
Bola.net - Mantan pelatih Timnas Indonesia U-16 dan U-19, Fakhri Husaini mengobrol banyak mengenai drama di luar pertandingan sepak bola. Obrolan ini terjadi dalam channel YouTube Hanif & Rendy Show.
Cerita ini tentang pengkhianatan di sepak bola. Jawaban bermula dari pertanyaan mengenai Fakhri yang dianggap sukses ketika menjadi pemain.
Secara terus terang, pria berusia 54 tahun ini tak menganggap dirinya sebagai pemain yang sukses di zamannya. Masih lebih banyak pesepakbola yang mampu mengoleksi prestasi mumpuni.
Sebaliknya, Fakhri hanya ingin disebut sebagai pemain yang meninggalkan jejak positif di lapangan hijau. Tidak pernah melakukan pengkhianatan kepada sepak bola itu, baik dari sisi fair play maupun penonton yang sudah banting tulang membeli tiket pertandingan.
"Saya lebih menempatkan diri sebagai pemain yang bisa memberi hiburan kepada orang-orang banyak. Mungkin dengan mainnya saya, dengan sportivitas, dan gol-gol yang saya buat," ujar Fakhri.
"Saya hanya betul-betul menikmati sepak bola dan tidak pernah mengkhianati sepak bola. Saya tidak pernah mengkhianatinya. Artinya saya tidak akan pernah melakukan itu, baik sebagai pemain maupun pelatih," katanya menambahkan.
Menurut Fakhri, godaan saat menjadi pemain begitu banyak. Tidak hanya datang sekali atau dua kali. Termasuk ketika menjadi pelatih. Godaannya sangat besar dan massif.
"Sepak bola itu adalah profesi yang mulia, sama seperti dokter, insinyur, dan lain-lain. Kita bekerja betul-betul dengan tenaga dan pikiran, bahkan darah dan air mata," ucap Fakhri.
"Sebagai pelatih saya juga pernah diminta secara terang-terangan di BFC (Bontang FC). Di musim terakhir BFC saat pengelolaan diserahkan kepada Pemkot Bontang, terang-terangan pengurus datang. Dan saya terang-terangan juga menolak. Tapi siapa yang menjamin penolakan saya itu juga diikuti semua pemain?" tambahnya.
Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.
Gunakan Bakat Sebaik-baiknya
Semua godaan yang ada di sepak bola itu membuat Fakhri memberi pesan kepada para pemain sepak bola. Termasuk pelatih dan pengurus.
"Gunakanlah bakat sepak bola itu untuk kebaikan, kalau misalnya untuk mencari nafkah, carilah nafkah dengan cara yang halal lewat sepak bola," tutur Fakhri.
Fakhri pun mengaku tidak ingin melihat kemuliaan sepak bola rusak karena ulah oknum yang tidak mampu menahan godaan. "Saya sudah pernah mengalami, ditawar dan ini itu. Makanya saya omong seperti ini," imbuhnya.
(Bola.net/Fitri Apriani)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bima Sakti Siapkan Tiga Kota untuk Gelar TC Timnas Indonesia U-16
Tim Nasional 22 Juni 2020, 21:28
-
Fakhri Husaini: Saya Dulu Bukan Pemain yang Sukses, Jauh dari Sempurna
Tim Nasional 22 Juni 2020, 18:14
-
Cerita Fakhri Husaini: Sering Dapat Bisikan Setan untuk Berkhianat
Tim Nasional 22 Juni 2020, 17:49
LATEST UPDATE
-
Bukannya Senang, Para Pemain MU Bete Dapat Libur 3 Pekan
Liga Inggris 10 April 2026, 16:09
-
Nonton Live Streaming Semifinal Piala AFF Futsal 2026: Indonesia vs Vietnam
Tim Nasional 10 April 2026, 16:00
-
Singkirkan Arsenal dari FA Cup, Bintang Muda Southampton Ini Masuk Radar MU
Liga Inggris 10 April 2026, 15:58
-
Real Madrid vs Girona: Misi Wajib Menang El Real Demi Kejar Barcelona!
Liga Spanyol 10 April 2026, 15:12
-
3 Alasan MotoGP Sulit Terapkan Pembalap Cadangan Permanen Seperti Formula 1
Otomotif 10 April 2026, 14:56
-
Arsenal vs Bournemouth: Jangan Sampai Terpeleset, Gunners!
Liga Inggris 10 April 2026, 14:52
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV dan Vidio, 11-14 April 2026
Liga Inggris 10 April 2026, 14:33
-
Tempat Menonton Semifinal Piala AFF Futsal 2026: Indonesia vs Vietnam
Tim Nasional 10 April 2026, 14:00
LATEST EDITORIAL
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25

























KOMENTAR