
Bola.net - Benfica harus puas mengakhiri catatan tak terkalahkan di ajang Liga Champions setelah dipermalukan oleh Inter Milan. Tetapi pelatih Roger Schmidt mengatakan di balik kekalahan timnya, kepemimpinan wasit Michael Oliver di laga tersebut layak dipertanyakan.
As Aguias takluk oleh sang tamu dalam laga leg pertama babak perempat final Liga Champions 2022/23. Bermain di hadapan publik sendiri di Estadio Da Luz, Rabu (12/04/2023) dini hari WIB, Joao Mario dan kolega kalah dengan skor 0-2 atas Inter.
Nerazzurri memimpin lewat gol sundulan Nicolo Barella serta penalti Romelu Lukaku menjelang akhir laga, dapat memberikan tim asuhan Simone Inzaghi keuntungan besar untuk menghadapi leg kedua di Giuseppe Meazza, Kamis (20/04/2023) dini hari WIB.
Sebelumnya, Benfica belum pernah merasakan kekalahan di Liga Champions musim ini. Mereka bahkan memuncaki klasemen grup di atas Juventus dan PSG serta mampu mencetak gol di setiap pertandingan dan hanya bermain imbang 1-1 di kandang dan tandang melawan Les Parisiens.
Simak komentar sang pelatih di bawah ini.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Sudah Maksimal
Seusai pertandingan, Schmidt menilai para anak asuhnya memulai laga sangat lambat. Namun, yang menjadi perhatiannya adalah beberapa kali Benfica mampu menghasilkan peluang emas yang sayangnya gagal menjadi gol.
"Itu adalah pertandingan yang sulit dan saya pikir kedua tim memiliki peluang, tetapi sayangnya kami tidak memanfaatkannya," kata Schmidt kepada Eleven Sports.
"Kami bertahan dalam permainan, para pemain memberikan segalanya, kemudian kami kebobolan gol kedua dari penalti. Ini adalah kisah dari pertandingan ini," jelasnya.
Protes Keputusan Wasit
Kemudian, As Aguias ketiban apes dengan didakwa penalti menyusul Joao Mario kedapatan melakukan hand ball di kotak terlarang.
Penalti diberikan oleh Michael Oliver setelah ia meninjau VAR dengan Mario salah mengantisipasi bola crossing dari Denzel Dumfries.
"Saya pikir kami tidak beruntung dengan keputusan wasit, karena saya tidak yakin itu penalti, sementara kami seharusnya mendapatkan setidaknya satu penalti yang menguntungkan kami," kata pelatih asal Jerman.
Schmidt merujuk pada sebuah insiden sapuan yang sangat berbahaya dari Alessandro Bastoni di dalam kotak penalti Inter.
Namun, rekaman video menunjukkan bahwa ia berhasil menguasai bola, meski harus meletakkan kakinya di antara kedua kaki pemain Benfica untuk mendapatkannya.
Siap Balas Dendam
Schmidt kehilangan Nicolas Otamendi yang terkena skorsing, Alexander Bah yang cedera, Goncalo Guedes dan Julian Draxler di laga kali ini, tetapi ia hanya melakukan satu pergantian pemain selama pertandingan.
"Itu adalah keputusan saya. Para pemain di lapangan bermain dengan baik dan kami menciptakan peluang besar di menit-menit akhir," katanya.
"Kalah di kandang sendiri tidaklah baik, tetapi ini baru laga pertama. Kami harus selalu percaya pada diri kami sendiri."
"Inter bermain dengan efisiensi yang lebih baik dan kami harus melakukan hal yang sama pekan depan. Saya yakin kami bisa menang di Milan," pungkasnya.
Sumber: Eleven Sports
Penulis: Yoga Radyan
Baca Juga:
- Jangan Samakan Inter Milan di Liga Italia dan di Liga Champions, Netizen: Inzaghi Nih Bos, Spesialis
- 5 Pelajaran Kemenangan Inter Milan atas Benfica: Pertahanan Disiplin, Serangan Balik Efisien!
- Man of the Match Benfica vs Inter Milan: Alessandro Bastoni
- Hasil Benfica vs Inter Milan: Skor 0-2
- Masih Ngefans Berat, Ancelotti Berharap Bertemu AC Milan di Final Liga Champions!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kalahkan Mantan Tim, Pep: Itu Sangat Menguras Emosi!
Liga Champions 12 April 2023, 23:26
-
Frank Lampard Harapkan Enzo Fernandez Jadi Pemimpin di Chelsea
Liga Champions 12 April 2023, 23:19
LATEST UPDATE
-
Gak Laku! Rafael Leao Ditolak Arsenal, MU, dan Barcelona
Liga Italia 21 Mei 2026, 11:45
-
Mengebut dan Kecelakaan, SIM Jamal Musiala Dicabut!
Bundesliga 21 Mei 2026, 10:45
-
Gokil! Casemiro Tolak Banyak Tawaran Demi Inter Miami
Bola Dunia Lainnya 21 Mei 2026, 10:15
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25
























KOMENTAR