
Bola.net - Benak tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, sempat dilanda keraguan. Ia merasa kalau dirinya belum mampu bersaing dengan sosok-sosok kenamanaan yang bakalan bermain di ajang Olimpiade 2020.
"Pikiran saya sempat berkecamuk, tabrakan begitu. Di satu sisi saya senang bisa tampil di Olimpiade, tapi di sisi lain saya bertanya-tanya, apakah saya sudah layak main di sana?" tutur Gregoria dalam rilis yang diterima Bola.com, Jumat (2/7/2021).
"Tampil di ajang sebesar Olimpiade dengan lawan-lawan yang sudah punya nama dan prestasi besar, membuat saya sempat merasa belum mampu bersaing, apalagi dengan hasil turnamen terakhir saya yang kurang memuaskan."
"Tapi seiring waktu, saya coba melupakan pikiran itu. Sekarang saya sudah lebih lepas dan siap menghadapinya karena saya berpikir kalau saya menyia-nyiakan kesempatan tahun ini, belum tentu saya bisa punya kesempatan lagi pada Olimpiade selanjutnya," jelas Gregoria.
Saat ini, Gregoeria masih dalam tahap latihan ekstra untuk mencapai titik maksimal. Selama dua minggu terakhir, juara Kejuaraan Dunia Junior 2017 ini mengaku menjalani program latihan yang berat.
"Persiapan dua minggu terakhir ini, dari pelatih saya diberi latihan ekstra, seperti penambahan latihan besi dan peningkatan fisik, juga termasuk latihan di dalam lapangannya. Intens banget programnya," tutur Gregoria.
"Selain itu, di sisi non-teknis mulai tahun ini saya mencoba untuk konsultasi ke psikolog karena masalahnya kan mindset saya sudah lumayan lama kalau bisa dibilang seperti ini."
"Dari 2019 masih begitu-begitu saja masalahnya. Unggul jauh, terkejar lalu kalah. Jadi saya merasa perlu ada orang yang bisa pelan-pelan mengubah mindset itu dan membuat saya kembali percaya diri," kata Gregoria.
Harapan Gregoria
Gregoria, yang saat ini berperingkat 23 dunia, berharap mampu bermain maksimal di Olimpiade Tokyo.
"Untuk nanti di Olimpiade, saya mencoba untuk terus menyemangati diri sendiri tanpa memikirkan hasil. Kadang yang membuat saya tidak bisa nengontrol diri sendiri itu karena terlalu menggebu-gebu. Jadi sebisa mungkin motivasi itu dijadikan sesuatu hal yang positif, bukan menjadi merugikan," terang Gregoria.
"Harapan di Olimpiade nanti, pastinya mau hasil terbaik. Apalagi saya sudah diberi kesempatan untuk tampil karena tidak semua atlet punya kesempatan tampil di sana. Saya beryukur mendapat kesempatan itu dan saya mau maksimalkan tanpa banyak berpikir macam-macam. Saya harus lebih tahu saja apa yang akan saya lakukan nanti," ujarnya mengakhiri.
Disadur dari: Bola.com (Muhammad Adiyaksa/Wiwig Prayugi)
Diunggah pada: 3 Juli 2021
Baca Juga:
- Akibat Penundaan Olimpiade, Malaysia Batal Gaet Rexy Mainaky
- PBSI Tetap Tingkatkan Performa Pebulu Tangkis Meski Olimpiade 2020 Diundur
- Olimpiade Tokyo 2020 Tertunda, Ini Kata Legenda Renang Indonesia
- Olimpiade 2020 Ditunda Karena Pandemi Corona, Kemenpora Harap Atlet Tetap Semangat
- Olimpiade Tokyo 2020 Ditunda, Ini Respons Kemenpora
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dikalahkan Brisbane, Jakarta Gagal Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032
Olahraga Lain-Lain 25 Februari 2021, 19:34
-
Allianz Jalin Kemitraan Global Olimpiade dan Paralimpiade
Olahraga Lain-Lain 23 Januari 2021, 08:06
LATEST UPDATE
-
Kekalahan Pertama Real Madrid dari Bayern Munchen dalam 14 Tahun
Liga Champions 8 April 2026, 04:31
-
Man of the Match Real Madrid vs Bayern Munchen: Michael Olise
Liga Champions 8 April 2026, 04:06
-
Puasa Gol Christian Pulisic Kian Panjang di Tahun 2026
Liga Italia 7 April 2026, 23:32
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32























KOMENTAR