
Bola.net - Juventus menjalani musim yang berat pada 2022/2023. Seperti yang terjadi pada musim 2021/2022 lalu, Si Nyonya Tua juga dipastikan nirgelar alias tanpa trofi juara pada musim ini.
Juventus sempat berada pada periode di mana keperkasaan mereka di Serie A tak bisa ditandingi klub lain. Juventus pernah merayakan sembilan gelar juara Serie A atau scudetto secara beruntun.
Klub yang bermarkas di Allianz Stadium itu juga pernah menjadi kekuatan besar di Liga Champions. Walau belum cukup beruntung untuk bisa meraih gelar, Juventus sangat kompetitif pada periode 2010-an.
Namun, Juventus kini berada dalam situasi sulit. Juventus seperti kehilangan era kejayaan, paling tidak dalam dua musim terakhir. Yuk simak ulasan lebih lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
2 Musim Nirgelar

Juventus mulai kehilangan dominasi di Serie A musim 2020/2021. Ketika itu, Inter Milan racikan Antonio Conte mampu memungkasi musim sebagai pemuncak klasemen. Juventus harus puas berada di posisi ke-4 klasemen.
Musim 2021/2022, Juventus belum mampu merebut scudetto lagi. Kali ini, giliran AC Milan yang meraih gelar. Bukan hanya gagal di Serie A, Juventus juga tak mampu meraih gelar di Coppa Italia dan Liga Champions.
Nah, musim ini ceritanya hampir sama. Juventus juga nirgelar.
Juventus gagal di Serie A dan Coppa Italia. Juventus gagal lolos dari fase grup Liga Champions dan terlempar ke Liga Europa. Menjadi unggulan di Liga Europa, Juventus gagal meraih gelar usai dikalahkan Sevilla pada laga semifinal.
3 Tim Italia Berjaya

Berbeda dengan Juventus, tiga tim asal Italia justru berjaya di kompetisi antarklub Eropa lain. Selalu ada wakil Italia pada laga final kompetisi antarklub Eropa musim 2022/2023.
Di Liga Champions, Inter Milan menjadi wakil Italia dan bakal menantang Manchester City. Pada babak semifinal, Inter mengalahkan rival sekota mereka yakni AC Milan.
Di Liga Europa, AS Roma akan mewakili Italia di final. Andai Juventus lolos, maka akan tercipta final sesama klub Italia. Hanya saja, Juventus gagal. Lalu, ada Fiorentina yang menjadi wakil Italia di final UEFA Conference League 2022/2023.
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus Tumbang dari Sevilla, Begini Dalih Massimiliano Allegri
Liga Eropa UEFA 19 Mei 2023, 17:45
-
Gol Erik Lamela Bikin Juventus Tersingkir dari Liga Europa
Open Play 19 Mei 2023, 06:40
-
Man of the Match Sevilla vs Juventus: Suso
Liga Eropa UEFA 19 Mei 2023, 05:55
LATEST UPDATE
-
Prediksi Everton vs Man United 24 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:53
-
Head to Head Tottenham vs Arsenal: Pemuncak Klasemen Bakal Kembali Tergelincir?
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:16
-
Tanpa Ampun! Gresik Phonska Libas Jakarta Electric PLN dan Puncaki Klasemen Proliga 2026
Voli 21 Februari 2026, 13:10
-
Kans ke Final Four Tertutup, Bandung BJB Tandamata Fokus Akhiri Musim Proliga 2026 dengan Manis
Voli 21 Februari 2026, 13:05
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSBK 2026
Otomotif 21 Februari 2026, 12:58
-
Klasemen Sementara WorldSBK 2026 Usai Race 1 Seri Australia di Phillip Island
Otomotif 21 Februari 2026, 12:54
-
Hasil Race 1 WorldSBK Australia 2026: Ducati Sapu Bersih 3 Podium, Nicolo Bulega Menang
Otomotif 21 Februari 2026, 12:43
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSSP 2026
Otomotif 21 Februari 2026, 11:25
-
Hasil Race 1 WorldSSP Australia 2026: Aldi Satya Mahendra Sabet Poin, Jaume Masia Menang
Otomotif 21 Februari 2026, 11:13
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR