Kontroversi VAR di Laga Barcelona vs Atletico, Keputusan Wasit Istvan Kovacs Disorot

Kontroversi VAR di Laga Barcelona vs Atletico, Keputusan Wasit Istvan Kovacs Disorot
Lamine Yamal berebut bola dengan Koke dalam laga leg pertama perempat final Liga Champions antara Barcelona vs Atletico Madrid di Camp Nou, 9 April 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Bola.net - Laga antara Barcelona dan Atletico Madrid kembali menghadirkan drama di Liga Champions. Selain hasil pertandingan yang dimenangi tim tamu 2-0, perhatian juga tertuju pada satu keputusan kontroversial yang terjadi di tengah pertandingan.

Insiden tersebut melibatkan dugaan handball di area penalti Atletico Madrid yang memicu protes keras dari para pemain Barcelona. Namun, wasit tetap pada keputusannya untuk tidak memberikan penalti.

Keputusan itu langsung memicu perdebatan luas di kalangan pengamat dan suporter. Banyak pihak mempertanyakan apakah teknologi VAR seharusnya digunakan untuk meninjau kembali situasi tersebut.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 2 halaman

Insiden Handball Picu Protes Barcelona

Marcus Rashford beraksi dalam laga leg pertama perempat final Liga Champions antara Barcelona vs Atletico Madrid di Camp Nou, 9 April 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Marcus Rashford beraksi dalam laga leg pertama perempat final Liga Champions antara Barcelona vs Atletico Madrid di Camp Nou, 9 April 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Kontroversi terjadi pada menit ke-54 pertandingan. Situasi bermula ketika kiper Atletico Madrid, Juan Musso, melakukan tendangan gawang dan mengarahkan bola kepada bek Marc Poblet yang berada di dalam kotak penalti.

Dalam situasi tersebut, Poblet terlihat terkejut ketika menerima bola. Ia tampak menyentuh bola dengan tangan sebelum kemudian mengontrolnya kembali.

Insiden itu langsung memicu reaksi dari para pemain Barcelona. Mereka menilai sentuhan tangan tersebut seharusnya berujung pada hadiah penalti karena bola sudah dimainkan, jadi terhitung handball.

Meski begitu, wasit asal Rumania, Istvan Kovacs, memutuskan untuk tidak menunjuk titik putih. Tim VAR juga tidak melakukan peninjauan ulang terhadap kejadian tersebut.

2 dari 2 halaman

Analisis VAR dan Perdebatan Aturan

Reaksi kecewa Lamine Yamal setelah laga leg pertama perempat final Liga Champions antara Barcelona vs Atletico Madrid di Camp Nou, 9 April 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Reaksi kecewa Lamine Yamal setelah laga leg pertama perempat final Liga Champions antara Barcelona vs Atletico Madrid di Camp Nou, 9 April 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Insiden tersebut juga dianalisis oleh Archivo VAR, badan analisis VAR di Spanyol. Mereka menjelaskan bahwa situasi bermula dari tendangan gawang Musso yang diarahkan kepada rekannya di dalam area penalti.

“Dalam momen krusial, kiper Musso melakukan tendangan gawang dan mengoper bola kepada rekan setimnya, Marc Poblet, yang kemudian menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak penalti.”

Menurut analisis tersebut, dari sudut pandang aturan yang ketat, situasi itu berpotensi menghasilkan penalti. Namun, wasit menilai niat Musso hanya sekadar memainkan bola kepada rekan setimnya dalam proses tendangan gawang.

Situasi tersebut semakin menarik perhatian karena Poblet sebelumnya sudah menerima kartu kuning pada menit 45+1. Jika pelanggaran dianggap terjadi, ia berpotensi menerima kartu kuning kedua yang berarti kartu merah.

Yang menjadi kontroversi adalah, secara tertulis memang VAR tidak berhak mengintervensi untuk insiden kecil semacam ini, tapi faktanya kesalahan wasit utama di lapangan bisa merugikan salah satu tim, dan kali ini Barcelona yang kena.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL