
Bola.net - Setelah menang 2-0 atas Mauritania, Timnas Indonesia Indonesia sudah ditunggu Kurdistan dalam babak lanjutan Al Nakhbah International Tournament di Palestina, Sabtu (19/5).
Sebagai laga penentuan, Irfan Bachdim dan kawan-kawan harus tampil habis-habisan untuk merebut kemenangan. Jika berhasil memetik kemenangan, tim Merah-Putih berhak melaju ke semifinal melawan best runner-up pada Senin (21/5).
“Sekarang kita fokus ke pertandingan kedua melawan Kurdistan. Fisik mereka lebih kuat dan serangan mereka juga teratur. Semoga anak-anak bisa cepat menjalani recovery untuk menjalani laga itu nanti,” terang Manajer Timnas Senior, Ramadhan Pohan, kepada para wartawan di Jakarta.
Dalam pertandingan perdana, Timnas menang 2-0 atas Mauritania. Dengan hasil tersebut, Indonesia berada di peringkat kedua, hanya kalah selisih gol dari Kurdistan yang sebelumnya mampu mengalahkan Mauritania 3-1.
Meski dinilai bermain dengan tempo lambat di babak pertama, timnas menorehkan dua gol melalui skema serangan balik yang cepat. Dua gol tersebut diciptakan penyerang Hendra Adi Bayou setelah menerima umpan matang dari Titus Bonai pada menit ke-20. Lima menit berselang, timnas kembali unggul setelah bek Mauritania, Yocoub, menciptakan gol bunuh diri.
Di babak kedua, pola permainan tim asuhan Nil Maizar tersebut tidak terlalu berubah. Sebaliknya, Mauritania lebih banyak melakukan kreasi serangan. Beruntung, hingga peluit berbunyi panjang, skor 2-0 untuk keunggulan Irfan Bachdim dan kawan-kawan tetap bertahan.
“Kemenangan tersebut menjadi motivasi kami untuk terus meraih kemenangan. Beruntung, dalam laga perdana tidak ada pemain yang cedera. Kami akan turun dengan kekutan penuh dan siap untuk kembali memetik poin. Hendra Bayou bermain bagus karena mampu mengatasi tekanan pertandingan. Memang, kebanyakan pemain baru kali ini di timnas dan menjalani debut internasionalnya. Pemain senior Irfan dan Tibo untungnya mampu menjaga irama permainan timnas,” sambung Pohan.
Lebih jauh, Ramadhan Pohan menilai, salah satu kunci keberhasilan timnas meraih poin penuh dalam laga tersebut karena para pemain dapat menerapkan instruksi pelatih dengan baik. Namun, politisi Partai Demokrat tersebut tetap meminta agar permainan timnas di laga keduanya nanti bisa lebih baik.
“Para pemain diminta menerapkan permainan cepat menyerang, lugas, dan sigap bertahan. Ini terbukti sukses, walaupun secara fisik jelas berat,” tuturnya.
Di bagian lainnya, Pohan menerangkan jika Kurdistan berbeda dengan sebagai Irak. Sehingga, informasi yang berkembang bahwa Kurdistan merupakan Irak dan sebaliknya, dibantah Politikus asal Partai Demokrat tersebut.
Dilanjutkannya, Kurdistan bahkan belum terdaftar sebagai anggota FIFA selaku badan sepakbola tertinggi di dunia.
Kurdistan dan Irak memang masih saling terpaut. Kurdistan adalah tanah asal orang-orang Suku Kurdi, salah satu etnis di Irak, yang menjadi wilayah otonomi di Irak bagian utara. Meskipun demikian, Kurdistan mempunyai pemerintahan, bahasa, bendera, dan lambang negara sendiri yang berbeda dengan Irak. Ibukota Kurdistan terletak di Arbil, sedangkan Irak di Baghdad.
Kurdistan dan Irak mempunyai perbedaan yang cukup mencolok soal prestasi. Irak menempati urutan ke-72 FIFA, sedangkan peringkat Kurdistan tidak tercatat karena belum terdaftar sebagai anggota resmi FIFA.
Begitu pun soal prestasi yang ditorehkan kedua negara tersebut. Irak pernah tampil di putaran final Piala Dunia 1986 di Meksiko. Irak juga menjadi salah satu macan Asia yang pernah menyabet gelar juara Piala Asia tahun 2007, merebut medali emas Asian Games 1982 dan medali perak Asian Games 2006, dan menjuarai sejumlah turnamen bergengsi di Timur Tengah.
Kondisi sebaliknya, Kurdistan belum pernah mencicipi ajang besar, bahkan di level Asia sekalipun. Negara yang baru aktif bersepakbola pada 2006 ini hanya beberapa kali mengikuti turnamen semenjana semacam Viva World Cup (Piala Dunia yang diikuti oleh negara-negara non FIFA), dan turnamen-turnamen kecil lainnya, termasuk Al Nakhbah International Tournament yang juga bukan termasuk agenda FIFA. (bola/esa)
Sebagai laga penentuan, Irfan Bachdim dan kawan-kawan harus tampil habis-habisan untuk merebut kemenangan. Jika berhasil memetik kemenangan, tim Merah-Putih berhak melaju ke semifinal melawan best runner-up pada Senin (21/5).
“Sekarang kita fokus ke pertandingan kedua melawan Kurdistan. Fisik mereka lebih kuat dan serangan mereka juga teratur. Semoga anak-anak bisa cepat menjalani recovery untuk menjalani laga itu nanti,” terang Manajer Timnas Senior, Ramadhan Pohan, kepada para wartawan di Jakarta.
Dalam pertandingan perdana, Timnas menang 2-0 atas Mauritania. Dengan hasil tersebut, Indonesia berada di peringkat kedua, hanya kalah selisih gol dari Kurdistan yang sebelumnya mampu mengalahkan Mauritania 3-1.
Meski dinilai bermain dengan tempo lambat di babak pertama, timnas menorehkan dua gol melalui skema serangan balik yang cepat. Dua gol tersebut diciptakan penyerang Hendra Adi Bayou setelah menerima umpan matang dari Titus Bonai pada menit ke-20. Lima menit berselang, timnas kembali unggul setelah bek Mauritania, Yocoub, menciptakan gol bunuh diri.
Di babak kedua, pola permainan tim asuhan Nil Maizar tersebut tidak terlalu berubah. Sebaliknya, Mauritania lebih banyak melakukan kreasi serangan. Beruntung, hingga peluit berbunyi panjang, skor 2-0 untuk keunggulan Irfan Bachdim dan kawan-kawan tetap bertahan.
“Kemenangan tersebut menjadi motivasi kami untuk terus meraih kemenangan. Beruntung, dalam laga perdana tidak ada pemain yang cedera. Kami akan turun dengan kekutan penuh dan siap untuk kembali memetik poin. Hendra Bayou bermain bagus karena mampu mengatasi tekanan pertandingan. Memang, kebanyakan pemain baru kali ini di timnas dan menjalani debut internasionalnya. Pemain senior Irfan dan Tibo untungnya mampu menjaga irama permainan timnas,” sambung Pohan.
Lebih jauh, Ramadhan Pohan menilai, salah satu kunci keberhasilan timnas meraih poin penuh dalam laga tersebut karena para pemain dapat menerapkan instruksi pelatih dengan baik. Namun, politisi Partai Demokrat tersebut tetap meminta agar permainan timnas di laga keduanya nanti bisa lebih baik.
“Para pemain diminta menerapkan permainan cepat menyerang, lugas, dan sigap bertahan. Ini terbukti sukses, walaupun secara fisik jelas berat,” tuturnya.
Di bagian lainnya, Pohan menerangkan jika Kurdistan berbeda dengan sebagai Irak. Sehingga, informasi yang berkembang bahwa Kurdistan merupakan Irak dan sebaliknya, dibantah Politikus asal Partai Demokrat tersebut.
Dilanjutkannya, Kurdistan bahkan belum terdaftar sebagai anggota FIFA selaku badan sepakbola tertinggi di dunia.
Kurdistan dan Irak memang masih saling terpaut. Kurdistan adalah tanah asal orang-orang Suku Kurdi, salah satu etnis di Irak, yang menjadi wilayah otonomi di Irak bagian utara. Meskipun demikian, Kurdistan mempunyai pemerintahan, bahasa, bendera, dan lambang negara sendiri yang berbeda dengan Irak. Ibukota Kurdistan terletak di Arbil, sedangkan Irak di Baghdad.
Kurdistan dan Irak mempunyai perbedaan yang cukup mencolok soal prestasi. Irak menempati urutan ke-72 FIFA, sedangkan peringkat Kurdistan tidak tercatat karena belum terdaftar sebagai anggota resmi FIFA.
Begitu pun soal prestasi yang ditorehkan kedua negara tersebut. Irak pernah tampil di putaran final Piala Dunia 1986 di Meksiko. Irak juga menjadi salah satu macan Asia yang pernah menyabet gelar juara Piala Asia tahun 2007, merebut medali emas Asian Games 1982 dan medali perak Asian Games 2006, dan menjuarai sejumlah turnamen bergengsi di Timur Tengah.
Kondisi sebaliknya, Kurdistan belum pernah mencicipi ajang besar, bahkan di level Asia sekalipun. Negara yang baru aktif bersepakbola pada 2006 ini hanya beberapa kali mengikuti turnamen semenjana semacam Viva World Cup (Piala Dunia yang diikuti oleh negara-negara non FIFA), dan turnamen-turnamen kecil lainnya, termasuk Al Nakhbah International Tournament yang juga bukan termasuk agenda FIFA. (bola/esa)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Visa Terganjal, Okto-Pahabol Absen Lawan Kurdistan Irak
Tim Nasional 19 Mei 2012, 20:40
-
Bidik Semifinal, Timnas Siap Kalahkan Kurdistan
Tim Nasional 19 Mei 2012, 08:15
-
Ramadhan: Tes Pertama Sukses Dilalui Timnas Indonesia
Tim Nasional 18 Mei 2012, 09:00
-
Review: Awal Manis Garuda di Palestina
Tim Nasional 17 Mei 2012, 23:30
-
Tim Nasional 17 Mei 2012, 23:20

LATEST UPDATE
-
5 Pertanyaan Besar untuk Real Madrid
Liga Spanyol 21 Agustus 2026, 13:18
-
Michael Carrick Bantah Klaim Manchester United Dapat Start Mudah di Premier League
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 13:14
-
Jadwal Serie A Pekan Ini, 22-25 Agustus 2026
Liga Italia 21 Agustus 2026, 12:32
-
Siapa Kapten Ideal Real Madrid di Era Mourinho?
Liga Spanyol 21 Agustus 2026, 12:11
-
Pemain-pemain Berkaki Cepat di Premier League Musim Ini
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 11:13
-
Arda Guler, Perkembangan Kecilnya Bisa Beri Dampak Besar pada Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 21 Agustus 2026, 09:47
-
Diego Moreira: Ambisi, Target, dan Karakter Sang Pemain Baru AC Milan
Liga Italia 21 Agustus 2026, 07:39
-
AS Roma Cetak Sejarah Unik Usai Rodrigo Mora Kenakan Nomor 86
Liga Italia 21 Agustus 2026, 07:31
-
Juventus Tetapkan Bek Sayap sebagai Prioritas Transfer Terakhir
Liga Italia 21 Agustus 2026, 07:20
-
Atletico Madrid Nego Nicolas Jackson, Chelsea Ingin Jual Permanen
Liga Spanyol 21 Agustus 2026, 06:56
-
Carlos Baleba Belum Deal, Manchester United Harus Naikkan Tawaran
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 06:51
-
Arsenal Dapat Lampu Hijau dari Atletico, tapi Julian Alvarez Prioritaskan Barcelona
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 06:45
-
Liverpool Dapat Angin Segar dalam Perburuan Bradley Barcola
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 06:40
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR