
Bola.net - Shin Tae-yong langsung mengusulkan program naturalisasi di Timnas Indonesia tak lama setelah ditunjuk sebagai pelatih. Hal ini diungkapkan oleh anggota Komite Eksekutif PSSI, Hasani Abdulgani.
Menurut Hasani, pelatih asal Korea Selatan itu langsung melakukan pendalaman terkait materi pemain Tim Garuda. Shin Tae-yong merasa materi pemain Timnas Indonesia kurang bisa bersaing.
Satu di antara cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas Timnas Indonesia adalah dengan melakukan naturalisasi pemain keturunan yang memiliki skill dan kualitas di atas rata-rata pemain lokal.
"Kami juga target ke pelatih, dan Shin meminta untuk bisa melakukan naturalisasi," papar Hasani di kanal YouTube Registaco.
"Jadi, naturalisasi itu permintaan dari Shin Tae-yong langsung. Begtu dia dikontrak, lalu dia melihat materi pemain Timnas Indonesia, Shin langsung minta naturalisasi," sambungnya.
Muncullah Beberapa Nama

Permintaan program naturalisasi itu mendapatkan lampu hijau dari seluruh anggota Komite Eksekutif PSSI. Sebagai informasi, Shin Tae-yong mulai bekerja sebagai pelatih Timnas Indonesia sejak 1 Januari 2020.
"Diputuskan bisa, lalu kita minta naturalisasi yang tidak melanggar aturan FIFA. Keluarlah nama-nama pemain keturunan yang kita tahu sekarang," jelas Hasani.
Ada tiga nama yang saat ini sedang diusahakan naturalisasinya. Mereka adalah Jordi Amat, Sandy Walsh, dan Shayne Pattynama.
Berburu Pemain ke Eropa

Setelah adanya permintaan dari Shin Tae-yong itu, Hasani langsung menghubungi koleganya di Eropa. Ia mencari informasi mengenai para pemain keturunan dan menemui mereka.
"Saya langsung kontak teman di Eropa, lalu muncul nama-nama lain," tandasnya.
Hasani kemudian menjelaskan pentingnya program naturalisasi. Terlebih lagi, program ini muaranya agar membuat Timnas Indonesia berprestasi di kancah internasional.
Sepak Bola Lokomotif Olahraga di Indonesia

Hasani yang lama tinggal di Amerika Serikat kemudian memberikan contoh apa yang terjadi di Negeri Paman Sam. Yang utama adalah mengenai industri olahraga Hoki Es di negara tersebut.
Sebelum meraih medali emas di ajang Olimpiade Musim Dingin 1960, Hoki Es sebenarnya tidak terlalu populer di Amerika Serikat. Namun, setelah Timnas Hoki Es mereka meraih medali emas di Olimpiade Musim Dingin 1960, semuanya berubah.
Hoki Es langsung membentuk liga yang kompetitif. Sampai saat ini, Hoki Es menjadi salah satu olahraga favorit di Amerika Serikat.
Hasani menyebut hal itu bisa terjadi di Indonesia ketika Timnas Indonesia meraih prestasi, otomatis industri sepak bola semakin maju, dan olahraga lain juga demikian.
"Saya mengatakan sepak bola itu sebagai lokomotif industri olahraga di Tanah Air. Jika sepak bola berprestasi, yang lain bisa ikut, apalagi euforia di sepak bola sudah luar biasa," tandasnya.
Disadur dari: Bola.com/Hery Kurniawan/Rizki Hidayat, 17 Juli 2022
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Membayangkan Fabregas Dilatih Kurniawan Dwi Yulianto di Como: Main Jelek, Keplak!
- Nostalgia Ketika Timnas Indonesia U-16 Juara Piala AFF U-16 dan Bagus Kahfi menjadi Top Skor
- Cerita Bagus Kahfi Batal Terbang ke LA Galaxy Akibat Cedera
- Final Piala AFF U-19 2022: Pelatih Laos 'Senggol' Suporter Timnas Indonesia, Minta Dukungan Lawan Ma
- 3 Pemain yang Berpotensi Menjadi Bintang Timnas Indonesia U-16 di Piala AFF U-16 2022
- Catat! Inilah Sisa Jadwal Lengkap Timnas Indonesia Sepanjang Tahun 2022
- Persiapan Timnas Indonesia U-16 untuk Piala AFF U-16 2022: Latihan Intensif, Adaptasi Main Malam
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Rodri Usung Target Juara Liga Champions di Barcelona, tapi Bisakah Ini Diwujudkan?
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 10:09
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Rodri Tiba di Barcelona, Langusng Tegaskan Ambisi Juara Liga Champions
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:36
-
Raphinha Diproyeksikan Jadi Kapten Utama Barcelona
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:32
-
3 Pemimpin Real Madrid yang Bisa Jadi Tumpuan Utama di Era Mourinho
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:18
-
Manchester United, Bruno Fernandes, dan Sebuah Tawaran dari Galatasaray
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:33
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR