Bola.net - Para Pekerja Seks Komersial (PSK) di Brasil sudah mulai mengikuti kursus Bahasa Inggris untuk menyambut Piala Dunia 2014. Brasil adalah salah satu negara yang melegalkan praktik prostitusi.
Cida Vieira (sama sekali tak ada hubungannya dengan Patrick Vieira), Presiden Asosiasi PSK Belo Horizonte adalah orang yang mengorganisir kegiatan itu. Ia mengatakan setidaknya ada 300 dari 4000 anggotanya yang akan mengikuti kursus itu.
"Kami tak menemui masalah untuk mendapatkan pengajar dalam kursus Bahasa Inggris. Kami sebelumnya sudah mendapatkan bantuan dari psikiater dan dokter. Penting bagi para wanita ini untuk mengerti bahasa Inggris untuk bisa mengetahui keinginan klien dan menjalankan pekerjaannya dengan baik," ujar Vieira.
Setelah kursus Bahasa Inggris ini selesai, rencananya akan ada juga kursus Bahasa Spanyol dan Prancis.
Isu prostitusi memang sempat menjadi pembahasan utama bukan saja menjelang Piala Dunia kali ini, tetapi juga Euro 2012 lalu. Saat itu, para aktivis Femen berkali-kali menyampaikan protes karena menganggap Euro 2012 Polandia-Ukraina hanya akan menyuburkan praktik prostitusi.
Prostitusi di Eropa timur memang sangat kejam. Banyak wanita muda yang dijerumuskan untuk menjadi PSK oleh kelompok mafia yang terorganisir secara rapi. (itv/hsw)
Cida Vieira (sama sekali tak ada hubungannya dengan Patrick Vieira), Presiden Asosiasi PSK Belo Horizonte adalah orang yang mengorganisir kegiatan itu. Ia mengatakan setidaknya ada 300 dari 4000 anggotanya yang akan mengikuti kursus itu.
"Kami tak menemui masalah untuk mendapatkan pengajar dalam kursus Bahasa Inggris. Kami sebelumnya sudah mendapatkan bantuan dari psikiater dan dokter. Penting bagi para wanita ini untuk mengerti bahasa Inggris untuk bisa mengetahui keinginan klien dan menjalankan pekerjaannya dengan baik," ujar Vieira.
Setelah kursus Bahasa Inggris ini selesai, rencananya akan ada juga kursus Bahasa Spanyol dan Prancis.
Isu prostitusi memang sempat menjadi pembahasan utama bukan saja menjelang Piala Dunia kali ini, tetapi juga Euro 2012 lalu. Saat itu, para aktivis Femen berkali-kali menyampaikan protes karena menganggap Euro 2012 Polandia-Ukraina hanya akan menyuburkan praktik prostitusi.
Prostitusi di Eropa timur memang sangat kejam. Banyak wanita muda yang dijerumuskan untuk menjadi PSK oleh kelompok mafia yang terorganisir secara rapi. (itv/hsw)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sambut Piala Dunia, PSK Brasil Kursus Bahasa Inggris
Bolatainment 9 Januari 2013, 23:18
-
Huntelaar: Kami Akan Menghajar Jerman
Piala Dunia 14 November 2012, 10:01
-
Blanc Akhirnya Ungkap Alasan Tinggalkan Les Bleus
Piala Eropa 4 Oktober 2012, 17:20
-
Penyidikan Scommessopoli Distop, Perasaan Criscito Campur Aduk
Piala Eropa 13 September 2012, 13:20
-
Szczesny Belajar Dari Kegagalan di Euro
Liga Inggris 8 Agustus 2012, 12:06
LATEST UPDATE
-
Jadwal BRI Super League di Indosiar Hari Ini, Sabtu 23 Mei 2026
Bola Indonesia 23 Mei 2026, 08:55
-
Prediksi Crystal Palace vs Arsenal 24 Mei 2026
Liga Inggris 23 Mei 2026, 08:07
-
Peringatan Bojan Hodak: Persib Bandung Belum Juara!
Bola Indonesia 23 Mei 2026, 08:00
-
Prediksi Brighton vs Man Utd 24 Mei 2026
Liga Inggris 23 Mei 2026, 07:40
-
Prediksi Bologna vs Inter 23 Mei 2026
Liga Italia 23 Mei 2026, 07:30
-
Prediksi Final DFB Pokal: Bayern vs Vfb Stuttgart 24 Mei 2026
Bundesliga 23 Mei 2026, 07:19
-
Prediksi Sunderland vs Chelsea 24 Mei 2026
Liga Inggris 23 Mei 2026, 07:15
-
Prediksi Valencia vs Barcelona 24 Mei 2026
Liga Spanyol 23 Mei 2026, 07:15
-
Prediksi Real Madrid vs Athletic Bilbao 24 Mei 2026
Liga Spanyol 23 Mei 2026, 07:00
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25

























KOMENTAR