
Bola.net - Mario Gotze, nama yang mungkin bisa jadi contoh bagaimana karier pesepak bola bisa merosot begitu drastis. Gotze pernah jadi pahlawan Jerman, tapi sekarang klub pun tak punya.
Ya, kemerosotan karier Gotze begitu kentara. Dia pernah mencapai level terbaiknya semasa membela Borussia Dortmund di bawah bimbingan Jurgen Klopp, tapi kemudian memutuskan hengkang ke Bayern Munchen.
Tiba di Munchen pada tahun 2013, Gotze sempa bermain apik di musim pertamanya, tapi beberapa tahun setelahnya berjalan buruk. Dia pun kembali ke Dortmund pada tahun 2016 lalu dalam usaha memperbaiki karier.
Nahasnya, sekarang Gotze harus mencari klub barunya, dan untuk itu dia harus berinisiati, bergerak sendiri menemukan klub yang tepat.
Apa yang sebenarnya terjadi pada Gotze? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Pernah jadi pahlawan
13 Juli 2014, Estadio Maracana, Jerman bersua Argentina di final Piala Dunia. Pertandingan berjalan alot, dua tim sama kuat dalam skor 0-0, laga pun harus dilanjutkan ke babak tambahan.
Saat itulah Gotze muncul jadi pahlawan. Dia masuk sebagai pemain pengganti, lalu mencetak gol kemenangan Jerman di menit ke-13.
Schurrle melewati dua bek lawan di sisi kiri, melepas umpan silang ke area penalti, dan Gotze mengontrol bola dengan baik lalu melepas tembakan voli kaki kiri. Dia jadi pemain pengganti pertama dalam sejarah yang mencetak gol untuk meraih trofi Piala Dunia.
Saat itu nama Gotze pun dielu-elukan seantero Jerman. Dia adalah pahlawan muda yang mewujudkan mimpi.
Sekarang tak punya klub
Nahasnya, sekarang Gotze luntang-lantung tidak jelas. Dortmund memutuskan tidak memperpanjang kontraknya yang berakhir pada bulan Juni lalu, dan sampai sekarang belum ada klub baru yang merekrut Gotze.
Bagi pemain yang pernah jadi pahlawan negara, tentu situasi Gotze ini cukup mengenaskan. Terlebih karena dia masih 28 tahun, seharusnya masih bisa bermain di level tinggi beberapa tahun lagi.
Tidak ada yang tahu pasti apa penyebab kemerosotan Gotze. Yang jelas, keputusan meninggalkan Dortmund untuk Munchen merupakan salah satu penyebab. Dia gagal bersinar bersama Munchen, bahkan hanya bagus di beberapa tahun awal.
Gotze adalah bukti bahwa karier pesepak bola bisa merosot dan tandas dalam waktu singkat.
Sumber: Berbagai sumber
Baca ini juga ya!
- Hadirnya Thiago Alcantara di Liverpool Ancam Para Pemain Ini
- Patut Waspada, Ini 5 Alasan Espanyol Bisa Menyulitkan Barcelona
- Andai Thiago Alcantara Gabung Manchester United, Berapa Nomor Punggung yang Dipakai?
- Fabio Quartararo Ungkap Trek Favorit dan Tersulit di MotoGP
- Mengenal Lebih Dekat Nemanja Matic, Gelandang MU dengan 9 Nyawa
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bierhoff: Kai Havertz Pemain untuk Real Madrid
Bundesliga 9 Juli 2020, 23:56
-
Paul Pogba Restui MU Kejar Jadon Sancho
Bundesliga 9 Juli 2020, 21:03
-
Jangan Beli Thiago Alcantara Liverpool! Nanti Mubazir!
Bundesliga 9 Juli 2020, 18:40
-
3 Klub yang Bisa Merekrut Kai Havertz
Editorial 9 Juli 2020, 15:49
LATEST UPDATE
-
Kevin De Bruyne yang Menggila dan Debut Massimiliano Allegri di Napoli Berakhir Manis
Liga Italia 23 Agustus 2026, 08:41
-
Ironi Tottenham: Sudah Belanja Rp5,5 Triliun, tapi Langsung Dibantai Brentford 0-3
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 05:34
-
Man of the Match Espanyol vs Real Madrid: Jude Bellingham
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 05:15
-
Hasil DFL Super Cup 2026: Bayern Munchen Juara Usai Tundukkan Dortmund 2-1
Bundesliga 23 Agustus 2026, 04:59
-
Man of the Match Inter vs Monza: Pio Esposito
Liga Italia 23 Agustus 2026, 01:32
-
Hasil Inter vs Monza: Juara Bertahan Terlalu Perkasa!
Liga Italia 23 Agustus 2026, 01:25
-
Hasil Leg 1 Final Piala AFF 2026: Vietnam Menang di Kandang Thailand
Tim Nasional 22 Agustus 2026, 22:36
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR