
Beberapa waktu lalu, Bola.net membagikan informasi beberapa roles penting dalam gim e-sports Dota 2 yang merupakan gim berjenis Multiplayer Online Battle Arena (MOBA). Kali ini, Bola.net akan kembali mencoba menjelaskan beberapa roles penting dalam gim lainnya, yakni CS:GO.
CS:GO alias Counter-Strike: Global Offensive adalah salah satu gim e-sports paling populer yang berjenis FPS (First Person Shooter). Sama seperti Dota 2, satu tim CS:GO terdiri dari lima pemain dan berusaha menuntaskan tugasnya masing-masing, satu tim sebagai Terrorists, dan tim lainnya sebagai Counter-Terrorists.
Beberapa tim CS:GO yang paling populer di dunia adalah Astralis, Na'vi, Ninjas in Pyjamas, Fnatic, EnvyUs dan masih banyak lagi. Tim-tim tersebut biasanya bersaing dalam banyak kompetisi, dan salah satu yang terbesar adalah FACEIT Major Tournament yang diadakan setiap tahunnya dengan hadiah sebesar $1.000.000 atau setara 15 miliar rupiah.
Uniknya, meski CS:GO tak dikenal banyak orang di Indonesia, beberapa atlet e-sports terkaya di Indonesia justru bermain CS:GO, bukan Dota 2 atau League of Legends. Menukil esportsearnings.com, terdapat tiga pemain CS:GO dalam lima besar atlet e-sports Indonesia terkaya. Di antaranya adalah:
- Hansel Ferdinand (BnTet): $93,106.51 - CS:GO
- Kevin Susanto (xccurate): $57,927.48 - CS:GO
- - - (Annialis): $21,450.00 - Fortnite
- Novan Kristianto (nexok40): $16,500.00 - Hearthstone
- Albert Giovanni (Frostmisty: $11,413.36 - CS:GO
Lalu, bagaimanakah format turnamen CS:GO pada umumnya? Baca penjelasan selengkapnya di bawah ini:
Best of Three
Berkaca pada FACEIT Major Tournament 2018, pada umumnya turnamen CS:GO menggunakan format Best of Three, alias tim yang meraih tiga kemenangan pertama berhak dinyatakan sebagai pemenang. Pada umumnya pertandingan akan dibagi dalam tiga map, tim yang meraih kemenangan di dua map berhak lolos ke babak berikutnya.
Pada umumnya, map yang dipilih adalah Dust II, Inferno, Train, Cache, Nuke, Overpass, Mirage dengan skenario bomb defusal. Tim terrorists wajib meledakkan bom dan/atau membunuh semua pemain lawan jika ingin jadi pemenang, tim Counter-Terrorists wajib menjinakkan bom dan/atau membunuh semua pemain lawan untuk memenangkan permainan.
Bolaneters pada umumnya pasti pernah menjajal game Counter-Strike bukan? Meski terkesan mudah, sebenarnya altet CS:GO juga harus memiliki ketangkasan dan kecerdasan saat bermain.
Koordinasi tim juga tak kalah penting. Pada umumnya setiap tim sudah paham cara bergerak di masing-masing map, sesuai dengan map yang mereka sukai.
Pada pertandingan kompetitif, kedua tim bersaing dalam 30 ronde pertandingan dalam satu map. Satu ronde berjalan selama 1 menit 55 detik, dan pengatur waktu bom berjalan selama 40 detik. Kedua tim tak boleh bertukar posisi selama ronde berlangsung dan baru boleh melakukannya setelah pertandingan melewati 15 ronde.
Jika kedua tim sama-sama memenangkan 15 ronde, pertandingan berakhir dengan hasil imbang, namun pada umumnya hal ini jarang terjadi. Sederhananya, tim yang meraih 16 kemenangan terlebih dahulu berhak memenangkan pertandingan tersebut (satu map).
Tertarik?
Jadi bagaimana Bolaneters? Tertarik mendalami CS:GO?
Sama dengan sepak bola, bermain CS:GO juga membutuhkan tim yang kompak dan memahami peran masing-masing. Beberapa peran penting dalam CS:GO antara lain adalah Entry-Fragger, Secondary entry-fragger, Awper, Lurker, Support, Secondary Awper.
Tunggu pembahasan mengenai roles tersebut di artikel berikutnya. Terus Ikuti Bola.net ya!
Berita Video
Lebih Dekat Dengan Caster E-Sports Indonesia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mengenal e-sports: CS:GO yang Akrab tapi Tak Mudah
Bolatainment 1 Oktober 2018, 15:20
-
Mengenal e-sports: Beberapa Roles Penting dalam Dota 2
Bolatainment 29 September 2018, 13:30
-
FIFA 19 vs PES 2019: Mana yang Lebih Baik?
Bolatainment 28 September 2018, 10:40
-
Wow, Sekarang Para Legenda Arsenal Bisa Dimainkan di PES 2019
Bolatainment 26 September 2018, 16:00
-
VIDEO: Lebih Dekat Dengan Caster E-Sports Indonesia
Open Play 25 September 2018, 12:58
LATEST UPDATE
-
Diogo Moreira Ingin Jadi Rookie of The Year MotoGP 2026, Ogah Remehkan Toprak Razgatlioglu
Otomotif 24 Februari 2026, 13:58
-
Juventus Mengejar Harapan, Galatasaray Siap Menjegal
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:36
-
Posisi PSG Menguntungkan, Beban Monaco Berat
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:17
-
Real Madrid di Posisi Nyaman, Benfica Tetap Punya Peluang
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:07
-
6 Hal Menarik yang Patut Dipantau di MotoGP 2026, Banyak Rekor Bisa Patah!
Otomotif 24 Februari 2026, 13:07
-
Ketika Kapten Masa Depan Barcelona Tergusur: Kisah Pahit Alejandro Balde
Liga Spanyol 24 Februari 2026, 13:06
-
Prediksi Susunan Pemain Inter Kontra Bodo Glimt: Tanpa Lautaro
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:03
-
UEFA Skors Bintang Benfica Gianluca Prestianni Akibat Dugaan Rasialisme ke Vinicius Jr
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:59
-
Real Madrid Minta Maaf ke Fans China Usai Dean Huijsen Repost Konten Rasialis
Liga Spanyol 24 Februari 2026, 12:51
-
Dortmund Pegang Kendali, Atalanta Terpaksa Agresif
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:47
-
Kejar Defisit, Inter Siap Gempur Habis Bodo/Glimt Sejak Menit Awal
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:46
LATEST EDITORIAL
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25

























KOMENTAR