
Bola.net - 28 Mei 2003, hari ini tepat 17 tahun lalu AC Milan meraih gelar Eropa keenam mereka dalam duel bersejarah di Old Trafford. Malam itu akan selalu dikenang sebagai malam Paolo Maldini mencium Si Kuping Besar.
Pertandingan itu dianggap bersejarah karena merupakan final Eropa pertama yang diikuti oleh dua tim asal Italia. Juga menandai kedua kalinya partai final diperebutkan dua tim dari satu negara, setelah sebelumnya ada all spanish final pada tahun 2000.
Pertandingan ini berjalan sengit, tangguh, layaknya dua tim Italia dengan kualitas pertahanan yang sangat baik. Juventus dan Milan bermain sama kuat dalam waktu normal, skor 0-0 pun tidak berubah selama 120 menit.
Lalu pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti dan Milan berhasil jadi juara dengan skor 2-3. Pada saat itulah Rossoneri mengangkat trofi Eropa keenam mereka.
🔴⚫️ AC Milan claimed their 6th European Cup title #OTD in 2003...#UCL | @acmilan https://t.co/0VnwKXtjo2 pic.twitter.com/CUDhlkPfvW
— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) May 28, 2020
Kini, megenang memori 17 tahun lalu, apa saja yang terjadi sebelum dan pada pertandingan? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Status Berbeda
Kedua finalis ini memulai musim dengan kondisi yang berbeda. Juve dianggap lebih kuat, Milan sebagai penantang.
Betapa tidak, Juve memasuki Liga Champions 2002/03 ini dengan menyandang status juara Serie A (2001/02), jadi mereka berhak langsung lolos ke fase grup.
Milan berbeda, mereka hanya bisa finis di peringkat keempat klasemen akhir Serie A, jadi harus terlebih dahulu melewati kualifikasi putaran ketiga.
Juve melangkah ke final Liga Champions sebagai juara Italia ke-27 kalinya (2002/03), sementara Milan hanya finis peringkat ketiga di liga, tertinggal 22 poin dari Juve, tapi berhasil menjuarai Coppa Italia.
Kedua tim bermain sama kuat di liga, dengan masing-masing memetik kemenangan 2-1 di kandang.
Rute ke final - Milan
Milan menjuarai Grup G pada putaran pertama fase grup, saat itu mereka berhasil mengungguli Deportivo La Coruna, Lens, dan Bayern Munchen. Lalu Milan memasuki putaran kedua fase grup dan harus bersaing dengan Real Madrid, Borussia Dortmund, dan Lokomotiv Moscow.
Biar begitu, Milan hanya menelan dua kekalahan (0-1 dari Dortmund dan 1-3 dari Madrid) serta berhak melaju ke perempat final. Di sna mereka berhasil mengusir Ajax dengan kemenangan 3-2 di San Siro.
Lalu, di semifinal Milan harus menghadapi sahabat sekota, Inter. Kedua laga berakhir imbang (0-0; 1-1) tapi Milan berhak lolos karena agresivitas gol tandang.
Rute ke final - Juventus
Juventus menjuarai Grup E pada putaran pertama fase grup, mereka mengungguli Newcastle United, Dynamo Kiev, dan Feyernoord. Lalu, di putaran kedua fase grup, Juve hanya bisa finis di peringkat kedua Grup D.
Juve berhasil melangkah ke perempat final dan berhasi mengalahkan Barca lewat perpanjangan waktu. Mereka bermain 1-1 di kandang, lalu memetik kemenangan 2-1 di Camp Nou.
Kemudian di semifinal Juve harus menghadapi Real Madrid, kalah di leg pertama (1-2), tapi berhasil menang di leg kedua (3-1) dan berhak melangkah ke final.
Jalannya Pertandingan
Final pertama yang mempertemukan dua klub Italia dimainkan di Old Trafford, seakan-akan pertandingan itu memang disiapkan untuk jadi pertandingan bersejarah.
Pertandingan dimulai, Milan justru bisa mencetak gol terlebih dahulu lewat Andriy Shevchenko. Nahasnya gol itu dianulir wasit setelah Rui Costa dituding telah menutupi sudut pandang Buffon dari posisi offside.
Pertandingan berjalan seimbang. Di babak kedua Antonio Conte nyaris mencetak gol, juga Andrea Pirlo. Sayangnya, kedua tim mulai sama-sama menerapkan permainan defensif.
Milan dan Juve juga sama-sama kehilangan pemain karena cedera. Pertandingan semakin panjang karena harus dilanjutkan sampai 120 menit.
Lalu, babak penalti dimulai, dan Milan sempat kesulitan. Adu penalti ini menyebabkan kontroversi karena tayangan ulang membuktikan Dida berdiri di depan garis gawang ketika menepis penalti Trezeguet, Zalayeta, dan Montero.
Namun, Buffon sendiri juga melewati garis gawang ketika menepis tembakan Seedorf dan Kaladze. Lalu, sebagai penendang kelima, Shevchenko menuintaskan tugasnya dengan baik dan menuntun Milan meraih trofi Eropa keenam mereka sepanjang sejarah.
Saat itulah, ketika seremoni trofi di lapangan, Paolo Maldini mengangkat trofi, bersorak, lalu menciumnya.
🔴⚫️ Legendary AC Milan captain Paolo Maldini lifted his 4th European Cup title #OTD in 2003 🏆🏆🏆🏆#UCL | #ThrowbackThursday | #TBT https://t.co/nSLbNXhEp7 pic.twitter.com/0Zx2A2KvdL
— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) May 28, 2020
Susunan Pemain
Juventus (4-4-2): Buffon, Montero, Tudor (42' Birindelli), Ferrara, Thuram; Zambrotta, Davids (Zalayeta), Tacchinardi, Camoranesi (46' Conte); Del Piero, Trezeguet
Pelatih: Marcello Lippi
Milan (4-3-1-2): Dida; Kaladze, Maldini, Nesta, Costacurta (66' Junior); Pirlo (72' Serginho), Seedorf, Gattuso; Rui Costa (87' Ambrosini); Shevchenko, Inzaghi
Pelatih: Carlo Ancelotti
Statistik Juventus - Milan
Total shots: 11 - 14
On target: 2 - 6
Possession: 49% - 51%
Corner kicks: 5 - 13
Fouls: 34 - 23
Offsides: 1 - 6
Sumber: Berbagai sumber
Baca ini juga ya!
- 7 Kandidat Pengganti Jack Miller di Pramac, dari Iannone sampai Martin
- Fiorentina vs Barcelona dan Gol Bicycle Kick Sensasional Mauro Bressan
- Parade 5 Gol Lionel Messi dan Pembantaian di Camp Nou
- Tapak Tilas Perjalanan Juventus Menjadi Juara Liga Champions 1996
- Membedah Performa Mesut Ozil di Arsenal 2013-2020, Pemain Bergaji Rp5,5 Miliar per Pekan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Paredes Pernah Tolak Juventus Sembilan Tahun yang Lalu
Liga Italia 28 Mei 2020, 22:50
-
Liverpool Saingi Juventus untuk Transfer Houssem Aouar
Liga Inggris 28 Mei 2020, 22:00
-
Juventus Inginkan Ansu Fati, Barcelona Katakan Tidak!
Liga Spanyol 28 Mei 2020, 16:20
-
3 Pemain yang Bisa Dikorbankan Juventus Demi Jorginho
Editorial 28 Mei 2020, 16:11
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Galatasaray vs Juventus: Live Streaming Liga Champions di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 21:34
-
Live Streaming Dortmund vs Atalanta - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Monaco vs PSG - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Benfica vs Real Madrid - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Jadwal Persib vs Ratchaburi Rabu 18 Februari 2026, Siaran Langsung RCTI dan GTV
Bola Indonesia 17 Februari 2026, 19:55
-
Jadwal Siaran Langsung Liga Champions di SCTV Malam Ini, 18 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:57
-
Live Streaming Galatasaray vs Juventus - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:45
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV dan MOJI, 18-19 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:33
-
Olympiacos dan Leverkusen Bukan Lawan yang Asing
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:00
-
Club Brugge yang Kuat di Kandang, Atletico Madrid yang Berpengalaman di Fase Gugur
Liga Champions 17 Februari 2026, 16:29
-
Inter Milan Punya Nama Besar, tapi Bodo/Glimt Bukan Sekadar Penggembira
Liga Champions 17 Februari 2026, 16:01
-
Rekor Buruk Qarabag FK, Performa Stabil Newcastle
Liga Champions 17 Februari 2026, 15:34
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
























KOMENTAR