5 Kontroversi Besar Laga Benfica vs Real Madrid: Kartu Merah Jose Mourinho, Rasisme dan Diving Gianluca Prestianni

Bola.net - Laga Benfica vs Real Madrid pada leg pertama play-off Liga Champions 2025/2026, Rabu (18/2) dini hari WIB, berjalan panas sejak menit awal. Atmosfer di Estadio da Luz sudah membara bahkan sebelum peluit kick-off dibunyikan.
Benfica sebelumnya menang 4-2 atas Madrid pada matchday terakhir League Phase. Situasi itu membuat duel kali ini sarat gengsi dan emosi. Aroma balas dendam begitu terasa.
Real Madrid akhirnya membalas kekalahan tersebut. Pasukan Alvaro Arbeloa menang tipis 1-0 lewat gol Vinicius Junior pada menit ke-50. Gol itu lahir dari aksi individu khas sang winger Brasil dari sisi kiri.
Namun, bukan hanya hasil akhir yang menjadi sorotan. Ada lima momen kontroversial yang membuat laga ini terus dibicarakan hingga setelah pertandingan usai.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
1. Selebrasi Vinicius Junior Picu Ketegangan

Gol Vinicius Junior menjadi titik balik pertandingan. Ia menusuk dari sisi kiri dan melepas tembakan terukur ke sudut gawang Benfica.
Selebrasinya berlangsung emosional. Vinicius dianggap melakukan provokasi ke arah tribune tuan rumah. Situasi langsung memanas.
Beberapa pemain Benfica mendekat dan terjadi ketegangan singkat. Wasit Francois Letexier turun tangan dan memberikan kartu kuning kepada Vinicius untuk meredakan situasi.
2. Dugaan Rasisme dan Laga Terhenti 10 Menit

Ketegangan belum mereda saat laga hendak dilanjutkan. Vinicius melaporkan dugaan ujaran rasis dari Gianluca Prestianni kepada wasit.
Francois Letexier membuat gestur tangan bersilang sebagai sinyal dugaan pelecehan rasial. Vinicius sempat meninggalkan lapangan dan pertandingan terhenti sekitar 10 menit.
Insiden ini menjadi sorotan utama. Atmosfer di stadion berubah drastis. Laga tidak lagi sekadar soal taktik dan skor.
3. Prestianni Lolos dari Tuduhan, Kena Sanksi karena Diving

Pada momen dugaan ujaran rasis, Prestianni menutup mulutnya dengan jersey. Wasit tidak memiliki bukti verbal yang jelas.
Ia pun tidak mendapat hukuman atas insiden tersebut. Namun, kontroversi belum berhenti pada dirinya.
Menit ke-78, Prestianni terjatuh di kotak penalti saat berada dekat Eduardo Camavinga. Wasit menilai itu sebagai diving dan langsung mengganjarnya dengan kartu kuning.
4. Jose Mourinho Diusir dari Lapangan

Jose Mourinho ikut terseret dalam atmosfer panas laga. Ia sempat terlihat menenangkan situasi saat insiden dugaan rasisme terjadi.
Namun, pada menit ke-85, kesabarannya habis. Ia terlihat memprotes sejumlah keputusan Francois Letexier.
Wasit akhirnya mengeluarkan kartu merah setelah dua kartu kuning diberikan. Mourinho dipastikan absen pada leg kedua di Santiago Bernabeu.
5. Lemparan Benda dari Tribune Jadi Sorotan

Tensi tinggi juga datang dari arah tribune. Pada menit-menit akhir, sejumlah benda dilempar ke lapangan.
Insiden terjadi ketika Trent Alexander-Arnold hendak mengambil sepak pojok. Situasi dinilai berbahaya.
"Sulit bagi para pemain Madrid untuk pergi ke sana (untuk mengambil tendangan sudut). Ada banyak sekali benda di sana. Itu sebenarnya berbahaya.," kata pandit BBC Sport, Alan Shearer.
Laga berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Real Madrid. Namun, cerita yang tertinggal jauh lebih besar dari sekadar skor. Duel ini menyisakan drama, kontroversi, dan potensi sanksi lanjutan dari UEFA.
Baca Ini Juga:
- Man of the Match Benfica vs Real Madrid: Aurelien Tchouameni
- Hasil Dortmund vs Atalanta: Serhou Guirassy Menggila di Signal Iduna Park
- Man of the Match Monaco vs PSG: Desire Doue
- Hasil Benfica vs Real Madrid: Dugaan Rasisme, Jose Mourinho Kartu Merah, dan Gol Indah Vinicius Junior
- Hasil Monaco vs PSG: Sempat Tertinggal 2 Gol, PSG Mampu Balikkan Keadaan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Insiden Rasisme dalam Laga Benfica vs Madrid: Vinicius Junior Jadi Korban
Liga Champions 18 Februari 2026, 13:32
LATEST UPDATE
-
Carlos Espi, 2 Gol dari 5 Tembakan
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 12:05
-
Arsenal dan Rekam Jejak Mereka Setelah Menjuarai Community Shield
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 11:16
-
Rodri Usung Target Juara Liga Champions di Barcelona, tapi Bisakah Ini Diwujudkan?
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 10:09
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Rodri Tiba di Barcelona, Langusng Tegaskan Ambisi Juara Liga Champions
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:36
-
Raphinha Diproyeksikan Jadi Kapten Utama Barcelona
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:32
-
3 Pemimpin Real Madrid yang Bisa Jadi Tumpuan Utama di Era Mourinho
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:18
-
Manchester United, Bruno Fernandes, dan Sebuah Tawaran dari Galatasaray
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:33
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59






















KOMENTAR