Argentina yang tampil dengan kekuatan penuh, termasuk memainkan Messi sejak menit awal langsung menggebrak begitu peluit dibunyikan. Tak perlu menunggu lama untuk Argentina, peluang datang di menit ke-7 melalui Ezequiel Lavezzi, namun sayang tembakannya masih membumbung tinggi di atas mistar gawang.
Memborbardir sejak menit awal, Argentina akhirnya mencetak gol di menit ke-15 melalui Lionel Messi. Memanfaatkan bola umpan Lavezzi, Messi melepaskan tendangan keras yang tak mampu dijangkau kiper Guatemala, Jerez.
Unggul cepat tak lantas membuat Argentina mengendurkan serangan, malah. Dengan tekanan konstan, Tim Tango berhasil mencetak gol keduanya di menit ke-36 lewat aksi Augusto Fernandez dengan memanfaatkan umpan Lionel Messi.
Argentina terlihat akan memenangkan laga ini dengan mudah setelah pada menit ke-39 mendapat hadiah penalti. Lionel Messi yang mengeksekusi penalti sukses mengecoh Jerez dan menambah keunggulan menjadi 3-0. Berkat gol ini, Messi sukses menyamai gol Maradona bersama Timnas Argentina.
Unggul 3 gol tak lantas badai serangan Argentina mereda, sebaliknya Albiceleste kembali mendapatkan peluang di menit 41. Tetapi penyelamatan Jerez berhasil mempertahankan kedudukan 0-3 hingga jeda turun minum.
Di babak kedua, Argentina tak menurunkan tempo permainan dengan langsung mencetak gol ke-4 pada laga ini di menit ke-49. Lionel Messi mencetak hattrick di menit ke-49 dengan memanfaatkan umpan Ezequiel Lavezzi.
Total sudah 35 gol Messi cetak bersama dengan Tim Tango yang membuatnya melewati gol Maradona. Hattrick ini juga mengantarkan Messi sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang sejarah Argentina bersama dengan Hernan Crespo, dan berada di belakang Gabriel Batistuta.
Usai mencetak hattrick, Messi ditarik keluar di menit ke-68 untuk digantikan Rodrigo Palacio. Sambutan meraih dari penonton mengiringi langkah Messi ke bangku cadangan.
Tanpa Messi di lapangan, Argentina tetap tim bermain menyerang dan membuat banyak peluang. Albiceleste seolah tidak puas dengan unggul 4 gol.
Lavezzi mendapat beberapa kali peluang, di antaranya di menit ke-74 ketika lepas dari pengawalan lawan. Namun sayang, striker PSG ini tak berhasil mencetak gol hingga digantikan di menit ke-79. Laga berakhir 4-0 untuk keunggulan Argentina.
Dengan kemenangan ini, Argentina sudah melakoni 17 laga beruntun tanpa tersentuh kekalahan. Terakhir kali pendukung Argentina menangis terjadi pada Oktober 2011 ketika kalah 0-1 dari Venezuela.
Susunan Pemain Kedua Tim:
Argentina: Andujar; Campagnaro, Coloccini, Basanta (Mascherano, 64'), Clemente; Fernandez, Biglia (Brana, 46'), Guinazu (Banega, 71'); Lavezzi (Montillo, 79'), Messi (Palacio, 68'), Aguero (Lamela, 46').
Guatemala: Jerez; Giron, Enoc, Hernandez, Leal (Garcia, 84'); Pappa (Santeliz, 75'), Leon (Suruy, 54'), Trujillo, Contreras (Aroche, 79'); Miranda, Campollo. (bola/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pele: Ronaldo Juga Pantas Raih Ballon d'Or
Liga Spanyol 15 Juni 2013, 23:30
-
Messi: Lewati Catatan Gol Maradona Bukanlah Hal Penting
Bola Dunia Lainnya 15 Juni 2013, 21:00
-
Highlights Friendly: Guatemala 0-4 Argentina
Open Play 15 Juni 2013, 13:40
-
Review: Bekuk Guatemala, Messi Salip Gol Maradona
Bola Dunia Lainnya 15 Juni 2013, 11:17
-
Pele: Antara Neymar, Messi dan Ronaldo
Piala Dunia 15 Juni 2013, 00:16
LATEST UPDATE
-
3 Catatan Penting dari Kekalahan 0-2 Barcelona di Camp Nou
Liga Champions 9 April 2026, 11:30
-
Masihkah Ada Harapan untuk Barcelona?
Liga Champions 9 April 2026, 11:12
-
Hat-trick Man of the Match Khvicha Kvaratskhelia
Liga Champions 9 April 2026, 10:28
-
Tumbang 2-0 Lawan PSG, Bos Liverpool: Kita Balas di Anfield!
Liga Champions 9 April 2026, 10:05
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32





















KOMENTAR