
Bola.net - Usain Bolt ternyata bukan satu-satunya atlet yang meraih medali emas Olimpiade dengan pola makan yang didominasi McDonald's. Sprinter legendaris asal Jamaika itu mencatat rekor dunia 100 meter di Olimpiade Beijing 2008 meski lebih memilih chicken nugget ketimbang makanan khas China.
Hal ini pun diakui Bolt sendiri dalam autobiografinya pada 2013 berjudul 'Faster than Lightning'. Keberhasilan Bolt di Beijing menjadikannya panutan, sebab empat tahun kemudian sejumlah atlet lain meniru pola makannya.
"Awalnya saya makan satu kotak isi 20 untuk makan siang, lalu satu lagi untuk makan malam. Keesokan harinya saya makan dua kotak untuk sarapan, satu kotak untuk makan siang, dan beberapa lagi di malam hari. Saya bahkan menambahkan kentang goreng dan pai apel," tulis Bolt dalam bukunya.
Christian Taylor Sering Makan Es Krim McFlurries
McDonald's bahkan membangun restoran berukuran raksasa di Stratford selama enam pekan perhelatan Olimpiade London 2012, ditambah satu lagi di Kampung Atlet. Christian Taylor pun meraih emas perdananya di nomor lompat tiga pada Olimpiade edisi tersebut, dan McDonald's juga menjadi bagian dari kisah suksesnya.
"Saya sebenarnya makan banyak McFlurries sebelum Olimpiade London. Itu Olimpiade pertama saya, saya sangat gugup, jadi McFlurries membantu menenangkan diri saya," ungkap Taylor dalam wawancara bersama GQ pada 2017.
Taylor menjelaskan bahwa sebelumnya ia sangat ketat menjaga pola makan dengan menghitung kalori. "Saya hanya butuh sesuatu yang membuat saya lebih rileks, dan es krim membantu saya merasa normal lagi," katanya.
Sumber Makanan Paling Populer di Kampung Atlet
McDonald’s sendiri jadi mitra resmi Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada 1976-2017, dengan keterlibatan pertama pada Olimpiade 1968. Selama menjadi sponsor, McDonald's menyediakan makanan gratis di Kampung Atlet, termasuk saat Olimpiade Beijing dan Rio 2016 yang membuat gerainya selalu dipadati antrean panjang.
"McDonald's mungkin sumber makanan paling populer di Kampung Atlet, terutama di Brasil 2016. Di Beijing juga begitu, antreannya paling panjang karena semua orang makan di sana," jelas Taylor.
Namun, kerja sama panjang antara IOC dan McDonald's berakhir lebih cepat pada 2017, sebelum Olimpiade Tokyo. Di Paris 2024, para atlet disuguhi menu lebih sehat seperti croissant, telur rebus, krim artichoke, keju domba dengan truffle, hingga blanquette de veau.
Junk Food 'Penting' bagi Atlet, Tapi Olimpiade Ingin Hidangan yang Lebih Sehat
"20% dari total makanan yang disajikan di Olimpiade London berasal dari McDonald's. Itu menunjukkan mengapa junk food sangat penting bagi para atlet. Namun, Olimpiade Paris jauh lebih sehat, tanpa McDonald's, tanpa chicken nugget, lebih banyak makanan sehat," ungkap Philipp Wurz, Kepala Katering Paris 2024, seperti yang dikutip TalkSPORT.
"Kami benar-benar mendorong kualitas makanan lebih tinggi, dengan menu yang dikembangkan bersama ahli gizi olahraga. Setelah kompetisi selesai, para atlet tetap bisa menikmati burger atau hot dog, tetapi hanya di gerai khusus, dengan daging 100% asal Prancis," tutup Wurz.
Sumber: TalkSPORT
Baca Juga:
- Alex Marquez Fokus Buru Gelar Runner up, Gara-Gara Marc Marquez Bakal Gampang Kunci Gelar Dunia di Jepang
- Ducati Puji Cara Berkelas Marc Marquez Jawab Cemoohan Fans Italia di Misano, Dukung Selebrasi ala Lionel Messi
- Marc Marquez Waspadai Gerak-Gerik Alex Marquez di MotoGP Jepang, Bisa Jadi Halangan Terbesar Menuju Gelar Dunia
- Marc Marquez Bisa Kunci Gelar Dunia MotoGP 2025 di Jepang, Apa Saja Syaratnya?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Usain Bolt Bukan Satu-Satunya: McDonald's Jadi Rahasia Sejumlah Atlet Raih Emas Olimpiade
Bolatainment 18 September 2025, 16:12
-
5 Cabor Baru di Olimpiade Los Angeles 2028
Olahraga Lain-Lain 10 September 2025, 17:00
-
Video: 3 Atlet Peraih Medali Olimpiade Paris 2024 Resmi Dapatkan Bonus Total Rp6 Miliar
Open Play 4 September 2024, 09:19
LATEST UPDATE
-
Carlos Espi, 2 Gol dari 5 Tembakan
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 12:05
-
Arsenal dan Rekam Jejak Mereka Setelah Menjuarai Community Shield
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 11:16
-
Rodri Usung Target Juara Liga Champions di Barcelona, tapi Bisakah Ini Diwujudkan?
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 10:09
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Rodri Tiba di Barcelona, Langusng Tegaskan Ambisi Juara Liga Champions
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:36
-
Raphinha Diproyeksikan Jadi Kapten Utama Barcelona
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:32
-
3 Pemimpin Real Madrid yang Bisa Jadi Tumpuan Utama di Era Mourinho
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:18
-
Manchester United, Bruno Fernandes, dan Sebuah Tawaran dari Galatasaray
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:33
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR