
Bola.net - Kekalahan telak Barcelona dari Atletico Madrid di ajang Copa del Rey meninggalkan dampak lebih dalam dari sekadar skor di papan hasil. Hasil 0-4 pada leg pertama semifinal memicu diskusi serius di internal tim mengenai pendekatan taktik yang diterapkan.
Hasil tersebut membuat tugas Barcelona kian berat menjelang leg kedua di Camp Nou pada Maret mendatang. Di balik dominasi domestik musim ini, kekalahan tersebut membuka ruang evaluasi menyeluruh di ruang ganti.
Sejumlah pemain Barcelona disebut telah menyampaikan pandangan mereka langsung kepada pelatih Hansi Flick. Mereka meminta adanya penyesuaian sistem demi menghadapi laga-laga krusial ke depan.
Kekalahan Telak Picu Evaluasi Internal

Barcelona sejatinya menjalani musim yang solid di bawah arahan Hansi Flick. Mereka memimpin klasemen La Liga, lolos ke fase gugur Liga Champions, dan menjuarai Piala Super Spanyol usai mengalahkan Real Madrid pada Januari.
Namun, performa tersebut runtuh saat menghadapi Atletico Madrid di Copa del Rey. Tim asuhan Diego Simeone mengeksploitasi garis pertahanan tinggi Barcelona dan tampil tanpa ampun.
Malam sulit itu semakin berat setelah gol Pau Cubarsi dianulir akibat offside setelah penundaan VAR selama delapan menit, serta kartu merah Eric Garcia yang membuat Barcelona menyelesaikan laga dengan 10 pemain.
Pemain Soroti High Line dan Kondisi Tim
Menurut laporan The Athletic, sesi latihan keesokan harinya diwarnai evaluasi terbuka. Flick mempertanyakan mentalitas dan intensitas pemain, namun kritik juga diarahkan kepada pendekatan sang pelatih.
Para pemain menyampaikan bahwa penggunaan garis pertahanan tinggi “bukan gagasan terbaik karena kondisi tidak mendukung”. Mereka menilai gaya tersebut sulit diterapkan tanpa kehadiran pemain kunci seperti Raphinha dan Pedri, yang absen karena cedera.
Meski tidak ingin meninggalkan filosofi Flick sepenuhnya, para pemain meminta pragmatisme yang lebih besar dalam laga-laga tertentu. Mereka juga menginginkan adaptasi yang lebih baik terhadap komposisi pemain yang tersedia.
Kemarahan atas VAR dan Fokus ke Laga Berikutnya
Barcelona juga disebut sangat kecewa dengan keputusan VAR yang menganulir gol Cubarsi. Gol tersebut berpotensi mengubah momentum laga menjadi 4-1 dan memberi harapan untuk bangkit.
Gelandang Frenkie de Jong meluapkan kekesalannya secara terbuka. “Dalam foto offside, Anda bahkan tidak bisa melihat sentuhan bola saat Fermin menembak."
"Lalu muncul gambar lain yang jelas menunjukkan bek berjarak satu meter di belakang Lewandowski. Ini sangat aneh, ini sebuah skandal,” ujarnya.
Leg kedua baru akan digelar pada 3 Maret, memberi Flick waktu untuk memulihkan pemain cedera. Sebelum itu, Barcelona dituntut merespons situasi ini saat melanjutkan perburuan gelar La Liga dengan bertandang ke markas Girona.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Wah! Kalah Telak dari Atletico Buat Pemain Barcelona Ragukan Taktik Hansi Flick
Liga Spanyol 15 Februari 2026, 04:00
-
Barcelona Siap Balas PSG Usai Insiden Pembajakan Dro Fernandez, Targetnya Bek Muda Ini!
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 17:25
-
Barcelona Berada di Batas Logika dan Membutuhkan Malam Sempurna
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 17:00
-
Kontroversi VAR 8 Menit untuk Anulir Gol Pau Cubarsi: Barcelona Dirugikan Wasit!
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 15:32
LATEST UPDATE
-
Uji Coba RANS Nusantara vs Arema FC di Kanjuruhan, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya
Bola Indonesia 18 Agustus 2026, 15:55
-
Saga Rafael Leao Memanas: AS Roma Muncul sebagai Jalan Keluar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 15:44
-
Dilema Xavi Espart bagi Barcelona: Bek Kanan dengan Jiwa Gelandang
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 13:10
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

















KOMENTAR