Jelang Final Liga Champions, Luis Enrique Sebut Arsenal Tim Terbaik Dunia dalam Satu Aspek Ini

Jelang Final Liga Champions, Luis Enrique Sebut Arsenal Tim Terbaik Dunia dalam Satu Aspek Ini
Reaksi Luis Enrique dalam laga PSG vs Bayern Munchen di leg pertama semifinal Liga Champions 2025/2026, Rabu (29/4/2026). (c) AP Photo/Christophe Ena

Bola.net - PSG dan Arsenal akan saling berhadapan pada final Liga Champions yang digelar di Budapest pada 30 Mei mendatang. Pertemuan dua raksasa Eropa itu diprediksi menjadi salah satu final paling menarik musim ini.

PSG datang dengan status juara bertahan setelah musim lalu menyingkirkan Arsenal di semifinal sebelum menghancurkan Inter dengan skor 5-0 pada partai final. Kini, Arsenal memiliki kesempatan untuk membalas kekalahan tersebut.

Jelang laga besar itu, pelatih PSG Luis Enrique justru melontarkan pujian besar kepada tim asuhan Mikel Arteta. Ia bahkan menyebut Arsenal sebagai tim terbaik dunia dalam satu aspek permainan.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 3 halaman

Luis Enrique Sebut Arsenal Tim Terbaik Tanpa Bola

Pemain Arsenal, Riccardo Calafiori, berpelukan dengan Piero Hincapie setelah pertandingan Premier League kontra Burnley, Selasa (19/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Pemain Arsenal, Riccardo Calafiori, berpelukan dengan Piero Hincapie setelah pertandingan Premier League kontra Burnley, Selasa (19/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Dalam konferensi pers pada Rabu, Enrique mengaku sangat terkesan dengan perkembangan Arsenal di bawah arahan Arteta. Menurutnya, The Gunners pantas menjadi juara Premier League musim ini.

"Saya pikir mereka pantas memenangkan liga, mereka menjalani musim yang luar biasa," kata Enrique.

"Kami sudah pernah menghadapi Arsenal ini, jadi kami tahu kemampuan mereka. Tanpa bola, mereka adalah tim terbaik di dunia, dan dengan bola mereka bisa mencetak banyak gol. Itu kombinasi yang luar biasa bagi mereka."

Enrique menilai keberhasilan Arsenal mencapai final Liga Champions bukan sebuah kebetulan. Ia menyebut perkembangan klub asal London Utara itu terus terlihat dalam beberapa musim terakhir.

"Masuk akal jika kami menghadapi mereka di final. Kami bisa menantikan final yang benar-benar hebat."

2 dari 3 halaman

Enrique Puji Mentalitas yang Dibangun Arteta

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, bereaksi dalam pertandingan Premier League melawan Bournemouth di London, Inggris, Sabtu (11/4/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, bereaksi dalam pertandingan Premier League melawan Bournemouth di London, Inggris, Sabtu (11/4/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Mantan pelatih Barcelona itu juga menyoroti pengaruh besar Arteta terhadap mentalitas Arsenal. Enrique menyebut statistik dan perkembangan tim menunjukkan kualitas kepemimpinan sang manajer.

"Ketika melihat statistik Arsenal, Anda bisa melihat bahwa Mikel Arteta adalah seorang pemimpin sebagai pelatih yang telah menanamkan mentalitas juara ke dalam tim. Mereka terus berkembang selama beberapa musim terakhir."

"Mereka menyukai penguasaan bola, tetapi mereka adalah tim terbaik di Eropa tanpa bola," lanjut Enrique.

3 dari 3 halaman

PSG Fokus pada Diri Sendiri

Meski memiliki pengalaman lebih besar di level elite Eropa, Enrique menegaskan PSG tetap harus fokus pada permainan sendiri. Ia menyadari standar kompetisi di Liga Champions sangat tinggi.

"Mereka menjuarai Premier League dan berada di final Liga Champions tahun ini setelah mencapai semifinal musim lalu. Mereka pantas berada di sana dan Arteta menanamkan semangat kompetitif kepada para pemainnya."

"Hal terpenting bagi kami adalah lebih fokus kepada diri sendiri dan lebih sedikit kepada lawan. Itulah yang akan terus kami lakukan. Kami berbicara tentang kompetisi klub terbaik di Eropa, jadi memang ada unsur adaptasi karena standarnya sangat tinggi," tutup Enrique.

Sebelumnya, Arteta juga sempat memberikan pujian kepada PSG setelah semifinal melawan Bayern Munchen. Ia menyebut tantangan di kompetisi domestik dan Eropa merupakan "dunia yang berbeda."


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL