
Bola.net - Real Madrid resmi melayangkan permohonan maaf terbuka kepada basis penggemar mereka di China menyusul tindakan kontroversial bek muda Dean Huijsen.
Pemain berusia 20 tahun tersebut memicu kemarahan publik setelah membagikan unggahan bermuatan rasialis di media sosial pribadinya pada akhir pekan lalu.
Langkah cepat klub raksasa Spanyol ini diambil guna meredam gelombang protes dari komunitas Asia. Melalui platform media sosial terbesar di China, Weibo, manajemen Los Blancos merilis pernyataan penyesalan atas perilaku pemainnya yang dianggap melukai hati para pendukung.
Unggahan itu menampilkan gambar seorang pria China dengan keterangan yang menghina. "Bahkan orang China memanggilnya China," demikian bunyi salah satu caption.
Aktivitas Huijsen itu memicu kemarahan komunitas China dan Asia di dunia maya. Reputasi pemain muda yang sedang naik daun itu langsung jatuh dalam semalam.
Chinese are coming after Huijsen after reposting a racist meme against them. pic.twitter.com/duNJaCawiZ
— JEY🥇 (@Mmonkoaa) February 23, 2026
Permintaan Maaf dari Klub
Pada Senin (23/2/2026), Real Madrid bergerak cepat meredam amarah. Lewat akun Weibo, platform media sosial terbesar di China, Los Blancos menerbitkan permintaan maaf resmi atas nama Huijsen.
"Saya dengan tulus meminta maaf kepada teman-teman China saya. Saya sebelumnya membagikan ulang konten yang secara tidak sengaja mengandung pesan ofensif," demikian bunyi pernyataan yang dipublikasikan Diario AS.
"Itu sama sekali tidak disengaja, dan saya menyesali segala kesusahan yang ditimbulkan," tulis mereka.
Namun, yang menjadi sorotan, permintaan maaf ini hanya muncul di akun Weibo Real Madrid. Klub belum mengeluarkan pernyataan serupa di kanal media sosial lainnya.
Huijsen sendiri hingga kini bungkam. Akun pribadinya tak menampilkan sepatah kata pun tentang kontroversi ini, seolah membiarkan klub yang menanggung beban.
Bukan Pertama Kali Citra Madrid Tercoreng di China
Ini adalah kali kedua dalam dua tahun terakhir nama Real Madrid tercemar di mata publik China. Pada 2024, klub terpaksa berurusan dengan kedutaan besar China setelah seorang oknum penggemar melakukan tindakan tak senonoh dengan meniru-nirukan penggemar China.
Saat itu, Real Madrid juga mengeluarkan permintaan maaf. Namun, kejadian berulang kali ini menunjukkan ada masalah serius dalam edukasi dan sensitivitas budaya di internal klub.
Waktu kejadian ini tak bisa lebih buruk. Real Madrid tengah gencar menunjukkan sikap anti-rasisme di panggung internasional, terutama setelah protokol anti-rasisme diaktifkan saat laga melawan Benfica.
Saat itu, Vinicius Junior menjadi korban dugaan pelecehan rasis. UEFA langsung mengambil tindakan dengan menskors Gianluca Prestianni, pemain yang dituduh melakukan pelecehan, untuk leg kedua babak 16 besar Liga Champions.
Prestianni membela diri dan mengaku tidak bersalah. Jika terbukti bersalah, ia akan menghadapi larangan bermain minimal 10 pertandingan. Investigasi UEFA masih berlangsung.
Di satu sisi, Madrid vokal menuntut keadilan untuk pemainnya. Di sisi lain, mereka harus membersihkan nama karena pemain sendiri melakukan hal serupa. Ironi yang sulit dibantah.
Publik kini menanti: akankah Huijsen angkat bicara? Dan akankah Real Madrid konsisten dengan prinsip anti-rasisme yang mereka gaungkan, dengan memberikan sanksi internal yang setimpal?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Real Madrid vs Benfica 26 Februari 2026
Liga Champions 24 Februari 2026, 17:02
-
Real Madrid di Posisi Nyaman, Benfica Tetap Punya Peluang
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:07
-
UEFA Skors Bintang Benfica Gianluca Prestianni Akibat Dugaan Rasialisme ke Vinicius Jr
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:59
-
Real Madrid Minta Maaf ke Fans China Usai Dean Huijsen Repost Konten Rasialis
Liga Spanyol 24 Februari 2026, 12:51
-
Real Madrid Sanggup Naik ke Puncak, tapi Tak Mampu Bertahan di Sana
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 16:10
LATEST UPDATE
-
Diogo Moreira Ingin Jadi Rookie of The Year MotoGP 2026, Ogah Remehkan Toprak Razgatlioglu
Otomotif 24 Februari 2026, 13:58
-
Juventus Mengejar Harapan, Galatasaray Siap Menjegal
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:36
-
Posisi PSG Menguntungkan, Beban Monaco Berat
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:17
-
Real Madrid di Posisi Nyaman, Benfica Tetap Punya Peluang
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:07
-
6 Hal Menarik yang Patut Dipantau di MotoGP 2026, Banyak Rekor Bisa Patah!
Otomotif 24 Februari 2026, 13:07
-
Ketika Kapten Masa Depan Barcelona Tergusur: Kisah Pahit Alejandro Balde
Liga Spanyol 24 Februari 2026, 13:06
-
Prediksi Susunan Pemain Inter Kontra Bodo Glimt: Tanpa Lautaro
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:03
-
UEFA Skors Bintang Benfica Gianluca Prestianni Akibat Dugaan Rasialisme ke Vinicius Jr
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:59
-
Real Madrid Minta Maaf ke Fans China Usai Dean Huijsen Repost Konten Rasialis
Liga Spanyol 24 Februari 2026, 12:51
-
Dortmund Pegang Kendali, Atalanta Terpaksa Agresif
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:47
-
Kejar Defisit, Inter Siap Gempur Habis Bodo/Glimt Sejak Menit Awal
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:46
LATEST EDITORIAL
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25






















KOMENTAR