Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman

Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Pemain Inter Milan, Henrikh Mkhitaryan, terjatuh usai ditekel gelandang Liverpool Ryan Gravenberch dalam laga Liga Champions, Rabu, (10/12/2025). (c) AP Photo/Luca Bruno

Bola.net - Laga Inter vs Arsenal akan tersaji pada matchday 7 fase liga Liga Champions 2025/2026 di San Siro, Rabu, 21 Januari 2026. Laga ini menjadi ujian serius bagi Inter Milan yang sedang berada dalam tren negatif di kompetisi Eropa.

Laga Inter vs Arsenal juga mempertemukan dua tim dengan kondisi yang kontras jelang pertandingan. Arsenal datang dengan catatan sempurna, sementara Inter baru saja kehilangan konsistensi setelah dua kekalahan beruntun.

Tekanan berada di kubu tuan rumah karena Nerazzurri belum pernah menelan tiga kekalahan beruntun dalam satu edisi Liga Champions. Catatan historis itu kini berada dalam ancaman ketika menghadapi The Gunners yang sedang tajam dan solid.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 4 halaman

Arsenal Datang dengan Rekor Sempurna

Gabriel Jesus setelah kemenangan timnya dalam laga Liga Champions antara Club Brugge vs Arsenal di Belgia, 10 Desember 2025 (c) AP Photo/Omar Havana

Gabriel Jesus setelah kemenangan timnya dalam laga Liga Champions antara Club Brugge vs Arsenal di Belgia, 10 Desember 2025 (c) AP Photo/Omar Havana

Arsenal menjadi satu-satunya tim yang menyapu bersih enam kemenangan dari enam laga fase liga musim ini. The Gunners unggul tiga poin di puncak klasemen sementara dan tampil konsisten di setiap pertandingan.

Kemenangan 3-0 atas Club Brugge pada matchday 6 menegaskan stabilitas Arsenal. Namun, mereka belum pernah meraih tujuh kemenangan beruntun di kompetisi Eropa.

Tim asal London itu juga menunjukkan ketangguhan di lini belakang dengan hanya kebobolan tiga gol dalam sepuluh laga fase liga terakhir. Arsenal bahkan mencatatkan 12 clean sheet dalam 17 pertandingan terakhir di fase grup atau liga.

2 dari 4 halaman

Inter di Bawah Bayang-bayang Sejarah

Pemain Inter Milan usai laga melawan Napoli di Serie A, 12 Januari 2026. (c) AP Photo/Luca Bruno

Pemain Inter Milan usai laga melawan Napoli di Serie A, 12 Januari 2026. (c) AP Photo/Luca Bruno

Inter memasuki laga ini setelah kalah tandang 1-2 dari Atletico Madrid pada matchday 5 dan kalah 0-1 dari Liverpool di kandang pada matchday 6. Kekalahan dari Liverpool itu mengakhiri rekor 18 laga kandang tanpa kekalahan Inter di Liga Champions sejak September 2022.

Nerazzurri kini telah menelan dua kekalahan beruntun di kompetisi ini. Mereka belum pernah kalah tiga kali berturut-turut dalam satu edisi Liga Champions. Catatan ini berada dalam ancaman serius karena sang lawan sedang bagus-bagusnya.

Catatan kandang Inter melawan klub Inggris di San Siro masih cukup meyakinkan. Inter memenangi enam dari delapan laga terakhir menghadapi wakil Premier League di stadion tersebut.

3 dari 4 halaman

Rekam Jejak dan Faktor Emosional

Pemain Liverpool, Curtis Jones berebut bola dengan pemain Inter Milan Henrikh Mkhitaryan dalam laga Liga Champions, Rabu, (10/12/2025). (c) AP Photo/Luca Bruno

Pemain Liverpool, Curtis Jones berebut bola dengan pemain Inter Milan Henrikh Mkhitaryan dalam laga Liga Champions, Rabu, (10/12/2025). (c) AP Photo/Luca Bruno

Laga Inter vs Arsenal bukan pertemuan baru di panggung Eropa. Pada musim lalu, Inter menang 1-0 lewat penalti Hakan Calhanoglu, yang menjadi satu-satunya kekalahan Arsenal dalam rangkaian sepuluh laga fase liga berikutnya.

Pertemuan bersejarah juga terjadi pada fase grup 2003/2004 dengan hasil saling mengalahkan. Arsenal pernah menang 5-1 di Milan, sementara Inter membalas dengan kemenangan 3-0 di London.

Faktor emosional hadir melalui Henrikh Mkhitaryan yang pernah membela Arsenal pada 2018 dan 2019. Gelandang Inter itu mencetak sembilan gol dari 59 penampilan bersama The Gunners.

Arsenal memiliki catatan positif melawan klub Serie A dalam beberapa musim terakhir. Namun, Inter tetap menyimpan keyakinan bahwa sejarah panjang di Liga Champions bisa menjadi pembeda pada laga krusial ini.

Sumber: uefa.com


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL