
Bola.net - Bergabungnya Oktovianus Maniani dan Titus Bonai dengan Timnas Indonesia disambut dengan gembira oleh manajemen timnas. Menurut mereka, langkah yang diambil oleh duet pemain asal Papua ini merupakan hal yang sangat berharga bagi bangsa ini.
"Kami sangat bahagia dan menghargai langkah mereka berdua untuk bergabung dengan Timnas. Yang jelas, mereka adalah orang-orang terbaik yang sangat layak untuk memperkuat Timnas," ungkap Direktur Operasional Timnas, Ferry Kodrat.
Karena itu jugalah, Ferry mengaku heran dengan kabar yang mengatakan ada sejumlah pihak yang akan menggugat langkah Okto dan Tibo yang memutuskan untuk membela Timnas itu. "Saya tidak paham, apa yang harus digugat dari keputusan seseorang untuk membela Timnas. Bukankah membela bangsa itu merupakan hak setiap warga negara?" tanyanya.
Sejauh ini, Ferry menambahkan, bahwa dirinya belum mengetahui keseriusan gugatan tersebut, apakah hanya gertak sambal atau memang bakal dilakukan. Namun, dia mengatakan bahwa ini bukanlah domain dari manajemen Timnas. "Apabila memang ada gugatan seperti ini nanti, bukan wilayah kami. Ini merupakan wilayah PSSI," terangnya.
Ferry sendiri juga yakin bahwa Okto maupun Tibo sudah memikirkan langkah yang mereka ambil ini, termasuk konsekuensi yang harus mereka tanggung apabila memutuskan untuk membela Timnas. "Saya yakin, mereka telah memikirkan semuanya, termasuk konsekuensi yang harus mereka terima. Sebagai pemain profesional, mereka pasti sudah menimbang langkah-langkah yang mereka ambil," Ferry menjelaskan.
"Dan, saya berterima kasih, bahwa ada langkah nyata yang dilakukan oleh Okto dan Tibo untuk membela nama bangsa." (den/end)
"Kami sangat bahagia dan menghargai langkah mereka berdua untuk bergabung dengan Timnas. Yang jelas, mereka adalah orang-orang terbaik yang sangat layak untuk memperkuat Timnas," ungkap Direktur Operasional Timnas, Ferry Kodrat.
Karena itu jugalah, Ferry mengaku heran dengan kabar yang mengatakan ada sejumlah pihak yang akan menggugat langkah Okto dan Tibo yang memutuskan untuk membela Timnas itu. "Saya tidak paham, apa yang harus digugat dari keputusan seseorang untuk membela Timnas. Bukankah membela bangsa itu merupakan hak setiap warga negara?" tanyanya.
Sejauh ini, Ferry menambahkan, bahwa dirinya belum mengetahui keseriusan gugatan tersebut, apakah hanya gertak sambal atau memang bakal dilakukan. Namun, dia mengatakan bahwa ini bukanlah domain dari manajemen Timnas. "Apabila memang ada gugatan seperti ini nanti, bukan wilayah kami. Ini merupakan wilayah PSSI," terangnya.
Ferry sendiri juga yakin bahwa Okto maupun Tibo sudah memikirkan langkah yang mereka ambil ini, termasuk konsekuensi yang harus mereka tanggung apabila memutuskan untuk membela Timnas. "Saya yakin, mereka telah memikirkan semuanya, termasuk konsekuensi yang harus mereka terima. Sebagai pemain profesional, mereka pasti sudah menimbang langkah-langkah yang mereka ambil," Ferry menjelaskan.
"Dan, saya berterima kasih, bahwa ada langkah nyata yang dilakukan oleh Okto dan Tibo untuk membela nama bangsa." (den/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Delegasi AFC Pantau Kesiapan Riau di AFC Cup U-22
Bola Indonesia 15 Mei 2012, 19:30
-
Bima Sakti: PSSI Tidak Berlaku Adil
Bola Indonesia 15 Mei 2012, 18:00
-
Ke Palestina, PSSI tak Jelaskan Asal-Usul Paspor Titus Bonai
Tim Nasional 15 Mei 2012, 14:35
-
Lelang Jersey Bertajuk Final Champions Tribute to Abdul Kadir
Bolatainment 15 Mei 2012, 13:59
-
Bob Hippy: Ingin Bela Nama Bangsa, Seharusnya tak Dilarang
Tim Nasional 15 Mei 2012, 12:00
LATEST UPDATE
-
Eksklusif Match: Persebaya vs Persik Live Streaming di Vidio
Bola Indonesia 22 Mei 2026, 19:31
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25
























KOMENTAR