
Bola.net - Dalam dunia sepak bola Eropa, dua kompetisi yang sering dibahas adalah Liga Europa dan Liga Konferensi. Keduanya merupakan ajang bergengsi yang memberikan kesempatan bagi klub-klub dari berbagai negara untuk bersaing di level internasional. Namun, apa sebenarnya perbedaan antara kedua kompetisi ini?
Sejak diperkenalkan, UEFA Conference League alias Liga Konferensi UEFA menjadi kompetisi ketiga setelah Liga Champions dan Liga Europa. Tujuannya adalah untuk memberikan lebih banyak peluang bagi klub-klub dari negara dengan peringkat UEFA yang lebih rendah untuk berpartisipasi di kancah Eropa.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam mengenai perbedaan antara Liga Europa dan Liga Konferensi, serta bagaimana penambahan kompetisi ini mempengaruhi lanskap sepak bola Eropa.
Perbedaan Tingkat Kompetisi antara Liga Europa dan Liga Konferensi
Tingkat kompetisi menjadi salah satu aspek yang paling mencolok dalam membedakan Liga Europa dan Liga Konferensi.
Liga Europa merupakan kompetisi tingkat kedua di Eropa, sedangkan Liga Konferensi adalah tingkat ketiga. Ini berarti bahwa Liga Europa biasanya diisi oleh tim-tim yang lebih kuat dan memiliki reputasi lebih tinggi.
Tim-tim yang berpartisipasi dalam Liga Europa sering kali berasal dari liga-liga top Eropa dan juga termasuk pemenang Piala Eropa.
Di sisi lain, Liga Konferensi lebih banyak diikuti oleh tim dari negara-negara dengan peringkat UEFA yang lebih rendah, yang memberikan mereka kesempatan untuk bersaing di level Eropa.
Peserta dan Kualifikasi di Setiap Kompetisi
Jumlah tim yang berpartisipasi dalam fase grup di kedua kompetisi ini sama, yaitu 32 tim. Namun, tim-tim yang lolos ke Liga Europa umumnya memiliki peringkat yang lebih tinggi di liga domestik mereka dibandingkan dengan tim-tim yang berkompetisi di Liga Konferensi.
Seringkali, tim yang tidak berhasil lolos ke fase grup Liga Europa akan melanjutkan perjalanan mereka di Liga Konferensi.
Hal ini memberikan kesempatan bagi klub-klub yang mungkin tidak memiliki performa terbaik di liga domestik mereka untuk tetap berkompetisi di level Eropa.
Sejarah dan Latar Belakang Kompetisi
Sejak didirikan pada tahun 1971, Liga Europa, yang dulunya dikenal sebagai Piala UEFA, telah menjadi salah satu kompetisi paling penting di Eropa. Liga ini diciptakan untuk memberikan kesempatan bagi klub-klub yang tidak berhasil lolos ke Liga Champions, sehingga meningkatkan daya saing di antara klub-klub Eropa.
Pada tahun 2021, UEFA memperkenalkan Liga Konferensi sebagai kompetisi baru untuk memberikan lebih banyak peluang bagi klub-klub dari liga yang kurang terkenal. Ide ini telah diwacanakan sejak tahun 2015 dan semakin menguat pada tahun 2018, akhirnya terwujud dalam bentuk Liga Konferensi.
Selain Liga Konferensi, terdapat juga usulan pembentukan European Super League pada tahun 2021. Namun, usulan ini mendapat banyak penolakan dan akhirnya dibatalkan, menunjukkan bahwa UEFA dan FIFA masih memegang kendali kuat atas sepak bola Eropa.
Demi Ekosistem Sepak Bola Eropa
Secara keseluruhan, baik Liga Europa maupun Liga Konferensi memiliki peran penting dalam ekosistem sepak bola Eropa.
Masing-masing kompetisi menawarkan kesempatan unik bagi klub-klub untuk bersaing dan menunjukkan kemampuan mereka di panggung internasional.
Dengan adanya Liga Konferensi, semakin banyak klub dari berbagai negara memiliki kesempatan untuk berpartisipasi, memperkaya pengalaman dan kompetisi di level Eropa.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mengapa Tim Tidak Lagi Turun Kasta dari Liga Champions ke Liga Europa?
Liga Eropa UEFA 20 Februari 2025, 19:38
-
Perbedaan Antara Liga Europa dan Liga Konferensi: Apa yang Perlu Diketahui?
Liga Eropa UEFA 20 Februari 2025, 19:35
-
Mengapa Menjuarai Liga Champions Sangat Sulit dan Siapa Pemain dengan Trofi Terbanyak?
Liga Champions 19 Februari 2025, 15:35
-
Pemain Sepak Bola Terbaik yang Belum Pernah Menjuarai Liga Champions
Liga Champions 19 Februari 2025, 15:33
-
Sejarah Liga Champions: Dari Piala Eropa ke Era Modern 2025
Liga Champions 18 Februari 2025, 18:40
LATEST UPDATE
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
-
Prediksi Starting XI Tottenham vs Arsenal: Kesiapan Saka dan Trossard
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:50
-
Prediksi Starting XI Barcelona vs Levante: Perubahan di Belakang dan Depan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 19:36
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
-
Everton Incar Kemenangan Ganda, Man Utd Usung Rekor Tandang yang Kuat
Liga Inggris 21 Februari 2026, 18:54
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR