
Bola.net - Timnas Indonesia menghadapi ujian berat saat berjumpa Timnas Bulgaria di final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (30/3/2026). Laga ini menuntut kesiapan lini belakang untuk mengantisipasi permainan cepat dari sektor sayap lawan.
Timnas Indonesia punya modal kemenangan meyakinkan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis pada laga sebelumnya. Namun, karakter permainan Bulgaria yang berbeda membuat pendekatan taktik harus disesuaikan secara matang.
Timnas Indonesia perlu belajar dari kemenangan besar Bulgaria 10-2 atas Kepulauan Solomon. Permainan agresif dengan kecepatan di sisi lapangan menjadi ancaman utama yang harus diatasi sejak awal pertandingan.
Tantangan Sayap Cepat Bulgaria

Pelatih John Herdman dituntut menyusun lini belakang yang solid dan responsif terhadap pergerakan cepat. Pemilihan pemain dengan mobilitas tinggi menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan pertahanan.
Penampilan Elkan Baggott memang impresif saat melawan Saint Kitts and Nevis. Namun, evaluasi menunjukkan ia sempat kesulitan menghadapi pemain dengan kelincahan tinggi.
Mantan pemain nasional Alexander Saununu menilai karakter tersebut bisa menjadi celah saat melawan Bulgaria. Ia menggarisbawahi momen ketika Baggott kesulitan mengimbangi pergerakan sayap lawan di laga sebelumnya.
"Pada pertandingan pertama, ada momen Elkan Baggott ditekuk-tekuk sayap Saint Kitts and Nevis. Dengan postur tinggi besar kelenturan Elkan Baggott sulit menghadapi lawan yang lincah. Menurut saya, John Herdman harus mencoba Justin Hubner untuk meredam kegesitan sayap Bulgaria," kata Alexander Saununu.
Justin Hubner Jadi Opsi Utama

Nama Justin Hubner muncul sebagai alternatif yang dinilai lebih sesuai. Bek yang dikenal dengan gaya bermain agresif ini memiliki kecepatan dan daya jelajah yang mendukung kebutuhan tim.
Menurut Alexander Saununu, karakter Hubner lebih cocok menghadapi tekanan cepat dari Bulgaria. Kombinasi kekuatan fisik dan kecepatan menjadi nilai tambah dalam situasi bertahan.
"Karakter skill Elkan Baggott tidak sesuai untuk menghadapi Bulgaria. Justin Hubner menjadi pilihan yang tepat. Selain militan, dia juga punya kecepatan," ujar Alexander Saununu.
Meski demikian, Justin Hubner tetap perlu meningkatkan aspek kedisiplinan dalam bermain. Beberapa pelanggaran di laga sebelumnya menjadi catatan yang harus diperbaiki agar tidak merugikan tim.
"Spirit tinggi Justin Hubner kerap menjadi blunder. Semoga Justin Hubner sudah belajar dan memperbaiki kesalahannya," lanjutnya.
Jika dimainkan di sisi kiri pertahanan, Hubner juga membutuhkan dukungan dari pemain lain. Calvin Verdonk dan Doni Tri Pamungkas dinilai mampu menjadi pelapis yang solid.
Situasi ini membuka peluang bagi Hubner untuk kembali masuk starting XI Timnas Indonesia. Keputusan akhir kini berada di tangan John Herdman dalam menentukan komposisi terbaik menghadapi Bulgaria.
Disadur dari: Bola.com/Gatot Sumitro/Benediktus Gerendo Pradigdo, 29 Maret 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Bedah Kekuatan Finalis Liga Europa: Aston Villa
Liga Eropa UEFA 19 Mei 2026, 18:17
-
Bedah Kekuatan Finalis Liga Europa: Freiburg
Liga Eropa UEFA 19 Mei 2026, 18:09
-
Di-PHP Barcelona, Jose Mourinho Ajak Marcus Rashford ke Real Madrid
Liga Spanyol 19 Mei 2026, 18:00
-
Jadwal Premier League di SCTV Malam Ini, 20 Mei 2026
Liga Inggris 19 Mei 2026, 17:34
LATEST EDITORIAL
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25
-
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di Bawah Xabi Alonso
Editorial 18 Mei 2026, 12:13

























KOMENTAR