
Bola.net - Manchester City sukses melaju ke semifinal Liga Champions 2021/22 usai bermain imbang 0-0 versus Atletico Madrid dalam partai leg kedua perempat final di Wanda Metropolitano, Kamis (14/4/2022) dini hari WIB.
Pertandingan berjalan berjalan cukup seimbang, meski Manchester City masih jauh lebih mendominasi penguasaan bola. Namun, tak ada gol yang tercipta sepanjang 2x45 menit.
Berkat hasil ini, Manchester City yang menang 1-0 di leg pertama pun berhak lolos ke semifinal dengan skor agregat 1-0 untuk menghadapi Real Madrid.
Sederet pelajaran pun bisa diambil dari laga ini. Berikut beberapa di antaranya.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Tim Diego Simeone Spesialis Ribut
Jelang akhir laga, terjadi keributan antarpemain usai Phil Foden dianggap mengulur waktu dengan kesakitan. Buntutnya, Felipe pun mendapat kartu merah dari wasit. Keributan antarpemain bahkan berlanjut usai peluit panjang berbunyi.
Ini adalah kesekian kali tim asuhan Diego Simeone terlibat keributan. Selama lebih dari satu dekade menangani Atletico, Simeone memang dikenal sebagai pelatih yang kerap menunjukkan temperamen di lapangan.
Pertahanan Kokoh Manchester City
Manchester City berhasil menjaga gawangnya dari kebobolan meski diserang habis-habisan oleh Atletico Madrid, terutama di babak kedua.
Kokohnya pertahanan City tak lepas dari performa ciamik John Stones. Dari sisi statistik, Stones memang tampil impresif dengan dua kali melakukan clearence dan tekel, serta sekali intersep.
Peluang Manchester City di Semifinal

Setelah menyingkirkan Atletico Madrid, Manchester City bakal kembali menghadapi tim asal ibu kota Spanyol, Real Madrid di semifinal.
Manchester City memiliki tren bagus di kompetisi Eropa dalam beberapa musim terakhir. Namun, kali ini mereka akan menghadapi Real Madrid yang merupakan langganan juara Liga Champions.
Performa Manchester City
Sejatinya, penampilan Manchester City pada laga leg kedua ini tak terlalu istimewa. Di babak pertama, anak asuh Pep Guardiola mendominasi penguasaan bola, tetapi gagal memanfaatkan sederet peluang.
Di babak kedua, City menjadi lebih banyak bertahan. Selepas keluarnya Kevin De Bruyne, praktis serangan City tak lagi membahayakan.
Waktunya Manchester City Juara?
Setelah musim lalu kalah dari Chelsea di partai final, menarik dinanti apakah Manchester Citizens bakal kembali berhasil mencapai laga puncak.
Menariknya lagi, apakah ini memang musimnya Manchester City untuk meraih gelar juara pertama mereka di Liga Champions.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Presiden Atletico Kecam Man City: Taktik Defensif, Dasar Prasejarah!
Liga Champions 14 April 2022, 23:45
-
Manchester City vs Liverpool: Ujian Berat Pep Guardiola
Liga Inggris 14 April 2022, 21:15
-
Riwayat Cedera Kevin De Bruyne Sejak Berseragam Manchester City
Liga Inggris 14 April 2022, 20:37
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Sporting CP vs Arsenal: David Raya
Liga Champions 8 April 2026, 06:26
-
Kekalahan Pertama Real Madrid dari Bayern Munchen dalam 14 Tahun
Liga Champions 8 April 2026, 04:31
-
Man of the Match Real Madrid vs Bayern Munchen: Michael Olise
Liga Champions 8 April 2026, 04:06
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32






















KOMENTAR