
Bola.net - Arsenal membawa pulang hasil imbang 1-1 dari markas Bayer Leverkusen pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025-2026. Gol penalti Kai Havertz pada menit ke-89 menjaga peluang Arsenal tetap terbuka jelang leg kedua di London.
Pertandingan di BayArena berlangsung ketat dengan tempo tinggi sejak awal. Arsenal berusaha mengontrol permainan, tetapi pertahanan Leverkusen tampil disiplin sepanjang laga.
Tim tuan rumah sempat berada di jalur kemenangan setelah Robert Andrich mencetak gol pada awal babak kedua. Namun, Arsenal memanfaatkan peluang di penghujung pertandingan untuk menghindari kekalahan.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Leverkusen Unggul Lewat Sundulan Andrich

Leverkusen memecah kebuntuan hanya satu menit setelah babak kedua dimulai. Robert Andrich menanduk bola dengan kuat dan mengarahkan ke gawang tanpa mampu dihentikan kiper Arsenal.
Gol tersebut membuat Leverkusen bermain lebih percaya diri dalam mengatur tempo pertandingan. Arsenal mengalami kesulitan menembus pertahanan rapat yang dibangun tim tuan rumah.
Penampilan Andrich juga mendapat apresiasi dari panel pengamat teknis UEFA yang memberinya gelar Player of the Match. Penilaian itu datang berkat perannya sebagai pemimpin di lini belakang serta kontribusinya dalam distribusi bola dan gol penting.
Madueke Mengubah Arah Pertandingan

Perubahan penting terjadi setelah Arsenal memasukkan Noni Madueke dari bangku cadangan. Akselerasinya di sisi kanan membuka ruang yang sebelumnya sulit ditembus.
Madueke kemudian melakukan penetrasi ke kotak penalti yang berujung pelanggaran pemain Leverkusen. Keputusan wasit memberikan penalti menjadi momentum besar bagi Arsenal menjelang akhir pertandingan.
Madueke mengungkapkan bahwa pelatih memberi instruksi sederhana saat dirinya masuk. Ia mengatakan, “Masuklah dan coba ubah jalannya pertandingan.”
Havertz Tenang di Titik Penalti

Kai Havertz yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugas dengan tenang pada menit ke-89. Mantan pemain Leverkusen itu menaklukkan kiper lawan dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Havertz mengakui momen sebelum eksekusi terasa sangat lama. Ia berkata, “Waktu antara peluit penalti dan tendangan terasa seperti keabadian, tetapi pada akhirnya Anda harus tetap fokus secara mental.”
Ia juga merasa nyaman mengambil penalti di stadion yang sangat dikenalnya. Pengalaman sebelumnya membuatnya yakin dapat menjalankan tugas tersebut dengan baik.
Leg Kedua Menentukan di London

Hasil ini mengakhiri rekor delapan kemenangan beruntun Arsenal di kompetisi Eropa. Akan tetapi, skor imbang tetap memberi posisi yang cukup baik menjelang leg kedua.
Leverkusen juga memiliki catatan kuat saat menghadapi klub Inggris dalam beberapa musim terakhir. Mereka hanya kalah sekali dalam delapan laga UEFA melawan tim Inggris.
Andrich mengakui hasil ini meninggalkan perasaan campur aduk bagi timnya. Ia mengatakan, “Kami bermain baik, tetapi seharusnya bisa menang hari ini.”
Leg kedua akan berlangsung di London pekan depan dan diperkirakan berjalan sengit. Arsenal percaya diri bisa menyelesaikan pekerjaan di kandang sendiri, sementara Leverkusen masih menyimpan keyakinan untuk memberi kejutan.
Sumber: UEFA.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bisakah Manchester City Comeback Lawan Real Madrid? Bisa Banget!
Liga Champions 12 Maret 2026, 12:46
LATEST UPDATE
-
Bisakah Manchester City Comeback Lawan Real Madrid? Bisa Banget!
Liga Champions 12 Maret 2026, 12:46
-
Madueke Mengubah Arah Pertandingan, Havertz Tenang di Titik Penalti
Liga Champions 12 Maret 2026, 12:15
-
Bodo/Glimt dan Mimpi Besar Sebuah Klub dari Kota Kecil di Liga Champions
Liga Champions 12 Maret 2026, 11:37
-
Petaka Wakil Inggris di Liga Champions: 6 Klub Gagal Menang, 3 Dibantai
Liga Champions 12 Maret 2026, 11:23
LATEST EDITORIAL
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54
-
11 Pemain yang Pernah Membela PSG dan Chelsea, Ada Legenda Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:44
-
5 Pelatih dengan Kartu Merah Terbanyak, Jose Mourinho Jauh di Puncak
Editorial 10 Maret 2026, 20:41






















KOMENTAR