Warisan Pep Guardiola di Barcelona Terancam Terseret Kasus Negreira

Warisan Pep Guardiola di Barcelona Terancam Terseret Kasus Negreira
Pelatih Manchester City Pep Guardiola bereaksi saat mendampingi timnya menghadapi Chelsea pada final FA Cup Final, Sabtu (16/5/2026) (c) AP Photo/Richard Pelham

Bola.net - Warisan Pep Guardiola di Barcelona kembali mendapat perhatian setelah kasus pembayaran kepada mantan petinggi komite wasit Spanyol, Jose Maria Enriquez Negreira, memasuki perkembangan baru. Situasi tersebut muncul bersamaan dengan persoalan yang sedang dihadapi Guardiola bersama Manchester City di Inggris.

Kasus Negreira berkaitan dengan pembayaran Barcelona senilai 8,4 juta euro (sekitar Rp169,3 miliar) kepada Negreira dalam periode 2001 hingga 2018. Guardiola menangani Barcelona pada 2008 hingga 2012, termasuk ketika klub meraih dua gelar Liga Champions.

Perkembangan terbaru terjadi setelah Real Madrid menyerahkan dokumen baru kepada UEFA terkait kasus tersebut. UEFA menyebut dokumen itu substansial dan akan dinilai sebagai bagian dari proses peninjauan yang masih berlangsung.

Barcelona membantah melakukan pelanggaran dan menyatakan pembayaran tersebut berkaitan dengan laporan pencarian bakat serta laporan teknis. Jika nantinya ditemukan pelanggaran yang berkaitan dengan upaya memengaruhi hasil pertandingan, Barcelona dapat menghadapi konsekuensi di kompetisi Eropa, sementara dampaknya terhadap era Guardiola masih menjadi persoalan yang belum terjawab.

1 dari 4 halaman

Kasus Negreira dan Respons Barcelona

Starting XI Barcelona saat menghadapi Sevilla di jornada 7 La Liga 2026/2027 (c) AP Photo/Jose Breton

Starting XI Barcelona saat menghadapi Sevilla di jornada 7 La Liga 2026/2027 (c) AP Photo/Jose Breton

Kasus tersebut bermula dari pembayaran Barcelona kepada Negreira, yang saat itu menjabat sebagai wakil presiden Komite Wasit Spanyol. Total pembayaran yang disebut dalam kasus mencapai 8,4 juta euro selama periode 2001 hingga 2018.

Pembayaran itu pertama kali terungkap melalui penyelidikan pajak terhadap perusahaan milik Negreira, Dasnil 95. Karena berlangsung terlalu lama, La Liga tidak dapat membuka penyelidikan sendiri karena perkara tersebut telah melewati batas waktu hukum.

Barcelona secara konsisten membantah melakukan kesalahan. Presiden Barcelona Joan Laporta juga pernah menegaskan bahwa klub tidak pernah membeli wasit ataupun memiliki niat untuk melakukannya.

UEFA sendiri telah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut sejak 2023. Perkembangan terbaru muncul setelah Real Madrid menyerahkan dokumen tambahan yang kemudian diterima UEFA untuk dinilai dalam penyelidikan yang masih berjalan.

2 dari 4 halaman

Real Madrid Serahkan Dokumen Baru

Skuad Barcelona merayakan gol Raphinha ke gawang Sevilla, Minggu (20/9/2026) (c) AP Photo/Jose Breton

Skuad Barcelona merayakan gol Raphinha ke gawang Sevilla, Minggu (20/9/2026) (c) AP Photo/Jose Breton

Real Madrid sebelumnya menyatakan telah mengumpulkan bukti terkait kasus tersebut. Presiden Florentino Perez bahkan menggambarkannya sebagai salah satu kasus paling serius yang pernah terjadi dalam sepak bola Spanyol.

Dalam pernyataannya, Real Madrid menyebut laporan yang diajukan klub berisi dokumentasi dan bukti mengenai peristiwa yang mereka nilai serius. Klub juga mengaitkan persoalan tersebut dengan integritas kompetisi dan kepercayaan terhadap sistem perwasitan.

UEFA mengonfirmasi bahwa dokumen dari Real Madrid telah diterima. Badan tersebut menyatakan para penyelidik akan menilai materi tersebut sebagai bagian dari proses peninjauan yang masih berlangsung.

Barcelona menegaskan bahwa penerimaan dokumen tersebut tidak berarti UEFA membuka proses baru. Klub menyatakan belum ada permintaan tambahan yang disampaikan kepada mereka dan menunggu langkah penyelidik sebelum memberikan respons lebih lanjut.

3 dari 4 halaman

Dampaknya bagi Warisan Guardiola

Pemain Barcelona Joao Cancelo (tengah) merayakan gol bersama Rodrigo dan Raphinha dalam pertandingan La Liga kontra Racing Santander, Kamis (17/9/2026). (c) AP Photo/Joan Monfort

Pemain Barcelona Joao Cancelo (tengah) merayakan gol bersama Rodrigo dan Raphinha dalam pertandingan La Liga kontra Racing Santander, Kamis (17/9/2026). (c) AP Photo/Joan Monfort

Guardiola pernah memberikan pandangannya mengenai kasus tersebut pada 2023. Ia mengatakan Barcelona dan Laporta harus dianggap tidak bersalah sampai terdapat keputusan yang menyatakan sebaliknya.

Guardiola juga menegaskan bahwa Barcelona meraih seluruh trofi pada eranya karena mereka bermain lebih baik daripada lawan. Bersama Barcelona, ia memenangkan Liga Champions pada 2009 dan 2011 serta membangun salah satu periode paling sukses dalam sejarah klub.

Namun, jika nantinya Barcelona dinyatakan terlibat dalam aktivitas yang bertujuan mengatur atau memengaruhi hasil pertandingan, klub dapat menghadapi larangan tampil di Liga Champions. Dampak terhadap pencapaian Guardiola tidak tercantum sebagai hukuman langsung, tetapi temuan terhadap Barcelona berpotensi memunculkan perdebatan mengenai pencapaian tim pada periode tersebut.

Situasi ini juga terjadi ketika Guardiola menghadapi persoalan lain di Manchester City. Tidak ada tuduhan kesalahan pribadi terhadap Guardiola, Ferran Soriano, maupun Txiki Begiristain, tetapi ketiganya pernah memegang posisi penting di Barcelona sebelum kemudian bekerja di Manchester City.

Sumber: Telegraph

4 dari 4 halaman

Klasemen La Liga


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL