Bola.net - Iran menjadi tim kedua yang lolos dari grup C setelah mengalahkan Qatar, 1-0 di matchday kedua di ANZ Stadium, Sydney, Kamis (15/01).
Setelah ditumbangkan Uni Emirat Arab (1-4) di pertandingan pertama, permainan Qatar memang terlihat jauh lebih baik. Mereka tak segan meladeni permainan terbuka dari Team Meli.
Namun kombinasi demi kombinasi yang dipertontonkan bintang-bintang Iran seperti Javad Nekounam, Masoud Shojaei dan Ehsan Hajsafi lebih mampu menghasilkan peluang berbahaya. Qatar yang unggul dalam penguasaan bola kerap gagal menembus lini belakang lawan.
Tanpa gol di babak pertama, tim asuhan Carlos Queiroz hanya butuh tujuh menit untuk membuka kebuntuan di babak kedua.
Ashkan Dejagah memberi umpan datar dari sayap kanan kepada Sardar Azmoun yang membelakangi gawang di dalam kotak penalti. Dengan cerdik striker Rubin Kazan itu melakukan backheel untuk melepaskan kawalan bek lawan lalu memutar tubuhnya dan mengakhiri aksi individunya dengan mengirim tendangan datar ke kanan gawang.
Sayang Azmoun tak bisa melanjutkan pertandingan karena cedera, posisinya digantikan oleh Reza Ghoochannejhad pada menit 62. Dengan pertahanan yang kuat dan lini tengah yang agresif, Iran selalu mampu mematahkan serangan Qatar hingga peluit panjang dibunyikan.
Matchday (19/01) ketiga antara Iran kontra Uni Emirat Arab pun menjadi duel yang akan menentukan juara grup C. [initial]
(bola/dct)
Setelah ditumbangkan Uni Emirat Arab (1-4) di pertandingan pertama, permainan Qatar memang terlihat jauh lebih baik. Mereka tak segan meladeni permainan terbuka dari Team Meli.
Namun kombinasi demi kombinasi yang dipertontonkan bintang-bintang Iran seperti Javad Nekounam, Masoud Shojaei dan Ehsan Hajsafi lebih mampu menghasilkan peluang berbahaya. Qatar yang unggul dalam penguasaan bola kerap gagal menembus lini belakang lawan.
Tanpa gol di babak pertama, tim asuhan Carlos Queiroz hanya butuh tujuh menit untuk membuka kebuntuan di babak kedua.
Ashkan Dejagah memberi umpan datar dari sayap kanan kepada Sardar Azmoun yang membelakangi gawang di dalam kotak penalti. Dengan cerdik striker Rubin Kazan itu melakukan backheel untuk melepaskan kawalan bek lawan lalu memutar tubuhnya dan mengakhiri aksi individunya dengan mengirim tendangan datar ke kanan gawang.
Sayang Azmoun tak bisa melanjutkan pertandingan karena cedera, posisinya digantikan oleh Reza Ghoochannejhad pada menit 62. Dengan pertahanan yang kuat dan lini tengah yang agresif, Iran selalu mampu mematahkan serangan Qatar hingga peluit panjang dibunyikan.
Matchday (19/01) ketiga antara Iran kontra Uni Emirat Arab pun menjadi duel yang akan menentukan juara grup C. [initial]
Serunya Piala Asia 2015
- Highlights Piala Asia: Bahrain 1-2 Uni Emirat Arab
- Piala Asia 2015: Gol Bunuh Diri Hempaskan Bahrain
- Highlights Piala Asia 2015: China 2-1 Uzbekistan
- Highlights Piala Asia 2015: Korea Utara 1-4 Arab Saudi
- Piala Asia 2015: Tekuk Uzbekistan, China ke Perempat Final
- Piala Asia 2015: Arab Saudi Buka Peluang ke Perempat Final
- Highlights Piala Asia 2015: Australia 4-0 Oman
- Piala Asia 2015: Habisi Oman, Australia ke Perempat Final
- Highlights Piala Asia 2015: Kuwait 0-1 Korea Selatan
- Piala Asia 2015: Skuat Timpang, Korea Selatan Menang Tipis
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Piala Asia 2015: Gol Cantik Azmoun Loloskan Iran
Asia 15 Januari 2015, 18:24
-
Piala Asia 2015: Gol Bunuh Diri Hempaskan Bahrain
Asia 15 Januari 2015, 16:30
-
Piala Asia 2015: Tekuk Uzbekistan, Tiongkok ke Perempat Final
Asia 14 Januari 2015, 18:20
-
Piala Asia 2015: Arab Saudi Buka Peluang ke Perempat Final
Asia 14 Januari 2015, 16:27
-
Review: Milan Sukses Pukul Balik Sassuolo
Liga Italia 14 Januari 2015, 05:01
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Amerika Serikat vs Belgia: Charles De Ketelaere
Piala Dunia 7 Juli 2026, 09:26
-
Sudah Waktunya Pensiun dari Timnas Portugal, Wahai Cristiano Ronaldo?
Piala Dunia 7 Juli 2026, 07:30
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55





















KOMENTAR