20 Tahun Lalu di Istanbul: Ketika Liverpool Bangkit dari Jurang Kekalahan di Final Liga Champions 2005

Bola.net - Final Liga Champions 2005 masih jadi pembahasan hangat hingga kini. Laga tersebut bukan hanya soal trofi, tapi juga soal keajaiban.
Liverpool yang tertinggal 0-3 dari AC Milan di babak pertama akhirnya keluar sebagai juara. Ini menjadi salah satu kisah comeback paling mengejutkan dalam sejarah sepak bola.
Di balik kemenangan dramatis itu, ada cerita-cerita yang belum banyak diketahui publik. Mulai dari kondisi ruang ganti, perubahan strategi, hingga momen emosional para pemain.
John Arne Riise, salah satu pemain Liverpool saat itu, membongkar isi ruang ganti dan perasaan para pemain sebelum dan sesudah laga. Berikut pengakuannya dalam program The LineUp talkSPORT.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Takjub di Terowongan, Liverpool Tetap Punya Keyakinan

John Arne Riise mengaku dirinya sempat merasa minder saat melihat lawan-lawannya di lorong stadion. Ia berdiri di samping nama-nama besar seperti Paolo Maldini, Cafu, dan Kaka.
“Satu-satunya saat saya merasa syok adalah ketika saya berdiri di lorong. Saya melihat ke samping dan melihat Maldini, Cafu, Kaka,” ujar Riise.
“Saya hanya berpikir, ‘Apa yang saya lakukan di sini? Saya berasal dari Norwegia kecil’,” lanjutnya.
Meski begitu, Riise dan rekan-rekannya tetap yakin bisa memberi perlawanan. Mereka percaya pada kemampuan manajer Rafael Benitez di laga satu leg.
“Kami tahu bersama (Rafa) Benitez, dalam laga sekali tanding, kami bisa mengalahkan siapa pun,” bebernya.
Ruang Ganti Kacau, Keputusan Mendadak Bikin Djimi Traore Balik ke Lapangan

Liverpool masuk ke ruang ganti dalam kondisi tertinggal tiga gol. Salah satu keputusan unik terjadi saat bek Djimi Traore diminta kembali bermain setelah sudah mandi.
Steve Finnan mengalami cedera, sehingga Rafael Benitez membatalkan pergantian pemain. Djimi pun terpaksa mengenakan kembali seragamnya.
“Dia (Benitez) bilang ke Djimi Traore untuk mandi. Tapi Steve Finnan bilang dia cedera, tapi masih bisa main,” ungkap Riise.
“Kami tak bisa ambil risiko. Jadi Djimi diminta kembali pakai jersey karena Steve Finnan diganti,” lanjutnya.
Milan Terlalu Cepat Merasa Menang

Riise melihat pemain Milan seperti sudah merasa menang di jeda babak pertama. Gennaro Gattuso menjadi salah satu pemain yang memperlihatkan hal tersebut.
"Saat saya turun ke lorong di babak pertama, Gattuso jadi dirinya sendiri," ucap Riise.
"Entah dia sedang merayakan atau bagaimana, tapi rasanya dia sudah merasa menang," lanjut Riise.
Namun euforia mereka berubah setelah Liverpool memperkecil ketertinggalan lewat Gerrard dan Vladimir Smicer. Semangat Milan mulai goyah sejak skor menjadi 2-3.
“Bagi saya pribadi, titik baliknya terjadi saat skor menjadi 3-2,” ujar Riise.
“Gattuso mulai berteriak. Saat kami menyamakan kedudukan 3-3, kami harus tenang karena kami tidak mau buru-buru menyerang dan malah kebobolan lagi jadi 4-3," katanya.
Penalti Menegangkan dan Tangan Kiri Dudek Jadi Penentu

Pertandingan berlanjut ke adu penalti. Namun, adu penalti dimulai dengan mimpi buruk bagi Milan. Serginho sebagai penendang pertama melepaskan bola yang melambung tinggi.
Giliran berikutnya, Andrea Pirlo juga gagal setelah tendangannya ditepis oleh Jerzy Dudek. Sebaliknya, Liverpool unggul lebih dulu lewat eksekusi Dietmar Hamann dan Djibril Cisse.
Liverpool bisa memperbesar keunggulan menjadi 3-1, tapi penalti John Arne Riise digagalkan oleh Dida. Setelah itu, Kaka dan Vladimir Smicer sama-sama mencetak gol.
Andriy Shevchenko mendapat tekanan besar untuk mencetak gol dan memperpanjang laga. Namun, Dudek berhasil menepis tendangannya dan mengantarkan Liverpool meraih gelar Liga Champions kelima.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Final Liga Champions di Allianz Arena: Panggung Baru, Luka Lama
Liga Champions 28 Mei 2025, 12:33
LATEST UPDATE
-
Sukses dengan Cunha, Manchester United Berminat Boyong Berlian Wolverhampton Ini?
Liga Inggris 19 Februari 2026, 16:43
-
Cari Bek Kanan Baru, Manchester United Impor Raja Assist Borussia Dortmund?
Liga Inggris 19 Februari 2026, 16:20
-
MU Ultimatum Barcelona: 30 Juta Euro atau Rashford Balik ke Old Trafford!
Liga Inggris 19 Februari 2026, 16:01
-
Begini Cara Tim Medis Barcelona Jaga Performa Lamine Yamal Selama Puasa Ramadan
Liga Spanyol 19 Februari 2026, 16:00
-
Manchester United Intip Peluang untuk Daratkan Bek Tangguh Inter Milan Ini?
Liga Inggris 19 Februari 2026, 15:49
-
Sempat Ditolak, Manchester United Kejar Lagi Bintang Chelsea Ini di Musim Panas 2026?
Liga Inggris 19 Februari 2026, 15:31
-
Anaknya Digosipkan Jadi Target Transfer MU, Ayah Alexis Mac Allister Beri Kode Begini
Liga Inggris 19 Februari 2026, 15:21
-
Pengakuan Victor Osimhen: Nyaris Pensiun Dini dan Peran Vital Luciano Spalletti
Liga Italia 19 Februari 2026, 15:16
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Bhayangkara FC 20 Februari 2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 14:32
-
Pecco Bagnaia Terus Diburu Aprilia Meski Lebih Tertarik Bela Yamaha di MotoGP 2027
Otomotif 19 Februari 2026, 13:17
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
























KOMENTAR