
Bola.net - Di sebagian besar tempat di dunia, angin mungkin tak akan menjadi gangguan dalam pertandingan sepakbola level tertinggi. Tetapi hal tersebut jelas tak berlaku di Kazakhstan.
Akhir pekan lalu FC Tobol menghajar Astana dengan skor 5-1. Namun pertandingan itu banyak diganggu oleh angin musim dingin yang kencang berhembus.
Yang paling mengganggu adalah ketika Tobol mendapat hadiah penalti. Berkali-kali tendangan penalti harus tertunda karena bola tak mau diam di atas titik putih. Tiupan angin membuat bola sering bergerak sendiri sebelum ditendang.
Dengan footage yang dipercepat plus musik Benny Hill, footage ini jadi semakin lucu. Berikut videonya.
(yt/hsw)
Akhir pekan lalu FC Tobol menghajar Astana dengan skor 5-1. Namun pertandingan itu banyak diganggu oleh angin musim dingin yang kencang berhembus.
Yang paling mengganggu adalah ketika Tobol mendapat hadiah penalti. Berkali-kali tendangan penalti harus tertunda karena bola tak mau diam di atas titik putih. Tiupan angin membuat bola sering bergerak sendiri sebelum ditendang.
Dengan footage yang dipercepat plus musik Benny Hill, footage ini jadi semakin lucu. Berikut videonya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Video: Susahnya Mengambil Penalti di Kazakhstan
Video Unik 11 Maret 2013, 23:04
-
Statistik: 48% Penalti Serie A Gagal
Liga Italia 27 September 2012, 22:30
LATEST UPDATE
-
AS Roma Kena Mental di Markas Inter Milan
Liga Italia 6 April 2026, 05:28
-
Chelsea Bakal Punya 'Adik Baru' dari Liga Portugal dan MLS?
Liga Inggris 6 April 2026, 05:15
-
Musim Arsenal yang Awalnya Menjanjikan Bisa Berakhir Mengecewakan
Liga Inggris 6 April 2026, 04:54
-
Manchester United Siap Cuci Gudang dan Rombak Skuad
Liga Inggris 6 April 2026, 04:27
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13

















KOMENTAR