
Bola.net - Kejutan mewarnai hari keenam Speedy NBL Indonesia Preseason Tournament 2012. Tim peringkat terbawah babak reguler musim lalu, NSH GMC Riau secara mengejutkan sanggup meraih kemenangan atas Pacific Caesar Surabaya, 58-55, dalam lanjutan penyisihan Grup A di DBL Arena, Kamis (18/10).
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi yang pertama bagi NSH di preseason tournament tahun ini. Kunci kemenangan NSH di laga tersebut tak lepas dari penampilan gemilang Juliano Gandhi. Forward yang tahun lalu memperkuat Pelita Jaya Jakarta itu tampil gemilang dengan mengemas total 25 poin, termasuk lima poin krusial pada satu menit tersisa di kuarter terakhir.
Hasil itu langsung dirayakan oleh seluruh pemain NSH. Sebab mereka sempat tertinggal 14 angka di pertengahan kuarter ketiga. Namun permainan tak kenal menyerah dari anak-anak NSH membuat mereka secara perlahan mampu mereduksi ketertinggalan angka.
Puncaknya, tembakan tiga angka dari Gandhi pada 51 detik terakhir membuat selisih angka menjadi 55-54, masih unggul Pacific. NSH akhirnya mampu berbalik unggul 56-55 melalui dua kali free throw Gandhi pada 26 detik terakhir.
Di waktu tersisa, Pacific mencoba mengejar ketertinggalan. Namun tembakan bebas dari Imanudin Husnuzan membuat NSH akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 58-55.
Kekalahan atas NSH membuat pelatih Pacific, Eddy Santoso begitu terpukul. Dia menilai timnya bermain sangat buruk, terutama di kuarter terakhir. ”Ini masalah mental, mereka tidak siap menghadapi tekanan seperti ini. Fokus dan konsentrasi mereka buyar justru ketika pertandingan akan berakhir,” tandas Eddy.
Mantan pelatih Bimasakti Malang yang juga pernah menukangi CLS Knights Surabaya itu berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh. ”Kekalahan ini menunjukkan mereka tidak siap berlaga di kompetisi selevel NBL. Saya akan membuat mereka siap 100 persen di musim reguler nanti,” tambah Eddy.
Sebaliknya, bintang kemenangan NSH, Gandhi merasa puas dengan kemenangan tersebut. Baginya, kemenangan tersebut menjadi bukti kalau dirinya belum habis. Hasil itu akan menjadi modal berharga bagi timnya untuk menatap musim reguler.
”Selama ini orang-orang selalu memandang remeh NSH. Tapi kali ini kami bisa membuktikan kalau layak diwaspadai. Tim ini banyak dihuni oleh pemain-pemain muda. Jika ingin meraih prestasi, mereka harus lebih bekerja keras dan punya kemauan untuk menang,” ucap Gandhi. (nbl/kny)
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi yang pertama bagi NSH di preseason tournament tahun ini. Kunci kemenangan NSH di laga tersebut tak lepas dari penampilan gemilang Juliano Gandhi. Forward yang tahun lalu memperkuat Pelita Jaya Jakarta itu tampil gemilang dengan mengemas total 25 poin, termasuk lima poin krusial pada satu menit tersisa di kuarter terakhir.
Hasil itu langsung dirayakan oleh seluruh pemain NSH. Sebab mereka sempat tertinggal 14 angka di pertengahan kuarter ketiga. Namun permainan tak kenal menyerah dari anak-anak NSH membuat mereka secara perlahan mampu mereduksi ketertinggalan angka.
Puncaknya, tembakan tiga angka dari Gandhi pada 51 detik terakhir membuat selisih angka menjadi 55-54, masih unggul Pacific. NSH akhirnya mampu berbalik unggul 56-55 melalui dua kali free throw Gandhi pada 26 detik terakhir.
Di waktu tersisa, Pacific mencoba mengejar ketertinggalan. Namun tembakan bebas dari Imanudin Husnuzan membuat NSH akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 58-55.
Kekalahan atas NSH membuat pelatih Pacific, Eddy Santoso begitu terpukul. Dia menilai timnya bermain sangat buruk, terutama di kuarter terakhir. ”Ini masalah mental, mereka tidak siap menghadapi tekanan seperti ini. Fokus dan konsentrasi mereka buyar justru ketika pertandingan akan berakhir,” tandas Eddy.
Mantan pelatih Bimasakti Malang yang juga pernah menukangi CLS Knights Surabaya itu berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh. ”Kekalahan ini menunjukkan mereka tidak siap berlaga di kompetisi selevel NBL. Saya akan membuat mereka siap 100 persen di musim reguler nanti,” tambah Eddy.
Sebaliknya, bintang kemenangan NSH, Gandhi merasa puas dengan kemenangan tersebut. Baginya, kemenangan tersebut menjadi bukti kalau dirinya belum habis. Hasil itu akan menjadi modal berharga bagi timnya untuk menatap musim reguler.
”Selama ini orang-orang selalu memandang remeh NSH. Tapi kali ini kami bisa membuktikan kalau layak diwaspadai. Tim ini banyak dihuni oleh pemain-pemain muda. Jika ingin meraih prestasi, mereka harus lebih bekerja keras dan punya kemauan untuk menang,” ucap Gandhi. (nbl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kalahkan Hangtuah, Pelita Jaya Melaju ke Semifinal
Basket 18 Oktober 2012, 22:35
-
Taklukkan Pacific, NSH GMC Petik Kemenangan Perdana
Basket 18 Oktober 2012, 17:45
-
Tundukkan Tonga BSC, Aspac Sapu Bersih Laga Penyisihan Grup B
Basket 18 Oktober 2012, 16:20
-
Simpan Tiga Pilar, Aspac Sukses Taklukkan Satya Wacana
Basket 17 Oktober 2012, 18:11
-
Bungkam Bimasakti, Garuda Sapu Bersih Empat Laga Awal
Basket 17 Oktober 2012, 17:00
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Prancis vs Maroko, 10 Juli 2026
Piala Dunia 9 Juli 2026, 23:30
-
Jorge Jesus Capai Kesepakatan Latih Portugal
Piala Dunia 9 Juli 2026, 23:08
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Swiss 12 Juli 2026
Piala Dunia 9 Juli 2026, 21:37
-
Generasi Baru Spanyol vs Pilar-pilar Senior Belgia
Piala Dunia 9 Juli 2026, 19:35
-
Thibaut Courtois: Dibesarkan Belgia, Ditempa Spanyol
Piala Dunia 9 Juli 2026, 19:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR