
Bola.net - Komnas Perlindungan Anak menerima permohonan maaf dari Manchester United atas tampilnya Rio Ferdinand dalam iklan rokok.
Permintaan maaf tersebut ditujukan langsung kepada Arist Merdeka Sirait, Ketua umum Komisi Nasional Perlindungan Anak yang sebelumnya memberikan surat yang ditujukan kepada Sir Alex Ferguson, tertanggal 04 Juni 2012, tentang billboard iklan Gudang Garam Internasional.
Dan juga tampilnya Rio dalam iklan yang berdurasi 30 detik Gudang Garam International yang menampilkannya mengenakan T-shirt dengan logo rokok.
Hal tersebut tentu saja berlawanan dengan kebijakan United yakni Smoke Free, termasuk tidak menerima dukungan sponsor rokok bagi pemainnya dan peraturan di Inggris melarang sponsor rokok. Selain itu, Rio Ferdinand adalah pendukung Unicef, yang selalu mengkampanyekan putting children first (utamakan anak-anak).
Football Media Manager Manchester United, Karen Shotbolt memastikan bahwa Rio Ferdinand tidak akan pernah terlibat untuk mempromosikan atau mendukung produk yang akan memiliki efek buruk pada anak-anak atau orang dewasa.
Namun ia mengakui bahwa Rio Ferdinand telah menandatangani kontrak dengan Gudang Garam Intersport sampai tanggal 31 Oktober 2012. Dan saat ini Rio Ferdinand menyadari bahwa foto dirinya telah digunakan pada billboard iklan rokok dan mengkonsultasikan penggunaan foto dirinya pada billboard iklan rokok kepada pengacaranya.
"Baik Manchester United dan Rio Ferdinand memohon maaf untuk kesalahpahaman ini dan akan berusaha untuk memastikan bahwa itu tidak terulang di masa mendatang," bunyi permohonan maaf Rio dan United melalui Karen Shotbolt.
Komnas Anak mendesak United untuk bertindak segera menghapus promosi yang membahayakan kesehatan ini. Karena Rio Ferdinand merupakan role model bagi anak-anak dan remaja di Indonesia bahkan di dunia.
Penampilan foto dirinya pada iklan rokok telah mempromosikan produk rokok di tengah euphoria sepak bola yang digandrungi anak-anak dan remaja di Indonesia.
Di mana jumlah perokok anak usia 10–14 tahun meningkat 6 kali lipat, dari 71.126 perokok anak pada tahun 1995 menjadi 426.214 perokok anak pada tahun 2007 (Data Riskesdas 1995 – 2007). (prl/end)
Permintaan maaf tersebut ditujukan langsung kepada Arist Merdeka Sirait, Ketua umum Komisi Nasional Perlindungan Anak yang sebelumnya memberikan surat yang ditujukan kepada Sir Alex Ferguson, tertanggal 04 Juni 2012, tentang billboard iklan Gudang Garam Internasional.
Dan juga tampilnya Rio dalam iklan yang berdurasi 30 detik Gudang Garam International yang menampilkannya mengenakan T-shirt dengan logo rokok.
Hal tersebut tentu saja berlawanan dengan kebijakan United yakni Smoke Free, termasuk tidak menerima dukungan sponsor rokok bagi pemainnya dan peraturan di Inggris melarang sponsor rokok. Selain itu, Rio Ferdinand adalah pendukung Unicef, yang selalu mengkampanyekan putting children first (utamakan anak-anak).
Football Media Manager Manchester United, Karen Shotbolt memastikan bahwa Rio Ferdinand tidak akan pernah terlibat untuk mempromosikan atau mendukung produk yang akan memiliki efek buruk pada anak-anak atau orang dewasa.
Namun ia mengakui bahwa Rio Ferdinand telah menandatangani kontrak dengan Gudang Garam Intersport sampai tanggal 31 Oktober 2012. Dan saat ini Rio Ferdinand menyadari bahwa foto dirinya telah digunakan pada billboard iklan rokok dan mengkonsultasikan penggunaan foto dirinya pada billboard iklan rokok kepada pengacaranya.
"Baik Manchester United dan Rio Ferdinand memohon maaf untuk kesalahpahaman ini dan akan berusaha untuk memastikan bahwa itu tidak terulang di masa mendatang," bunyi permohonan maaf Rio dan United melalui Karen Shotbolt.
Komnas Anak mendesak United untuk bertindak segera menghapus promosi yang membahayakan kesehatan ini. Karena Rio Ferdinand merupakan role model bagi anak-anak dan remaja di Indonesia bahkan di dunia.
Penampilan foto dirinya pada iklan rokok telah mempromosikan produk rokok di tengah euphoria sepak bola yang digandrungi anak-anak dan remaja di Indonesia.
Di mana jumlah perokok anak usia 10–14 tahun meningkat 6 kali lipat, dari 71.126 perokok anak pada tahun 1995 menjadi 426.214 perokok anak pada tahun 2007 (Data Riskesdas 1995 – 2007).

TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manchester United Incar Duo Spurs
Liga Inggris 19 Juni 2012, 21:10
-
The Rooneys: Hari yang Indah untuk Jalan-Jalan!
Bolatainment 19 Juni 2012, 18:47
-
Tampil Dalam Iklan Rokok, Rio Ferdinand Minta Maaf
Bolatainment 19 Juni 2012, 11:20
-
Rafael di Old Trafford Hingga 2016
Liga Inggris 19 Juni 2012, 04:57
-
QPR Incar Trio Manchester City
Liga Inggris 18 Juni 2012, 07:00
LATEST UPDATE
-
Sikap Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d'Or 2026 Jadi Sorotan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 23:56
-
Ezri Konsa Bikin Arsenal Tetap Kokoh Walau Tanpa William Saliba
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 22:25
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


















KOMENTAR