Bola.net - - Pertemuan Tottenham vs Liverpool di final Liga Champions musim sekaligus bisa menjadi awal baru bagi Liga Champions. Di pertandingan tersebut, ada satu aturan baru yang bakal diterapkan oleh UEFA.
Sebagaimana diketahui, Tottenham dan Liverpool akan berduel di partai puncak Liga Champions pada 2 Juni 2019 mendatang. Partai yang digelar di Wanda Metropolitano tersebut dipastikan berlangsung sengit mengingat kedua tim sudah saling kenal satu sama lain karena sama-sama berasal dari Premier League.
Partai ini sendiri akan menjadi awal dan akhir dari sebuah sejarah Liga Champions. Eits, tenang saja. Maksutnya adalah awal sejarah dari beberapa aturan baru di dalam pertandingan dan sekaligus akhir bagi aturan sebelumnya.
Penasaran aturan apa saja yang bakal berubah di Liga Champions musim depan? Simak artikel selengkapnya di bawah ya Bolaneters. Scroll yuk!
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Aturan Baru Liga Champions
Sembilan aturan baru akan diterapkan oleh EUFA di Liga Champions musim depan. Aturan ini ditetapkan setelah pertemuan antara Dewan FA Internasional (International Football Association Board/IFAB), yang terdiri dari empat negara dan empat perwakilan FIFA, di Aberdeen, Maret lalu.
Berikut sembilan aturan baru tersebut:
- Tim yang sedang mengambil tendangan bebas, pemainnya tidak boleh menyusup dalam pagar betis (defensive walls) yang berisi tiga pemain atau lebih. Sebaliknya, pemain yang timnya sedang mengambil tendangan bebas, setidaknya berjarak satu meter dari pagar betis.
- Tendangan gawang atau tendangan bebas di area kotak penalti tak lagi harus dilakukan dengan memastikan bola meninggalkan kotak penalti. Namun, pemain lawan tak boleh berada di dalam kotak penalti sebelum bola jadi hidup.
- Drop ball sekarang bisa langsung langsung diberikan ke penjaga gawang jika permainan dihentikan di dalam kotak penalti. Jika pertandingan dihentikan di luar kotak penalti, maka drop ball atau akan diberikan untuk tim yang terakhir menyentuh bola dan para pemain lain harus berjarak empat meter dari bola.
- Jika seorang pemain mencetak gol dengan menggunakan bagian dari tangannya, bahkan ketika dilakukan secara tidak sengaja, maka itu akan dianggap sebagai sebuah pelanggaran atau handball membuat gol dianulir.
- Saat menghadapi tendangan penalti, penjaga gawang kini hanya diperbolehkan meletakkan satu kakinya di garis ketika tendangan dilakukan. Penjaga gawang tidak diperkenankan menyentuh tiang, gawang, atau jaring sebelum tendangan dilakukan.
- Pemain pengganti wajib meninggalkan lapangan di posisi terdekatnya, tidak lagi harus meninggalkan lapangan melalui garis tengah lapangan di mana wasit keempat mengatur pergantian. Ini ditujukan agar tim tak membuang banyak waktu.
- Pelatih dan manajer nanti akan diberikan kartu merah dan kuning jika melakukan pelanggaran. Aturan ini telah diberlakukan di ajang Piala Liga Inggris musim ini, tapi belum di Premier League.
- Tim yang menang tos di awal pertandingan akan memulai tendangan kick off.
- Di dalam aturan UEFA, diperbolehkan menempatkan 12 pemainnya untuk duduk di bangku cadangan di pertandingan final.
Aturan terakhir dari sembilan perubahan aturan di Liga Champions ini sendiri akan sudah diterapkan di final Liga Champions tahun ini. Baik Liverpool maupun Tottenham diperbolehkan membawa 12 pemain mereka untuk duduk di bangku cadangan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tottenham vs Liverpool, Spurs Diminta Cadangkan Harry Kane Saja
Liga Champions 25 Mei 2019, 10:12
-
'Comeback' Liverpool Bikin Kecewa, Messi Salahkan Pemain Barcelona
Liga Champions 25 Mei 2019, 07:05
LATEST UPDATE
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


























KOMENTAR