
- Arena of Valor (AoV) kian populer di kalangan penikmat mobile gaming indonesia dewasa ini. AoV adalah mobile game yang berjenis Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) yang melibatkan pertarungan dua tim dengan komposisi 5 vs 5.
Saat berita ini ditulis, terdapat 70 pilihan hero yang bisa dimainkan pengguna. Hero-hero tersebut terbagi dalam peran Assassin, Mage, Marksman, Support, Tank dan Warrior. Sebelum memasuki wilayah permainan, pemain diminta memilih hero.
Pemain yang masih menjajal gim tersebut pada umumnya hanya memilih hero mereka tanpa memikirkan komposisi tim. Saat mereka menyadari tim tersebut kekurangan damage/tanks/crowd controls/dll. sudah terlambat untuk kembali ke permainan.
Pada umumnya pengguna yang membuat kesalahan ini tak mengenal satu sama lain dan bertemu di room online. Setiap pemain terlalu egois dan lebih suka jadi assassin atau marksman, tak ada yang mau jadi tank. Alhasil, tim tersebut mudah dikalahkan karena tak seimbang
Lalu bagaimanakah seharusnya komposisi tim profesional yang layak digunakan. Baca ulasannya di bawah ini:
Komposisi Tim
Pertama-tama, tak pernah bagus memiliki dua mage, dua marksman atau dua junglers di saat yang sama. Setiap tim membutuhkan 2 sampai 3 pemain di garis depan supaya tim tersebut tak mudah dikalahkan.
Menukil mobilegamerhub.com, ada empat komposisi hero yang pada umumnya digunakan tim profesional. Mulai dari Basic Team Composition, Roamer Composition, Protect The King/Queen Composition serta No Marksman Composition.
Basic Team Composition
Komposisi tim ini digunakan pada nyaris seluruh gim MOBA, salah satunya League of Legends. Ada satu solo laner, satu mid laner, duo lane (marksman dan satu hero tangguh) dan satu jungler.
Komposisi ini sangat bagus tetapi pemain yang berperan sebagai support harus terus berkeliaran untuk membantu sang marksman farming lebih baik dan lebih cepat. Komposisi ini sangat umum digunakan pada gim solo, di mana para pemain tak saling mengenal.
Roamer Composition
Terdiri dari tiga solo laners, satu roamer dan satu jungler. Hal terbaik dari komposisi ini adalah ada tiga pemain yang bisa bermain solo lane dan bisa mendulang gold sebanyak mungkin dari barisan minion yang datang. Pemain yang berperan sebagai roamer haruslah memilih hero yang memiliki damage tinggi atau kemampuan crowd control yang baik seperti Ormarr, Thane, Mina dan Skud
Tugas roamer cukup sulit, dia harus memberikan tekanan pada junglers laners lawan sekaligus melindungi jungler timnya untuk farming dengan lebih tenang. Roamer ini bahkan bisa memulai gank bersama jungler untuk menyerang tower musuh dengan tiga pemain.
Jungler tim ini harus tampil sempurna di late game dan bisa membawa beban kemenangan seperti Violet atau Slimz. Formasi ini umum digunakan saat 2-3 orang bermain bersama.
Protect The King/Queen Composition
Komposisi ini mengandalkan satu marksman yang sangat kuat dalam late game. Komposisi ini cukup sederhana, yakni lindungi marksman semaksimal mungkin dan biarkan marksman terus farming untuk mencapai level maksimal secepat mungkin.
Terkadang komposisi ini juga membutuhkan mage dan support untuk mendukung marksman tersebut, tentunya dengan tank tangguh yang mau mengorbankan diri. Permainan ini berjalan di seputar makrsman, mencegah lawan membunuh marksman tim.
Namun, formasi ini membutuhkan komunikasi tim yang sangat bagus supaya tak ada satu pemain yang bertindak ceroboh dan membiarkan lawan menghancurkan barisan belakang tim anda.
No Marksman Composition
Juga dikenal dengan diving composition. Komposisi ini bergantung pada 2-3 fighters/assassins untuk memberikan damage maksimal sembari mengabaikan tank lawan dalam teamfight. Tujuan formasi ini adalah terlebih dahulu menghancurkan backline tim lawan dan mengurus frontline sesudahnya.
Komposisi ini tak membutuhkan marksman dalam satu tim jadi tak perlu mengorbankan farming untuk tim. Beberapa hero yang bisa digunakan adalah Lauriel, Tulen dan terkadang Joker.
Pada early game, tim in iakan bergerak bersama dan menyerang satu target yang sendirian. Formasi ini pada umumnya bergerak dalam 5-man team dan sangat senang terlibat gank.
Mengenal Lawan
Lebih lanjut, selain memilih hero yang sesuai dengan komposisi, satu hal yang tak kalah penting adalah mengamati pemilihan hero lawan. Dalam fase pick & ban, sangat penting memilih hero yang mampu menahan atau mengimbangi hero lawan.
Sebagai contoh, jika tim lawan memilih hero yang sangat berpengaruh dalam crowd control saat gank, tim anda bisa counter-pick dan memilih hero seperti Chaugnar.
(c) AFP
Lawan punya terlalu banyak hero yang sangat kuat di late game? Pilihlah hero yang bisa bermain agresif dan kuat di early game.
Ada begitu banyak kemungkinan bagaimana komposisi tim dapat bekerja. Hanya pengalaman yang bisa membantu memilih hero dengan lebih baik.
Berita Video
Berawal dari Warnet, NXL Menjadi Tim E-Sports Tersukses Indonesia. Tim NXL salah satu tim E-Sports tersukses di Indonesia saat ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ini Empat Komposisi Hero Profesional yang Bisa Dicoba di AoV
Bolatainment 3 Oktober 2018, 15:30
-
VIDEO: Berawal dari Warnet, NXL Menjadi Tim E-Sports Tersukses Indonesia
Open Play 3 Oktober 2018, 13:33
-
Mengenal e-sports: Empat Role Penting dalam AoV
Bolatainment 2 Oktober 2018, 15:30
-
Mengenal e-sports: CS:GO yang Akrab tapi Tak Mudah
Bolatainment 1 Oktober 2018, 15:20
-
Mengenal e-sports: Beberapa Roles Penting dalam Dota 2
Bolatainment 29 September 2018, 13:30
LATEST UPDATE
-
Posisi PSG Menguntungkan, Beban Monaco Berat
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:17
-
Real Madrid di Posisi Nyaman, Benfica Tetap Punya Peluang
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:07
-
6 Hal Menarik yang Patut Dipantau di MotoGP 2026, Banyak Rekor Bisa Patah!
Otomotif 24 Februari 2026, 13:07
-
Ketika Kapten Masa Depan Barcelona Tergusur: Kisah Pahit Alejandro Balde
Liga Spanyol 24 Februari 2026, 13:06
-
Prediksi Susunan Pemain Inter Kontra Bodo Glimt: Tanpa Lautaro
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:03
-
UEFA Skors Bintang Benfica Gianluca Prestianni Akibat Dugaan Rasialisme ke Vinicius Jr
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:59
-
Real Madrid Minta Maaf ke Fans China Usai Dean Huijsen Repost Konten Rasialis
Liga Spanyol 24 Februari 2026, 12:51
-
Dortmund Pegang Kendali, Atalanta Terpaksa Agresif
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:47
-
Kejar Defisit, Inter Siap Gempur Habis Bodo/Glimt Sejak Menit Awal
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:46
-
Hokky Caraka Jadi Kiper Dadakan Saat Persita Tumbang di Bandung
Bola Indonesia 24 Februari 2026, 12:23
-
Jejak Abadi Harianto Badjoeri: Sang Arsitek 'Dream Team' Persija Jakarta Tutup Usia
Bola Indonesia 24 Februari 2026, 12:15
-
Kode Fabio Quartararo Pindah Tim, Alex Rins: Waktunya Yamaha Dengarkan Saya dan Jack Miller
Otomotif 24 Februari 2026, 12:02
-
Unbeaten, Ini 5 Perubahan Michael Carrick yang Langsung Bangkitkan Manchester United
Liga Inggris 24 Februari 2026, 11:48
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR