
Bola.net - Pertandingan Juventus vs Galatasaray akan tersaji pada leg kedua play-off fase gugur Liga Champions 2025/26 di Italia, Kamis (26/2/2026) pukul 03.00 WIB. Juventus menghadapi tugas berat setelah tertinggal agregat 2-5 dari laga pertama di Istanbul.
Kekalahan telak itu dialami ketika Galatasaray mencetak lima gol melalui Gabriel Sara, Noa Lang, Davinson Sanchez, dan Sacha Boey. Juventus hanya membalas dua kali lewat Teun Koopmeiners serta harus bermain dengan 10 orang setelah Juan Cabal menerima kartu merah menit ke-67.
Kondisi ini membuat peluang Juventus menuju babak 16 besar berada di titik terendah dalam satu dekade terakhir. Namun, catatan kandang di kompetisi Eropa masih memberi ruang optimisme bagi Juventus untuk mengejar harapan.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Rekor dan Statistik yang Membingkai Duel

Juventus lolos ke fase ini dengan finis di peringkat 13 klasemen fase liga dengan 13 poin. Galatasaray melangkah ke babak gugur untuk pertama kalinya sejak musim 2013/14 setelah mengakhiri fase liga di posisi 20 dengan 10 poin.
Dalam sejarah pertemuan, kedua tim selalu bertemu di fase grup dan Galatasaray unggul dengan dua kemenangan berbanding satu milik Juventus. Duel dua leg antara klub Italia dan Turki di Liga Champions baru terjadi dua kali sepanjang sejarah.
Kekalahan leg pertama menjadi kekalahan ketiga Juventus dari 11 laga melawan klub Turki dan semuanya terjadi saat menghadapi Galatasaray. Rekor kandang Juventus kontra wakil Turki tetap impresif dengan catatan tiga menang dan dua imbang tanpa kekalahan.
Galatasaray hanya kalah tiga kali dari 18 pertemuan terakhir melawan klub Italia di semua ajang Eropa. Akan tetapi, mereka juga pernah tersingkir dari klub Serie A, termasuk kalah agregat 2-4 dari Lazio pada musim 2015/16.
Tekanan Sejarah dan Tantangan Mental

Juventus tampil di fase gugur Liga Champions untuk ke-20 kalinya sepanjang sejarah klub. Namun, mereka kalah dalam lima duel gugur terakhir sejak kebangkitan dramatis melawan Atletico Madrid pada musim 2018/19.
Satu-satunya kekalahan Juventus di leg pertama dengan margin tiga gol atau lebih terjadi saat menghadapi Real Madrid pada musim 2017/18. Kekalahan 2-5 ini juga menjadi kedua kalinya Juventus kebobolan lebih dari empat gol dalam satu laga Eropa sepanjang sejarah.
Rekor kandang Juventus di Liga Champions cukup stabil dengan lima laga tanpa kekalahan, termasuk dua kemenangan terakhir tanpa kebobolan. Data ini menjadi fondasi harapan untuk memburu minimal kemenangan besar demi membuka peluang lolos.
Di sisi lain, Galatasaray hanya menang satu kali dari 13 laga tandang Eropa terakhir dengan sembilan kekalahan. Namun, mereka selalu lolos dalam delapan duel Eropa sebelumnya ketika unggul tiga gol atau lebih pada leg pertama.
Pertemuan ini juga memiliki sisi emosional bagi Mario Lemina yang pernah memperkuat Juventus pada periode 2015–2017. Pengalaman tersebut dapat memberi keuntungan taktis bagi Galatasaray dalam mengelola tekanan di kandang lawan.
Laga Juventus vs Galatasaray kini tidak hanya menjadi soal skor, tetapi juga ujian karakter dua klub besar Eropa. Bianconeri akan berjuang untuk membalikkan keadaan, tapi sang wakil Turki tentu siap menjegal mereka.
Sumber: UEFA.com
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Posisi PSG Menguntungkan, Beban Monaco Berat
- Real Madrid di Posisi Nyaman, Benfica Tetap Punya Peluang
- Dortmund Pegang Kendali, Atalanta Terpaksa Agresif
- Sesko dan Lammens Membuka Jalan Man Utd ke Liga Champions
- Man Utd Lebih Hidup di Tangan Carrick, Sesko Hadir Sebagai Striker Murni
- Supersub Sesko Beraksi Lagi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus Mengejar Harapan, Galatasaray Siap Menjegal
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:36
-
Keruntuhan Psikologis Juventus
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:55
LATEST UPDATE
-
Inter vs Bodo/Glimt: Cristian Chivu Minta Nerazzurri Comeback dalam Ketenangan
Liga Champions 24 Februari 2026, 15:37
-
Tempat Menonton Atletico Madrid vs Club Brugge: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 24 Februari 2026, 14:51
-
Tempat Menonton Inter vs Bodo/Glimt: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 24 Februari 2026, 14:41
-
Mengapa Andre Onana Gagal di Manchester United? Begini Penjelasan dari Legenda MU
Liga Inggris 24 Februari 2026, 14:30
-
Rundown KLBB Festival 2026 Resmi Rilis: Sheila On 7 dan Hindia Siap Guncang GBK!
Lain Lain 24 Februari 2026, 14:30
-
Diogo Moreira Ingin Jadi Rookie of The Year MotoGP 2026, Ogah Remehkan Toprak Razgatlioglu
Otomotif 24 Februari 2026, 13:58
-
Juventus Mengejar Harapan, Galatasaray Siap Menjegal
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:36
-
Posisi PSG Menguntungkan, Beban Monaco Berat
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:17
-
Real Madrid di Posisi Nyaman, Benfica Tetap Punya Peluang
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:07
-
6 Hal Menarik yang Patut Dipantau di MotoGP 2026, Banyak Rekor Bisa Patah!
Otomotif 24 Februari 2026, 13:07
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35





















KOMENTAR