
Bola.net - Saat ini, banyak pesepak bola Indonesia yang meniti karier di luar negeri. Ada sedikitnya 24 pemain yang tersebar di Asia hingga Eropa.
Menariknya, hanya dua yang berlabel 'pemain keturunan', yakni Elkan Baggott dan Nyoman Paul Aro. Tidak ada satupun di antara 24 pemain tersebut yang merupakan naturalisasi seperti Victor Igbonefo atau Ilija Spasojevic.
Perseberannya pun cukup merata, yakni di Asia dan Eropa. Agustinus Wiranto dan Edi Rintoko menjadi dua dari sekian nama yang berkarier di Asia. Keduanya bermain untuk Inter Taoyuan, klub Taiwan.
Masih di Asia, ada Ali Syahrial Tampo yang bermain di Al-Gharafa (Qatar), Natanel Siringoringo di Kelantan FA (Malaysia), dan Saddil Ramdani yang masih tarik ulur dengan Sabah FA (Malaysia). Mohammad Ali Rahman juga satu klub dengan Ali Syahrial.
Beberapa pemain lain tersebar di Qatar, Jepang, Korea Selatan, dan Timor Leste. Sisanya tersebar merata di daratan Eropa, mulai dari Belanda, Inggris, Slovakia, hingga Bosnia & Herzegovina.
Imam Zakiri berkarier di Spanyol, sementara Brylian Aldama merumput bersama tim Kroasia, NK Pomorac 1921. Kelana Noah Mahessa saat ini bermain untuk tim Jerman, Frechen 20, sedangkan Nyoman Paul Aro masih bertahan di Skovde Aik, klub asal Swedia.
Pratama Arhan Menyusul?

Pratama Arhan memiliki keinginanan untuk bisa berkarier di luar negeri. Tim impiannya adalah salah satu raksasa Inggris saat ini, Manchester City.
"Inginnya ya ke luar negeri, sih, tapi belum tahu juga soalnya agen saya yang urus itu," ujar Arhan.
"Ya kalau saya pengennya ke tim impian saya, Manchester City," lanjutnya.
Manchester City tentu bukan target yang mungkin untuk dicapai oleh Arhan dalam waktu dekat ini. Klub yang diasuh Pep Guardiola itu punya level yang berbeda.
Level yang rasanya masih akan sulit untuk dijangkau pemain Indonesia, bahkan kebanyakan pemain Asia saat ini. Hal itu membuat Arhan tak masalah untuk memulai kariernya di luar negeri dengan bergabung di klub yang punya level lebih rendah dari klub-klub di Inggris.
"Saya enggak masalah kalau mulai main di luar negerinya di Korea," lanjutnya.
Belakangan ada satu klub Korea Selatan yang dikabarkan berminat memboyong Pratama Arhan. Klub itu bernama Daejon Hana Citizen.
Namun, Arhan mengaku belum tahu soal hal itu. Ia menyerahkan sepenuhnya urusan pemilihan klub kepada agennya.
"Kurang tahu, mungkin hanya rumor itu," tandasnya.
PSIS Dukung Alfeandra Dewangga

Rumor dan tanda tanya mungkin menjadi santapan sehari-hari duo pertahanan PSIS Semarang, Pratama Arhan dan Alfeandra Dewangga. Keduanya hampir setiap hari dirumorkan hengkang dari PSIS Semarang menuju klub luar negeri.
"Jadi memang Arhan dan Dewangga setiap hari menimbulkan rumor dan hal baru di sepak bola nasional. Faktanya, kedua pemain ini masih terikat kontrak hingga 2023," jelas Yoyok Sukawi kala ditemui di Kuta, Bali.
Satu yang pasti, manajemen PSIS Semarang hanya rela jika keduanya dilepas dan bermain di klub asal Korea Selatan, Jepang, atau Eropa.
"Jika dari tiga negara ini, kami ikhlas melepas mereka agar bisa menimba ilmu dan berkembang," ucap Yoyok Sukawi.
"Tentu saja apa yang mereka dapatkan di sana, untuk bangsa dan negara. Untuk Timnas Indonesia. Sekali lagi, kalau untuk tawaran dari klub lokal atau Asia Tenggara, kami tidak akan melepasnya," lanjut CEO PSIS Semarang itu.
Pemain Naturalisasi Segara Tambah Daftar Panjang

Sejak November 2021, PSSI menggagas rencana naturalisasi empat pemain keturunan di Eropa. Program itu digodok demi memenuhi permintaan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.
Empat pemain berdarah Indonesia di Eropa yang disodorkan Shin Tae-yong ke PSSI adalah Sandy Walsh, Jordi Amat, Mees Hilgers, dan Kevin Diks.
Belakangan, Diks diganti oleh Ragnar Oratmangoen karena bentrok posisi dengan Walsh. Keduanya sama-sama bermain sebagai bek sayap kanan.
"Saya orangnya tidak suka sesuatu yang tidak terukur. Semuanya saya kerjakan berdasarkan ukuran, tapi pasti. Saya tidak punya pengalaman soal ini," papar Hasani ketika dihubungi Bola.com.
"Saya baru pertama kali terjun mengurus hal yang seperti ini. Ribetnya biasanya mengumpulkan dokumen. Kadang ada kurang yang ini, kurang yang itu. Menurut mereka sudah cukup, tapi menurut persyaratan kurang."
"Kami tidak tahu yang mana yang kurang sejauh ini. Menurut kami sudah oke. Itu kan lama. Terkadang, dokumennya tidak mereka miliki. Yang punya kakek atau neneknya dan tidak satu rumah," jelas Hasani.
Daftar Lengkap

Kiper:
- Ryu Nugraha - AC Nagano Parceiro (Jepang)
- Wahyu Sury Pratama - Assalam FC (Timor Leste)
- Cyrus Margono - Panathinaikos B (Yunani).
Bek:
- Elkan Baggot - Ipswich Town U23 (Inggris)
- Asnawi Mangkualam - Ansan Greeners FC (Korsel)
- Nur Yufa - Zeljesnicar Banja Luka U19 (Bosnia-Herzegovina)
- Nyoman Paul Aro - Skovde Aik (Swedia)
- Andi Pangestu -Zeljesnicar Banja Luka (Bosnia-Herzegovina).
Gelandang:
- Brylian Aldama - NK Pomorac 1921 (Kroasia)
- Imam Zakiri - CP Villarrobledo (Spanyol)
- Ali Syahrial Tampo - Al-Gharafa (Qatar)
- Natanel Siringoringo - Kelantan FA (Malaysia)
- Saddil Ramdani - Sabah FA (Malaysia)
- Iner Sontany Putra - Zeljesnicar Banja Luka (Bosnia-Herzegovina)
- David Maulana - NK Pomorac 1921 (Kroasia)
- Kelana Noah Mahessa - Frechen 20 (Jerman)
- Witan Sulaiman - Lechia Gdansk (Polandia)
- Mohammad Ali Rahman - Al Gharafa (Qatar)
- Khuwailid Mustafa - Qatar SC (Qatar).
Penyerang:
- Bagus Kahfi - Jong Ultrech (Belanda)
- Syaffarizal Mursalin - Al-Mesaimeer (Qatar)
- Agustinus Wiranto - Inter Taoyuan (Taiwan)
- Edi Rintoko - Inter Taoyuan (Taiwan)
- Egy Maulana Vikri - FK Senica (Slovakia)
- Bryan Fatih - Oxford United FC U18 (Inggris)
- Ronald Sesmot - FK Kozara Gradiska (Bosnia).
Pelatih:
- Kurniawan Dwi Yulianto - Como FC (Italia) / Assisten Pelatih.
Disadur dari: Bola.com/Gregah Nurikhsani
Published: 15 Januari 2022
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Besok, Egy Maulana Vikri Perpanjang Kontrak dengan FK Senica?
- PSSI Masih Cari Lawan Uji Coba untuk Timnas Indonesia
- PSSI Targetkan Naturalisasi 4 Pemain Eropa Rampung Sebelum Kualifikasi Piala Asia 2023
- Sudah Ada di Bali, Shin Tae-yong akan Gelar TC Timnas Indonesia Bulan Ini
- Selain Asnawi dan Elkan Baggott, Siapa Pemain Timnas Indonesia yang Bisa Absen di Piala AFF U-23?
- Kode Misterius 'W' Dari FK Senica, Mau Rekrut Siapa sih? Wijay Apa Witan?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Daftar Pemain Indonesia yang Saat Ini Meniti Karier di Luar Negeri
Tim Nasional 16 Januari 2022, 03:07
-
Besok, Egy Maulana Vikri Perpanjang Kontrak dengan FK Senica?
Tim Nasional 15 Januari 2022, 22:32
-
PSSI Masih Cari Lawan Uji Coba untuk Timnas Indonesia
Tim Nasional 15 Januari 2022, 19:29
-
Sudah Ada di Bali, Shin Tae-yong akan Gelar TC Timnas Indonesia Bulan Ini
Tim Nasional 14 Januari 2022, 14:16
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Arsenal vs Liverpool: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 9 Januari 2026, 00:30
-
Kekuatan Pemain Lokal Bicara: Bhayangkara Presisi Awali Proliga 2026 dengan Kemenangan
Voli 8 Januari 2026, 23:17
-
Bandung BJB Tandamata Mengawali Proliga 2026 dengan Tekad Juara yang Kembali Menyala
Voli 8 Januari 2026, 22:08
-
Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
Basket 8 Januari 2026, 22:02
-
Proliga 2026: Popsivo Polwan Tetap Lakukan Evaluasi Meski Sukses Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 21:43
-
Hasil Proliga 2026: Juara Bertahan Bhayangkara Presisi Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 20:47
-
Antoine Semenyo Mendarat di Manchester, Segera Resmi Jadi Pemain Anyar Man City
Liga Inggris 8 Januari 2026, 20:32
-
Ini PR Disiplin Chelsea yang Harus Dilihat Oleh Pelatih Baru Liam Rosenior
Liga Inggris 8 Januari 2026, 19:57
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR