3 Hal Wajib Diwaspadai Timnas Indonesia dari Bulgaria: Punya Duet Bek Liga Italia dan Belum 100 Persen Walau Menang 10-2

3 Hal Wajib Diwaspadai Timnas Indonesia dari Bulgaria: Punya Duet Bek Liga Italia dan Belum 100 Persen Walau Menang 10-2
Pemain Timnas Bulgaria merayakan gol ke gawang Kep. Solomon pada laga FIFA Series edisi Maret 2026 (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Bola.net - Timnas Bulgaria akan jadi lawan berat bagi Timnas Indonesia pada laga final FIFA Series, Senin (30/3) malam WIB. Duel yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno itu akan benar-benar menguji kemampuan para pemain dan tim pelatih.

Indonesia melaju ke final setelah menang 4-0 atas St. Kitts and Nevis pada babak semifinal. Tidak ada perlawanan yang berarti dari negara asal Kepulauan Karibia tersebut bagi skuad arahan pelatih John Herdman.

Namun, Bulgaria berada pada level berbeda jika dibanding St. Kitts and Nevis. Tolok ukurnya banyak, salah satunya ranking FIFA. Pasukan pelatih Aleksandar Dimitrov kini berada pada posisi ke-85 di ranking FIFA.

Bukan hanya lebih tinggi dari St. Kitts and Nevis, peringkat FIFA mereka juga di atas Indonesia. Berdasarkan pada rilis terakhir FIFA, Indonesia berada di peringkat ke-121. Tertinggal cukup jauh dibanding Bulgaria.

Selain ranking FIFA yang lebih tinggi, ada beberapa faktor teknis yang membuat Bulgaria akan jadi lawan berat bagi Indonesia. Faktor itu wajib diwaspadai jika Indonesia ingin menang. Faktor apa saja?

Simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.

1 dari 3 halaman

Duet Liga Italia di Lini Belakang

Selebrasi gol pemain Timnas Bulgaria pada laga FIFA Series 2026 lawan Kep. Solomon (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Selebrasi gol pemain Timnas Bulgaria pada laga FIFA Series 2026 lawan Kep. Solomon (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Bulgaria punya banyak pemain yang berlaga di liga-liga negara lain di Eropa. Bahkan, ada yang bermain di Arab Saudi untuk klub Al Taawoun. Ada juga Hristiyan Petrov yang bermain untuk klub Belanda, SC Heerenveen.

Di antara pemain abroad di skuad Bulgaria, ada dua yang kini bermain untuk klub Italia. Mereka adalah Rosen Bozhinov yang membela Pisa dan Petko Hriskov yang tercatat sebagai pemain Spezia. Keduanya berposisi bek tengah.

Seperti diketahui, karakter sepak bola Italia adalah keuletan dalam bertahan. Kondisi itu yang membuat Jay Idzes berkembang sebagai bek tangguh. Hal yang sama berlaku pada Rosen Bozhinov dan Petko Hriskov.

2 dari 3 halaman

Kolektivitas jadi Kekuatan Utama

Pemain Timnas Bulgaria merayakan gol ke gawang Kep. Solomon pada laga FIFA Series edisi Maret 2026 (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Pemain Timnas Bulgaria merayakan gol ke gawang Kep. Solomon pada laga FIFA Series edisi Maret 2026 (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Bulgaria unggul segalanya pada duel lawan Kep. Solomon. Meskipun begitu, mereka tak terlihat meremehkan lawan sama sekali. Bulgaria bermain dengan kolektivitas tim yang solid.

Bulgaria bermain dengan sistem dan tidak mengandalkan aksi individu pemain. Sangat jarang pemain Bulgaria melakukan dribel untuk waktu yang lama dan mencoba melewati pemain Kep. Solomon.

Solidnya organisasi Bulgaria akan menjadi ujian bagi Indonesia. Bulgaria akan jadi lawan yang berbeda dibanding St. Kitts and Nevis yang menyerang lewat umpan jauh dan kualitas individu pemain depan yang mudah dipatahkan.

3 dari 3 halaman

Belum 100 Persan saat Lawan Kep. Solomon

Hasil pertandingan FIFA Series antara Timnas Kepulauan Solomon lawan Timnas Bulgaria di Stadion Gelora Bung Karno (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Hasil pertandingan FIFA Series antara Timnas Kepulauan Solomon lawan Timnas Bulgaria di Stadion Gelora Bung Karno (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Bulgaria tampil sangat dominan pada laga lawan Kep. Solomon. Mereka mencetak 10 gol dan punya banyak peluang lain. Padahal, pada duel itu, Bulgaria belum tampil 100 persen.

Beberapa pemain utama masih disimpan oleh pelatih Aleksandar Dimitrov. Penyerang utama Vladimir Nikolov baru dimainkan pada babak kedua dan langsung mencetak tiga gol alias hattrick.

Gelandang berbakat Nikola Iliev juga baru dimainkan pada babak kedua. Bahkan, Petko Hristov tidak dimainkan sama sekali. Sementara, Rosen Bozhinov jadi pemain pengganti dan memberi dampak yang besar.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL