PBVSI Beberkan Formula Salary Cap Proliga 2027, Setiap Klub Maksimal Gaji Rp600 Juta untuk 12 Pemain

PBVSI Beberkan Formula Salary Cap Proliga 2027, Setiap Klub Maksimal Gaji Rp600 Juta untuk 12 Pemain
Ketua PBVSI, Imam Sudjarwo, pada acara pelepasan Timnas Bola Voli Putri ke AVC Volleyball Cup Filipina 2026 (c) Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Ketua PBVSI, Imam Sudjarwo membeberkan alasan di balik rencana penerapan salary cap dan pembatasan peminjaman pemain untuk Proliga 2027. Menurutnya, kebijakan tersebut dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan kompetisi sekaligus memperluas kesempatan klub dan atlet untuk berpartisipasi.

"Ini akan saya sampaikan tentang salary cap. Tentang bagaimana peminjaman atlet dan bagaimana sistem honor atau penggajian bagi atlet, baik itu atlet nasional maupun atlet internasional," ujar Imam di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Kabupaten Bogor, Selasa (2/6).

"Ini sudah lama, ya, kita bahas sudah cukup lama, dua sampai tiga tahun yang lalu kita bahas."

"Nah, kali ini saya nyatakan, saya sampaikan kepada media untuk bisa disebarluaskan," lanjutnya.

1 dari 4 halaman

Jumlah Peserta Proliga yang Menurun jadi Alasan

Ketua umum PBVSI, Imam Sudjarwo memberikan sambutan di acara HUT ke-71 PBVSI di Gedung Serbaguna Padepokan Voli Sentul pada hari Kamis (26/2/2026) sore hari WIB.  (c) Bola.net/Abdul Aziz

Ketua umum PBVSI, Imam Sudjarwo memberikan sambutan di acara HUT ke-71 PBVSI di Gedung Serbaguna Padepokan Voli Sentul pada hari Kamis (26/2/2026) sore hari WIB. (c) Bola.net/Abdul Aziz

Menurut Imam, hasil evaluasi menunjukkan jumlah peserta Proliga terus menurun dalam beberapa musim terakhir. Situasi itu dinilai perlu diantisipasi agar kompetisi tetap berjalan dan tidak kehilangan daya saing.

Ia mencontohkan Proliga 2026 sektor putra yang hanya diikuti lima tim. Bahkan, PBVSI harus menghadirkan Garuda Jaya dan Falcons Bhagasasi untuk melengkapi jumlah peserta sehingga kompetisi tetap dapat berlangsung.

"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi selama ini, maka jumlah pemain dalam Proliga itu selalu menurun setiap tahun. Untuk tahun 2026 kemarin, tim putranya hanya lima," kata Imam.

Imam menilai tidak adanya pembatasan gaji membuat biaya operasional klub semakin tinggi. Akibatnya, banyak klub dengan kemampuan finansial menengah kesulitan bersaing dan memilih tidak ikut ambil bagian dalam kompetisi.

"Harapannya dengan ada pengaturan transfer pemain dan salary cap ini supaya eksistensi daripada Proliga itu masih bisa berjalan ke depan, tidak berhenti. Harapannya dengan peraturan ini, maka pemainnya yang kelompok menengah ini bisa ikut bermain, bisa ikut bertanding. Diberikan kesempatan yang sama," ungkap Imam.

2 dari 4 halaman

Potensi Penumpukan Pemain Nasional

Pertandingan antara Jakarta Pertamina Enduro (JPE) dan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia pada leg 1 grand final Proliga 2026 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Jumat (24/4/2026) (c) Alito Photograph

Pertandingan antara Jakarta Pertamina Enduro (JPE) dan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia pada leg 1 grand final Proliga 2026 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Jumat (24/4/2026) (c) Alito Photograph

Selain itu, Imam juga menyoroti potensi penumpukan pemain-pemain terbaik dalam satu klub apabila tidak ada regulasi yang mengatur proses perekrutan. Menurutnya, kondisi tersebut bisa menciptakan ketimpangan persaingan antartim.

"Kemudian, kalau tidak dibatasi seperti ini, nanti akan terjadi penumpukan pemain-pemain yang terbaik senior dalam satu klub, dalam satu tim. Sehingga yang lain tidak kebagian," tutur Imam.

"Yang berikutnya tentu akan lebih ramai, karena kita menargetkan paling tidak delapan tim putra, delapan tim putri. Sehingga persaingannya lebih ketat, pertarungannya lebih ketat," imbuh Imam.

3 dari 4 halaman

Batas Nominal Nilai Kontrak Pemain

Aksi pemain Jakarta LavAni pada laga Final Four Proliga 2026 (c) Dok. PBVSI

Aksi pemain Jakarta LavAni pada laga Final Four Proliga 2026 (c) Dok. PBVSI

Dalam pemaparan aturan yang disampaikan Ketua Bidang Kompetisi PBVSI, Reginald C. Nelwan, setiap klub nantinya dibatasi memiliki total gaji pemain lokal maksimal Rp600 juta per bulan untuk 12 pemain. Kebijakan itu menjadi bagian utama dari penerapan salary cap yang dirancang PBVSI.

Sementara untuk pemain asing, total gaji dua pemain dalam satu klub dibatasi maksimal 40 ribu dolar AS atau sekitar Rp713 juta per bulan. Adapun setiap pemain asing hanya boleh menerima gaji maksimal 20 ribu dolar AS atau sekitar Rp356 juta per bulan.

PBVSI juga mengatur kontrak pemain nasional binaan klub maksimal Rp100 juta per pemain per musim. Untuk pemain nasional akademi ditetapkan maksimal Rp75 juta, pemain non nasional binaan klub Rp50 juta, dan pemain non nasional akademi Rp25 juta per musim.

4 dari 4 halaman

PBVSI Siapkan Sanksi

Jakarta Pertamina Enduro saat melawan Jakarta Electric PLN Mobile di Pekan 2 Final Four Proliga 2026 di Solo, Jawa Tengah, Minggu (12/4/2026). (c) MOJI/Alito Photograph

Jakarta Pertamina Enduro saat melawan Jakarta Electric PLN Mobile di Pekan 2 Final Four Proliga 2026 di Solo, Jawa Tengah, Minggu (12/4/2026). (c) MOJI/Alito Photograph

Selain mengatur batas gaji dan biaya transfer pemain, PBVSI menyiapkan sanksi bagi klub yang melanggar ketentuan tersebut. Klub yang belum menyelesaikan kewajiban pembayaran denda tidak diperkenankan memainkan pemain yang terkait dalam kompetisi Proliga.

Melalui penerapan salary cap dan pembatasan peminjaman pemain itu, PBVSI berharap kompetisi menjadi lebih seimbang, jumlah peserta bertambah, serta membuka peluang lebih besar bagi atlet muda untuk berkembang di level profesional.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL