
Bola.net - Miroslav Klose dikabarkan muncul sebagai kandidat serius pelatih baru Lazio di tengah tekanan terhadap Maurizio Sarri. Situasi ini berkembang seiring evaluasi besar yang dilakukan klub terhadap arah proyek tim.
Sarri saat ini berada dalam kondisi yang tidak aman setelah hasil musim yang mengecewakan. Masa depan jangka panjangnya mulai dipertanyakan oleh manajemen klub.
Di sisi lain, Klose menarik perhatian berkat kiprahnya sebagai pelatih di Nurnberg. Performa tim asuhannya di 2. Bundesliga membuat namanya masuk radar pembuat keputusan di Lazio.
Perubahan ini terjadi di tengah kebutuhan Lazio untuk memasuki era baru. Klub mulai mempertimbangkan opsi yang dapat membawa stabilitas dan perkembangan jangka panjang.
Sarri di Ujung Tanduk

Situasi di Formello memburuk setelah Lazio menjalani musim yang tidak sesuai harapan. Tim kembali gagal menembus zona kompetisi Eropa untuk musim kedua berturut-turut.
Meski berhasil mencapai final Coppa Italia, performa di liga domestik tetap menjadi sorotan utama. Presiden Claudio Lotito mulai mempertanyakan arah proyek di bawah Sarri.
Ketegangan semakin memanas setelah pernyataan terbuka dari Claudio Lotito. Ia menegaskan bahwa “dalam hidup, setiap orang itu berguna, tetapi tidak ada yang tidak tergantikan”, yang secara tidak langsung mengisyaratkan posisi Maurizio Sarri tidak sepenuhnya aman.
Klose Bersinar di Nurnberg
Nama Klose mulai mencuat setelah dinilai sebagai solusi potensial untuk Lazio. Media Italia, La Gazzetta dello Sport, menyebutnya sebagai kandidat kuat pengganti Sarri.
Di Nurnberg, Klose menunjukkan kemampuan melatih yang cukup menjanjikan di 2. Bundesliga. Ia berhasil membawa tim yang diprediksi terancam degradasi finis di posisi delapan.
Performa tersebut semakin memperkuat reputasinya sebagai pelatih yang adaptif. Ia mampu membalikkan situasi sulit setelah awal musim yang buruk.
Fokus Pengembangan Pemain Muda
Salah satu alasan utama Klose dipertimbangkan adalah kemampuannya dalam mengembangkan pemain muda. Hal ini menjadi prioritas penting bagi Lazio dalam membangun ulang skuad.
Di Nurnberg, ia menangani salah satu skuad termuda di kompetisi dengan rata-rata usia 23 tahun. Pendekatan ini memberikan hasil baik baik dari sisi performa maupun nilai pemain.
Beberapa pemain bahkan berhasil dijual dengan nilai tinggi ke klub lain di Eropa. Contohnya Stefanos Tzimas dan Finn Jeltsch yang masing-masing pindah ke Brighton dan Stuttgart dengan harga besar.
Sumber: Goal International
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Miroslav Klose Masuk Kandidat Pengganti Maurizio Sarri di Lazio
Liga Italia 19 Mei 2026, 12:55
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



















KOMENTAR