
Bola.net - Jose Mourinho mendapat pengakuan dari dua mantan pemain Real Madrid, Toni Kroos dan Dani Carvajal, setelah menerapkan strategi berani dalam laga El Clasico melawan Barcelona. Keduanya menilai pendekatan sang pelatih memberikan perbedaan nyata dibandingkan pertemuan-pertemuan sebelumnya.
Real Madrid tidak hanya mampu meraih kemenangan, tetapi juga menunjukkan keberanian untuk menekan Barcelona meski tidak mendominasi penguasaan bola. Pendekatan tersebut membuat Los Blancos tampil lebih percaya diri dan mampu mengganggu permainan tuan rumah.
Pujian Kroos dan Carvajal bukan tanpa alasan. Strategi Mourinho memperlihatkan bahwa menghadapi Barcelona tidak selalu harus dilakukan dengan bertahan sepanjang pertandingan dan mengandalkan serangan balik.
Intip ketatnya persaingan La Liga Spanyol melalui klasemen La Liga Spanyol di sini.
Toni Kroos dan Dani Carvajal Puji Keberanian Mourinho
Dalam podcast miliknya, Kroos menilai Real Madrid tampil sangat berani saat bertandang ke markas Barcelona. Ia juga mengapresiasi kontribusi para pemain depan yang tetap bekerja keras membantu pertahanan ketika lawan meningkatkan tekanan.
"Real Madrid dan Jose Mourinho tampil sangat berani di Camp Nou. Itu merupakan perbedaan besar dibandingkan El Clasico belakangan ini," ujar Kroos.
Mantan gelandang asal Jerman tersebut menilai Madrid tidak sekadar berusaha mempertahankan hasil imbang setelah Barcelona mencetak gol penyama kedudukan. Los Blancos tetap berusaha menyerang dan tampil baik selama sekitar 65 menit pertandingan.
Sementara itu, Carvajal mengaku terkejut melihat penampilan mantan klubnya. Dalam wawancara dengan El Larguero, bek kanan Spanyol tersebut memberikan penilaian serupa terhadap pendekatan Mourinho.
"Saya tidak menyangka Madrid akan bermain sebagus itu. Saya cukup terkejut. Pendekatan Mourinho sangat berani," kata Carvajal.
Real Madrid Berani Menekan Barcelona
Keberanian menjadi faktor penting dalam kemenangan Real Madrid. Mourinho tidak memilih pendekatan konservatif dengan menumpuk pemain di belakang, tetapi menginstruksikan anak asuhnya untuk memberikan tekanan dan memanfaatkan kesalahan lawan.
Strategi tersebut membuat Barcelona kesulitan mengembangkan permainan. Real Madrid mampu melewati tekanan lawan dan melancarkan serangan yang mengancam meskipun tidak menguasai bola sebanyak tuan rumah.
Barcelona juga terlihat tidak nyaman menghadapi intensitas permainan tersebut. Tekanan Madrid memaksa sejumlah pemain tuan rumah melakukan kesalahan yang biasanya dapat mereka hindari.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa bertahan terlalu dalam bukan selalu pilihan terbaik ketika menghadapi Barcelona. Tim yang memberikan ruang bagi lawan untuk menguasai permainan justru berisiko terus berada di bawah tekanan sepanjang pertandingan.
Strategi Agresif Jadi Alternatif Menghadapi Barcelona
Real Madrid memperlihatkan bahwa tekanan tinggi dan keberanian menyerang dapat menjadi cara efektif untuk menghadapi Barcelona. Dengan memaksa lawan kehilangan bola di area berbahaya, peluang menciptakan serangan berbahaya menjadi lebih terbuka.
Pendekatan serupa juga terlihat ketika PSG menghadapi Barcelona pada pertengahan pekan. Madrid kemudian menerapkan strategi agresif dengan karakter permainan mereka sendiri saat menjalani El Clasico pada akhir pekan.
Meski demikian, strategi tersebut tidak menjamin kemenangan dalam setiap pertandingan. Pelaksanaannya membutuhkan koordinasi antarpemain, disiplin saat kehilangan bola, serta kemampuan memanfaatkan peluang.
Pujian Kroos dan Carvajal memperkuat penilaian bahwa keberanian Mourinho menjadi salah satu kunci penampilan Madrid. Alih-alih sekadar menunggu Barcelona melakukan kesalahan, Los Blancos mengambil inisiatif untuk menekan dan menyerang, sebuah pendekatan yang terbukti mampu memberikan hasil positif dalam laga tersebut.
Sumber: The Real Champs
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:29
-
Barcelona dan Kekalahan di El Clasico yang Mengungkap Pentingnya Evolusi Taktik
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:24
-
Arda Guler Bikin Jose Mourinho Sulit Mencadangkannya Lagi
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:51
-
Bernardo Silva Buktikan Fans Real Madrid Benar, Jose Mourinho Keliru
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:46
-
Bagaimana Jude Bellingham Mendominasi Lini Tengah Barcelona
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:42
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



















KOMENTAR