Tentang Timur Kapadze: Pakai Formasi 3-4-3 di Uzbekistan, Timnas Indonesia Bakal Balik ke Setelan Pabrik Era Shin Tae-yong?

Bola.net - Nama Timur Kapadze semakin ramai dikaitkan dengan Timnas Indonesia setelah pelatih 44 tahun itu resmi melepas jabatannya sebagai asisten pelatih Uzbekistan.
Kepergiannya terjadi di tengah performa impresif yang sedang dinikmati tim berjuluk White Wolves tersebut. Kini, muncul spekulasi bahwa Kapadze bisa menjadi sosok yang tepat untuk mengisi kursi pelatih kepala Skuad Garuda.
Kabar terbaru menyebut bahwa PSSI kini sudah menetapkan lima sosok yang menjadi calon pelatih baru Timnas Indonesia. Meski masih dirahasiakan, tetapi sosok Kapadze diyakini menjadi salah satunya.
Tak sedikit pihak yang menyamakan Timur Kapadze dengan sosok eks pelatih Tim Merah Putih, Shin Tae-yong. Persamaan keduanya mulai dari strategi dan taktik, pendekatan ke pemain, hingga kegemaran memakai pemain muda.
Rekam Jejak Impresif Kapadze Bersama Uzbekistan

Kapadze mulai menjadi pelatih kepala Uzbekistan pada Januari 2025. Dalam 256 hari masa kerjanya, ia memimpin delapan pertandingan dan mengukir catatan tanpa kekalahan.
Dari total laga itu, Uzbekistan meraih lima kemenangan dan tiga hasil imbang, sebuah statistik yang menjanjikan untuk pelatih yang baru naik ke level senior.
Bukan hanya hasil akhir yang menonjol. Uzbekistan mencetak 13 gol dan hanya kebobolan lima kali sepanjang periode tersebut. Dengan rata-rata 2,25 poin per pertandingan, Kapadze menjadi salah satu pelatih Asia dengan performa paling konsisten di kalender 2025.
Ciri khas permainan Uzbekistan juga berubah di bawah komandonya. Formasi 4-3-3 menjadi identitas baru tim, berpadu dengan gaya agresif dan penguasaan bola dominan.
Kapadze pun tak ragu melakukan rotasi besar-besaran: 35 pemain sudah ia coba dalam delapan laga, sebagai bentuk komitmen terhadap regenerasi jangka panjang.
Filosofi Taktik Kapadze yang Progresif

Kapadze dikenal fleksibel dalam memilih formasi. Selain 4-3-3 yang menjadi andalan, ia juga kerap menyesuaikan diri dengan 3-4-3 atau 4-2-3-1 untuk merespons tantangan lawan. Pendekatan ini membuat alur serangan Uzbekistan lebih variatif, sementara transisi bertahan tetap stabil.
Satu hal yang paling disorot dari kepemimpinannya adalah keberanian mengorbitkan pemain muda. Nama-nama seperti Abbosbek Fayzullaev dan Abdurauf Buriev menjadi contoh nyata bagaimana Kapadze mendorong potensi generasi baru Uzbekistan ke level tertinggi.
Di level prestasi, Kapadze juga punya kontribusi besar. Ia membawa Uzbekistan U-23 ke final Piala Asia U-23 2024 dan membantu tim lolos ke Olimpiade Paris 2024, meski langkah mereka terhenti di fase grup.
Cocokkah Kapadze untuk Timnas Indonesia?
Beberapa faktor yang membuat Kapadze dinilai cocok untuk Timnas Indonesia antara lain:
Gaya menyerang 4-3-3 sesuai dengan kebutuhan Indonesia yang ingin tampil agresif dan produktif.
Kemampuan mengembangkan pemain muda menjadi nilai tambah besar untuk mempercepat regenerasi skuad Garuda.
Pengalaman membawa Uzbekistan lolos ke Piala Dunia 2026 menjadi bukti kapasitasnya sebagai pelatih level top.
Namun, tantangan tentu tetap ada. Adaptasi budaya, komunikasi, hingga tekanan besar dari suporter Tanah Air akan menjadi ujian pertama. Selain itu, ia juga perlu memahami ekosistem sepak bola Indonesia yang unik dan sering kali penuh dinamika.
Bersama Kapadze, Timnas Indonesia Kembali ke Era Shin Tae-yong?

Seperti diketahui, selama menukangi Timnas Indonesia antara awal 2020 hingga awal 2025 kemarin, Shin Tae-yong gemar menggunakan formasi tiga bek di susunan pemai timnya.
Formasi paling sering dipakai Shin Tae-yong di Timnas Indonesia adalh 3-4-3. Dalam formasi, dua wing-back dituntut untuk berperan sangat aktif ketika maju membantu serangan atau mundur untuk ikut bertahan.
Namun, formasi pakem Indonesia kemudian berubah menjadi 4-3-3 sejak kedatangan Patrick Kluivert. Kini, formasi 3-4-3 bisa saja kembali jika Kapadze jadi membesut Skuad Garuda.
Bedanya, jika Shin Tae-yong cenderung memiliki filosofi permainan dengan mengandalkan pertahanan yang tangguh, maka Kapadze lebih menitikberatkan pada agresivitas timnya.
Jangan Lewatkan!
- Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia U-22 vs Mali di Indosiar Hari Ini, Selasa 18 November 2025
- PSSI Sudah Tetapkan 5 Nama Jadi Calon Pelatih Timnas Indonesia, Tengah Didalami dan Bakal Diumumkan Erick Thohir
- Peringatan untuk PSSI: Kesuksesan Timur Kapadze di Uzbekistan Tidak Menjamin Bakal Menular di Timnas Indonesia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSSI Bakal Dalami 5 Calon Pelatih Timnas Indonesia Sebelum Diputuskan di Rapat Exco
Tim Nasional 15 November 2025, 21:07
-
Sumardji Belum Bisa Ungkap 5 Kandidat Pelatih Timnas Indonesia, Ini Alasannya
Tim Nasional 15 November 2025, 21:05
LATEST UPDATE
-
Manchester City vs Chelsea: Siapa Unggul di Catatan Head to Head?
Liga Inggris 3 Januari 2026, 16:05
-
Nonton Live Streaming Borneo FC vs PSM Makassar Hari Ini di BRI Super League
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 16:01
-
John Herdman Unggul dari Shin Tae-yong dan Kluivert dalam Rataan Kemenangan
Tim Nasional 3 Januari 2026, 15:57
-
Mengapa Chelsea Pertimbangkan Liam Rosenior sebagai Pelatih Baru
Liga Inggris 3 Januari 2026, 15:35
-
Breaking News! John Herdman Resmi Menjadi Pelatih Timnas Indonesia
Tim Nasional 3 Januari 2026, 15:24
-
Daftar Pemain Voli Putra Medan Falcons Tirta Bhagasasi di Proliga 2026
Voli 3 Januari 2026, 14:58
-
Reaksi Manajer Premier League atas Kepergian Mendadak Enzo Maresca dari Chelsea
Liga Inggris 3 Januari 2026, 14:17
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43






















KOMENTAR