
Bola.net - Pengamat sepak bola nasional, Tommy Welly, angkat bicara soal sosok pelatih Timnas Indonesia. Menurut pria yang karib disapa Towel ini, ada sosok yang memiliki prestasi lebih bagus ketimbang Pelatih Timnas Indonesia saat ini, Shin Tae-yong.
Dalam siniar di kanal Sportify Indonesia, Towel berkisah tentang pengalamannya bercukur di tukang pangkas rambut langganannya. Waktu itu, tukang pangkas rambut langganannya bertanya apakah ada sosok pelatih Timnas Indonesia yang lebih bagus ketimang Shin Tae-yong.
"Ada. Kalau ukuran prestasi, pelatih tim nasional Bertje Matulapelwa," ucap Towel menirukan jawabannya waktu itu.
"Pada 1986 Semifinal Asian Games. Kemudian pada 1987, medali emas SEA Games. Yang bikin gol, kalau mau tahu, Ribut Waidi satu gol lawan Malaysia," sambungnya.
Ternyata, menurut Towel, tukang pangkas rambut langganannya tersebut tidak tahu sosok Bertje. Pria berusia 30-an tahun tersebut, sambung Towel, bahkan menanyakan apakah Bertje merupakan mantan pesepak bola.
"Pastinya dulu mantan pemain, saya bilang," tutur Towel.
"Jadi banyak orang yang nggak tahu historis," wartawan senior tersebut menambahkan.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Profil Singkat Bertje Matulapelwa
Bertje, yang disebut oleh Towel sebagai pelatih Timnas Indonesia yang lebih baik dari Shin Tae-yong, lahir pada 1 Januari 1941. Sebelum ke dunia kepelatihan, Bertje merupakan salah satu pemain PSA Ambon. Ia biasa bermain di sektor gelandang.
Setelah tak lagi berstatus sebagai pemain, Bertje Matulapelwa mulai melirik dunia kepelatihan. Tak hanya menangani Timnas Indonesia, pelatih yang kerap dijuluki Pendeta tersebut juga sempat menangani sejumlah klub di kancah sepak bola Indonesia.
Tercatat, pelatih bernama lengkap Lambertus Abner Matulapelwa tersebut juga pernah menangani Pelita Jaya, PSIM Yogyakarta, Persegres Gresik, dan BPD Jateng.
Pada 9 Juli 2002, menutup mata selamanya. Ia meninggal di salah satu rumah sakit di Kendari usai beberapa hari berjuang melawan sakit jantung dan malaria yang menderanya.
Gemilang Bersama Timnas Indonesia
Karier Bertje bersama Timnas Indonesia bermula pada tahun 1983. Waktu itu, ia ditunjuk sebagai asisten pelatih Skuad Garuda. Sementara, di posisi kepelatihan, waktu itu, ada nama trio M. Basri, Iswadi Idris, dan Abdul Kadir.
Ketika PSSI menganggap trio pelatih kepala Timnas Indonesia gagal menjalankan tugas mereka dengan baik, Bertje naik pangkat sebagai pelatih kepala. Jadilah, pada 1985, Bertje sebagai nakhoda Timnas Indonesia.
Tahun pertama bersama Timnas Indonesia, Bertje hanya mampu mengantarkan Timnas Indonesia ke Semifinal SEA Games 1985. Ia pun juga gagal membawa Timnas Indonesia banyak berbicara di Piala Kemerdekaan 1985. Mereka gagal lolos dari fase grup.
Tahun kedua, capaian Bertje bersama Indonesia mulai moncer. Ia membawa Skuad Garuda tembus ke Semifinal Asian Games 1986, sebelum disingkirkan Korea Selatan. Waktu itu, Indonesia juga lolos ke final Piala Kemerdekaan, sebelum dikalahkan Aljazair, dengan skor 0-1, pada babak final.
Pada tahun 1987, tahun ketiganya bersama Timnas Indonesia, Bertje menjalani masa kejayaannya. Ia membawa Indonesia sukses meraih gelar juara SEA Games 1987 dan juara Piala Kemerdekaan 1987.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Juga:
- Gelandang Persib Sudah Tidak Sabar Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2023
- Timnas Indonesia Coret 1 Pemain Versatile karena Cedera, Jadinya Bawa 29 Pemain ke TC Turki
- Bung Towel Puji Rencana Uji Coba Timnas Indonesia Jelang Piala Asia 2023
- Justin Hubner di Skuad Timnas Indonesia, Tommy Welly: Bukan Messi, Tak Banyak Pengaruhnya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gelandang Persib Sudah Tidak Sabar Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2023
Tim Nasional 18 Desember 2023, 21:29
-
Bung Towel Puji Rencana Uji Coba Timnas Indonesia Jelang Piala Asia 2023
Tim Nasional 18 Desember 2023, 18:33
LATEST UPDATE
-
Kekuatan Pemain Lokal Bicara: Bhayangkara Presisi Awali Proliga 2026 dengan Kemenangan
Voli 8 Januari 2026, 23:17
-
Bandung BJB Tandamata Mengawali Proliga 2026 dengan Tekad Juara yang Kembali Menyala
Voli 8 Januari 2026, 22:08
-
Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
Basket 8 Januari 2026, 22:02
-
Proliga 2026: Popsivo Polwan Tetap Lakukan Evaluasi Meski Sukses Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 21:43
-
Hasil Proliga 2026: Juara Bertahan Bhayangkara Presisi Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 20:47
-
Antoine Semenyo Mendarat di Manchester, Segera Resmi Jadi Pemain Anyar Man City
Liga Inggris 8 Januari 2026, 20:32
-
Ini PR Disiplin Chelsea yang Harus Dilihat Oleh Pelatih Baru Liam Rosenior
Liga Inggris 8 Januari 2026, 19:57
-
Battle of WAGs Liga Inggris 2025/2026: Arsenal vs Liverpool
Bolatainment 8 Januari 2026, 19:55
-
Live Streaming Milan vs Genoa - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 8 Januari 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR