Marash Kumbulla Ceritakan Pengalamannya Melawan Mbappe dan Yamal, Siapa yang Lebih Merepotkan?

Marash Kumbulla Ceritakan Pengalamannya Melawan Mbappe dan Yamal, Siapa yang Lebih Merepotkan?
Bintang Real Madrid, Kylian Mbappe saat melakukan pemanasan jelang laga melawan Sevilla di Ramon Sanchez Pizjuan, 18 Mei 2026. (c) AP Photo/Jose Breton

Bola.net - Pengalaman bermain di La Liga memberi banyak pelajaran berharga bagi Marash Kumbulla. Bek asal Albania itu merasakan langsung kerasnya persaingan menghadapi para penyerang terbaik dunia.

Musim lalu, Kumbulla menjalani petualangan bersama Espanyol sebelum kini memperkuat Mallorca sebagai pemain pinjaman dari AS Roma. Kesempatan itu membuatnya bertemu dengan banyak pemain elite, termasuk Kylian Mbappe dan Lamine Yamal.

Sebagai seorang bek tengah, Kumbulla harus menghadapi tantangan berbeda saat berjumpa Real Madrid maupun Barcelona. Ia bahkan mengaku mendapat pengalaman unik ketika mencoba menghentikan pergerakan dua bintang tersebut.

Nama Lamine Yamal sendiri kini memang sedang menjadi sorotan besar di Spanyol. Penampilan luar biasanya bersama Barcelona membuat banyak lawan mulai menganggapnya sebagai pemain paling berbahaya di Eropa.

1 dari 3 halaman

Kumbulla Ungkap Sulitnya Menghadapi Mbappe dan Yamal

Selebrasi Lamine Yamal dalam laga Barcelona vs Celta Vigo di La Liga 2025/2026, Kamis (23/4/2026). (c) AP Photo/Joan Monfort

Selebrasi Lamine Yamal dalam laga Barcelona vs Celta Vigo di La Liga 2025/2026, Kamis (23/4/2026). (c) AP Photo/Joan Monfort

Kumbulla mengaku menghadapi Mbappe memberikan tekanan besar bagi seorang bek tengah. Penyerang Real Madrid itu dinilai sangat aktif bergerak di area pertahanan lawan dan memaksa bek terus fokus sepanjang pertandingan.

Meski demikian, Kumbulla justru merasa Lamine Yamal memiliki sesuatu yang berbeda dibanding pemain lain. Winger muda Barcelona itu disebut punya kemampuan membaca permainan yang sulit dipahami.

Menurut Kumbulla, Yamal selalu mampu mengambil keputusan sepersekian detik lebih cepat dibanding lawannya. Situasi itu membuat para bek sering terlambat bereaksi saat mencoba menghentikan aksinya.

"Saya menjaga Mbappe dengan ketat karena sebagai striker tengah ia lebih sering bermain di area saya di lapangan; Lamine sering berpindah ke sayap, tetapi pengamatannya dari lapangan sangat tidak masuk akal. Sepertinya-olah ia selalu tiba sedetik lebih awal, mengalahkan semua orang," ungkap Kumbulla kepada Goal.

2 dari 3 halaman

Raphinha Sampai Angkat Tangan Soal Kehebatan Yamal

Raphinha merayakan golnya ke gawang Newcastle bersama Lamine Yamal (c) AP Photo/Joan Monfort

Raphinha merayakan golnya ke gawang Newcastle bersama Lamine Yamal (c) AP Photo/Joan Monfort

Penampilan impresif Lamine Yamal ternyata bukan hanya diakui lawan. Rekan setimnya sendiri di Barcelona bahkan tak ragu memberikan pujian besar kepada pemain berusia 18 tahun tersebut.

Yamal kini berkembang menjadi sosok penting dalam skema permainan Hansi Flick. Kreativitas, kecepatan berpikir, dan kemampuannya mengeksploitasi ruang membuat Barcelona sangat bergantung pada kontribusinya.

Banyak pengamat menilai Yamal sudah melampaui status wonderkid biasa. Ia kini dianggap sebagai salah satu winger terbaik dunia meski usianya masih sangat muda.

Raphinha bahkan secara terbuka mengakui bahwa dirinya tidak bisa melakukan hal-hal luar biasa seperti yang diperlihatkan Yamal di lapangan. “Jika saya bermain di sayap kanan, jangan mengharapkan sesuatu yang istimewa karena saya bukan Lamine. Lamine adalah bintang dan hal-hal yang ia lakukan," serunya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL