Edy Rahmayadi Soal Pemain Naturalisasi di Timnas Indonesia: Penduduk Kita 278 Juta Lho, Maksimalkan Grassroots Dong

Bola.net - Gencarnya langkah PSSI saat ini dalam menaturalisasi pemain keturunan untuk Timnas Indonesia mendapat sorotan dari Edy Rahmayadi. Mantan Ketua Umum PSSI itu menyarankan agar program tersebut dievaluasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, PSSI memang sedang gencar-gencarnya mencari pemain keturunan atau diaspora untuk dinaturalisasi. Timnas Indonesia saat ini pun diperkuat oleh sejumlah pemain naturalisasi.
"Indonesia yang berpenduduk 278 juta jiwa, menaturalisasi pemain dari negara yang berpenduduk 28 juta. Ini perlu dievaluasi," ujar Edy dinukil dari Antara.
"Sekolah-sekolah sepak bola seharusnya diperbanyak. Kalau bisa, satu desa satu lapangan. Sekarang saya melihat lebih banyak tempat jualan daripada lapangan," imbuh Edy.
Maksimalkan Ratu Tisha

Edy menganjurkan PSSI untuk memaksimalkan kompetensi Ratu Tisha Destria sebagai Wakil Ketua PSSI untuk merumuskan konsep sepak bola ke akar rumput.
"Ratu Tisha mempunyai konsep yang cukup bagus. Saya yakin sekali kalau konsep Tisha dilaksanakan sampai ke tingkat provinsi, akan banyak pemain bagus yang dihasilkan," jelasnya.
Pada Januari 2017, Edy sempat mengeluhkan sedikitnya jumlah pesepak bola di Indonesia yang hanya menyentuh 67 ribu atau 0,026 persen dari jumlah penduduk Indonesia pada saat itu.
Cari Pemain Susah

Dia membandingkan Belanda yang memiliki 1,2 juta pemain atau 6,8 persen dari populasi dan Spanyol yang mempunyai 1 juta pemain atau 46,8 persen dari jumlah penduduk.
Edy, yang berstatus sebagaI pembina PSMS Medan, mencontohkan bagaimana susahnya timnya mencari pemain berkualitas untuk berkompetisi di Liga 2. Pihaknya sampai harus jemput bola hingga ke Pulau Jawa.
"Saat ini susah sekali mencari pemain sepak bola. Contohnya, untuk PSMS di Liga 2, saya harus mencari pemain sampai ke Jawa Timur, Jawa Barat," ungkap Edy.
"Itu pun harus berebut. Begitulah sulitnya mencari atlet sepak bola ini. Kompetisi itu gol dari pembinaan," tutur eks Gubernur Sumatera Utara untuk periode 2018-2023 tersebut.
Beda Naturalisasi di Zaman Edy Rahmayadi dan Erick Thohir

Ketika Edy masih menjadi Ketua PSSI, sedikitnya empat pemain naturalisasi aktif memperkuat Timnas Indonesia. Keempatnya adalah Stefano Lilipaly, Alberto Goncalves, Ilija Spasojevic, dan Ezra Walian.
Sementara, PSSI sekarang yang dipimpin Erick Thohir sejak setahun yang lalu, telah menaturalisasi lima pemain yang meliputi Shayne Pattynama, Ivar Jenner, Rafael Struick, Justin Hubner, dan Jay Idzes.
Saat ini, PSSI masih memproses naturalisasi empat pemain. Keempatnya ialah Nathan Tjoe-A-On, Ragnar Oratmangoen, Thom Haye, dan Maarten Paes.
Namun, sejak era Erick Thohir, PSSI hanya menaturalisasi pemain yang berlabel diaspora alias mempunyai darah Indonesia, namun maksimal dari kakek atau neneknya demi menyesuaikan dengan Statuta FIFA.
Disadur dari: Bola.com (Muhammad Adi Yaksa, Wiwig Prayugi) 15 Februari 2024
Jangan Lewatkan!
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Daftar WAGs Timnas Brasil di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Mei 2026, 06:06
-
Xabi Alonso dan Taktik yang Bisa Mengubah Wajah Chelsea
Liga Inggris 21 Mei 2026, 01:00
-
Link Live Streaming Final Liga Europa: Freiburg vs Aston Villa
Liga Eropa UEFA 21 Mei 2026, 00:20
-
AC Milan Diminta Penuhi 4 Jaminan agar Modric Bertahan
Liga Italia 20 Mei 2026, 23:22
-
Luka Modric Siap Main di Laga Terakhir AC Milan Musim Ini
Liga Italia 20 Mei 2026, 23:16
-
Rafael Leao Dianggap Tak Layak ke Piala Dunia 2026
Piala Dunia 20 Mei 2026, 23:05
-
Bisakah Juventus Datangkan Bernardo Silva Tanpa Liga Champions?
Liga Italia 20 Mei 2026, 21:58
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25






















KOMENTAR