih menjadi andalan Barcelona di lini depan, meski usianya sudah menginjak 37 tahun. Gol terbarunya ke gawang Espanyol akhir pekan lalu kembali menegaskan ketajamannya di level tertinggi.

Namun di balik performa tersebut, masa depan Lewandowski di Camp Nou mulai diselimuti tanda tanya. Kontraknya bersama Barcelona kini hanya tersisa enam bulan dan belum ada sinyal perpanjangan.

Barcelona disebut terbuka untuk melepas sang striker pada akhir musim nanti. Situasi ini membuat Lewandowski dihadapkan pada dua pilihan besar, mencari klub baru atau menutup karier profesionalnya.

Di tengah ketidakpastian itu, Lewandowski akhirnya angkat bicara soal fase akhir perjalanan kariernya. Ia mengakui telah mempersiapkan diri untuk hidup setelah sepak bola.

1 dari 3 halaman

Lewandowski Tak Lagi Takut Menutup Karier

Pemain Barcelona, Robert Lewandowski (kiri), mengontrol bola sambil dikawal pemain Espanyol, Leandro Cabrera, pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Espanyol vs Barcelona, 3 Januari 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Pemain Barcelona, Robert Lewandowski (kiri), mengontrol bola sambil dikawal pemain Espanyol, Leandro Cabrera, pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Espanyol vs Barcelona, 3 Januari 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Isu pensiun kini bukan lagi hal tabu bagi Robert Lewandowski. Sang penyerang menegaskan bahwa dirinya sudah memikirkan masa depan di luar lapangan hijau.

Menurut Lewandowski, sepak bola memang memiliki peran besar dalam hidupnya. Namun seiring bertambahnya usia, ia menyadari bahwa hidupnya tidak sepenuhnya bergantung pada olahraga tersebut.

Kesadaran itu membuatnya lebih tenang menghadapi kemungkinan pensiun dalam waktu dekat. Ia bahkan mengaku tidak merasa tertekan dengan sisa waktu bermain yang dimilikinya.

“Saya tidak takut untuk mengakhiri karier saya karena saya mulai mempersiapkannya, mempersiapkan hal-hal yang dapat saya lakukan setelah sepak bola. Saya tahu bahwa sepak bola adalah bagian yang sangat penting dalam hidup saya, tetapi sepak bola bukanlah seluruh hidup saya, terutama sekarang," ucapnya pada siniar High Performance, via Football Espana.

"Ketika saya masih muda, saya tidak memikirkan hal ini karena saya hanya memikirkan sepak bola, sepak bola, dan sepak bola, tetapi sekarang saya tahu bahwa saya sangat dekat dengan akhir karier saya.” Saya tidak tahu (berapa tahun lagi): satu, dua, tiga, mungkin empat, saya tidak tahu, tetapi saya tidak merasa tertekan. Jika suatu hari saya mendengarkan tubuh saya dan merasa ada sesuatu yang berubah, maka saya akan siap untuk menyelesaikan perlombaan saya.”

2 dari 3 halaman

Datang ke Barcelona dengan Misi sebagai Mentor

Pemain Barcelona Robert Lewandowski bereaksi dalam laga Liga Champions antara Barcelona vs Eintracht Frankfurt di Barcelona, Spanyol, Selasa, 9 Desember 2025 (c) AP Photo/Joan Monfort

Pemain Barcelona Robert Lewandowski bereaksi dalam laga Liga Champions antara Barcelona vs Eintracht Frankfurt di Barcelona, Spanyol, Selasa, 9 Desember 2025 (c) AP Photo/Joan Monfort

Lewandowski juga menyinggung alasan di balik kepindahannya ke Barcelona pada 2022. Ia menyadari bahwa klub sedang berada dalam fase transisi dengan banyak pemain muda.

Perbedaan budaya kerja antara Bayern Munchen dan Barcelona menjadi tantangan tersendiri baginya. Di Camp Nou, Lewandowski melihat kebutuhan akan figur berpengalaman yang bisa membimbing generasi muda.

Barcelona, menurut Lewandowski, menginginkan lebih dari sekadar pencetak gol. Klub berharap kehadirannya mampu menanamkan mentalitas juara dan etos kerja yang konsisten.

“Di Bayern, mentalitasnya berbeda karena kami memiliki pemain yang lebih berpengalaman dan tangguh. Ketika saya bergabung dengan Barcelona, saya melihat banyak pemain muda yang perlu lebih tangguh pada diri mereka sendiri. Klub memberi tahu saya bahwa mereka membutuhkan seseorang seperti saya, yang dapat mengajari mereka bahwa berada di puncak bukan hanya satu, dua, atau tiga minggu, tetapi apa yang Anda lakukan di luar puncak juga sangat penting."

"Apa yang Anda lakukan di gym, betapa pentingnya bekerja keras setiap hari. Tetapi kemudian, ketika saya bertemu orang-orang, ketika saya menunjukkan kepada mereka bahwa budayanya berbeda dari Jerman, saya mulai belajar dari mereka juga. Empati, semua hal yang berkaitan dengan sepak bola. Dan itu juga sangat membantu saya," tuturnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL